Mengapa Militer AS Menyerang Pulau Qeshm di Iran? Ini 4 Faktanya

Rabu, 03 Juni 2026 - 12:13 WIB
loading...
Mengapa Militer AS Menyerang...
Pulau Qeshm di Iran menjadi target serangan AS. Foto/nasa
A A A
WASHINGTON - Pulau Qeshm di Iran dahulu merupakan zona perdagangan bebas yang damai dan surga wisata, terkenal dengan Geopark yang diakui UNESCO. Kini pulau itu telah berubah menjadi benteng militer garis depan.

Dengan luas sekitar 1.445 km persegi (558 mil persegi), Qeshm adalah pulau terbesar di Teluk dan mendominasi pintu masuk ke Selat Hormuz, jalur transit energi paling penting di dunia.

Geografi pulau yang unik dan infrastruktur yang sangat terbentengi menjadikannya target utama bagi militer AS karena beberapa faktor kunci.

Inilah Beberapa Fakta Pulau Qeshm

1. Jaringan Bawah Tanah


Qeshm berfungsi sebagai kapal induk yang tak dapat ditenggelamkan bagi Iran. Jaringan bawah tanah dan gua garamnya yang berliku-liku menyembunyikan baterai rudal pantai yang sangat rahasia dan kapal serang cepat.

2. Kota-kota Rudal


Di bawah permukaan pulau, Iran telah menyembunyikan baterai pantai yang difokuskan pada peperangan laut, dengan tujuan eksplisit untuk mengendalikan atau menghentikan lalu lintas pengiriman melalui Selat Hormuz.

3. Mencekik Koridor Energi Global


Karena Iran telah berhasil menggunakan Pulau Qeshm sebagai pangkalan untuk menghentikan atau membatasi kapal tanker minyak dan gas global di selat tersebut, militer AS memandang pulau itu sebagai pusat saraf dalam perang energi yang sedang berlangsung.

4. Garis Depan Pembalasan


Pulau ini telah menjadi titik api yang sering terjadi dalam baku tembak AS-Iran. Misalnya, setelah eskalasi sebelumnya di mana Iran menargetkan instalasi AS di wilayah tersebut, militer AS meluncurkan serangan yang ditargetkan terhadap posisi IRGC dan infrastruktur komunikasi di Pulau Qeshm untuk mengurangi kemampuan Iran dalam mengganggu Selat Hormuz.

Baca juga: AS Ungkap Pemimpin Tertinggi Iran Masih Hidup, Makin Terlibat Melalui Perantara
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Iran Menang Banyak!...
Iran Menang Banyak! Sanksi Dicabut dan Diizinkan Ekspor Minyak
Iran dan AS Sepakati...
Iran dan AS Sepakati Peta Jalan untuk Mengakhiri Perang
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Ledakan Dahsyat Guncang...
Ledakan Dahsyat Guncang Situs LNG Qatar, 54 Orang Terluka, 18 Hilang
Perjalanan Berliku Iran...
Perjalanan Berliku Iran Tulis Sejarah di Piala Dunia 2026
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Catat! Biaya Visa Masuk...
Catat! Biaya Visa Masuk Jepang Naik 5 Kali Lipat, Jadi Rp1,7 Juta
Rekomendasi
Abdul Rahman Golkar...
Abdul Rahman Golkar ke Deddy Sitorus: Krisis Batu Bara Bukan Persoalan Baru
Doa Anak Yatim Diyakini...
Doa Anak Yatim Diyakini Mustajab, Benarkah?
UU Polri Baru Dinilai...
UU Polri Baru Dinilai Perkuat Transformasi Polri dan Dukung Asta Cita
Berita Terkini
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Mundur, Krisis Politik Berlanjut
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved