Iran Diduga Gunakan Rudal China saat Tembak Jatuh Jet Tempur F-15 AS
Senin, 01 Juni 2026 - 07:32 WIB
loading...
A
A
A
Dengan panjang sekitar 2,1 meter dan berat sekitar 18 kilogram, senjata tersebut, yang juga dikenal sebagai "senjata pertahanan udara portabel" atau "Manpads", menyediakan cara yang murah dan efektif untuk menjatuhkan pesawat yang terbang rendah.
Dua awak jet F-15 berhasil melontarkan diri dari pesawat di atas Iran. Pilot diselamatkan dalam waktu tujuh jam, tetapi butuh dua hari untuk menemukan dan menyelamatkan petugas sistem senjata, yang bersembunyi di kaki pegunungan Zagros, menurut Pentagon.
Ketika ditanya tentang penembakan jatuh pesawat F-15, juru bicara Kedutaan Besar China mengatakan dalam sebuah pernyataan: “China selalu bertindak dengan bijaksana dan bertanggung jawab dalam ekspor produk militer, dan menerapkan kontrol ketat sesuai dengan hukum dan peraturan China tentang kontrol ekspor dan kewajiban internasional yang berlaku. China menentang fitnah tanpa dasar dan asosiasi yang bermaksud buruk.”
Laporan intelijen AS menunjukkan bahwa China berencana untuk menyediakan persenjataan pertahanan udara baru kepada Iran dalam beberapa minggu mendatang, seperti yang dilaporkan NBC News.
Para pejabat AS mungkin telah membocorkan intelijen tersebut dalam upaya untuk mengungkap rencana China, menurut mantan pejabat keamanan nasional Amerika, sebuah taktik yang digunakan oleh pemerintahan sebelumnya.
Awal bulan ini, pemerintahan Trump menuduh China mengizinkan Iran mengakses satelit China untuk membantu Teheran menargetkan pasukan AS di Timur Tengah.
Dua awak jet F-15 berhasil melontarkan diri dari pesawat di atas Iran. Pilot diselamatkan dalam waktu tujuh jam, tetapi butuh dua hari untuk menemukan dan menyelamatkan petugas sistem senjata, yang bersembunyi di kaki pegunungan Zagros, menurut Pentagon.
Ketika ditanya tentang penembakan jatuh pesawat F-15, juru bicara Kedutaan Besar China mengatakan dalam sebuah pernyataan: “China selalu bertindak dengan bijaksana dan bertanggung jawab dalam ekspor produk militer, dan menerapkan kontrol ketat sesuai dengan hukum dan peraturan China tentang kontrol ekspor dan kewajiban internasional yang berlaku. China menentang fitnah tanpa dasar dan asosiasi yang bermaksud buruk.”
Laporan intelijen AS menunjukkan bahwa China berencana untuk menyediakan persenjataan pertahanan udara baru kepada Iran dalam beberapa minggu mendatang, seperti yang dilaporkan NBC News.
Para pejabat AS mungkin telah membocorkan intelijen tersebut dalam upaya untuk mengungkap rencana China, menurut mantan pejabat keamanan nasional Amerika, sebuah taktik yang digunakan oleh pemerintahan sebelumnya.
Awal bulan ini, pemerintahan Trump menuduh China mengizinkan Iran mengakses satelit China untuk membantu Teheran menargetkan pasukan AS di Timur Tengah.
Lihat Juga :