Rusia Bilang NATO Tanpa Konflik seperti Ikan yang Keluar dari Air

Jum'at, 29 Mei 2026 - 08:14 WIB
loading...
Rusia Bilang NATO Tanpa...
Moskow sebut NATO butuh konfrontasi untuk membenarkan eksistensinya, dan itu sebabnya menetapkan Rusia sebagai musuh utama di Eropa. Foto/RUSI
A A A
MOSKOW - NATO membutuhkan konfrontasi untuk membenarkan keberadannya, itulah sebabnya NATO menetapkan Rusia sebagai musuh utamanya di Eropa. Demikian disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Alexander Grushko.

Pernyataan tersebut muncul ketika semakin banyak serangan pesawat nirawak Ukraina yang dikirim jauh ke dalam wilayah Rusia, sementara puing-puing beberapa pesawat nirawak baru-baru ini jatuh di negara-negara anggota NATO yang berbatasan dengan Rusia. Moskow menuduh negara-negara Baltik mengizinkan Ukraina menggunakan wilayah mereka untuk serangan, klaim yang dibantah oleh Latvia, Estonia, dan Lithuania.

Baca Juga: Presiden Ceko: NATO Harus Menunjukkan Taringnya kepada Rusia!

Dalam wawancara dengan Russia Today pada hari Kamis, Grushko berpendapat bahwa NATO dan Uni Eropa secara radikal mengubah pendekatan mereka terhadap Rusia sekitar tahun 2010–2012, ketika blok militer pimpinan Amerika Serikat (AS) tersebut mengakhiri misi Afghanistan yang mahal dan memfokuskan kembali pada tujuan aslinya di era Perang Dingin, yaitu pertahanan kolektif terhadap musuh di Eropa.

“Mereka membutuhkan musuh besar. Dan karena tidak ada, Rusia ditunjuk untuk peran ‘terhormat’ ini,” kata Grushko.

"NATO tidak dapat eksis dalam kondisi damai—seperti ikan yang keluar dari air," imbuh dia.

Diplomat Moskow ini berpendapat bahwa Rusia telah berupaya menjalin hubungan konstruktif dengan Barat, tetapi krisis Ukraina 2014 dan eskalasi 2022 pada akhirnya memberi NATO dan Uni Eropa alasan yang dibutuhkan untuk mengkonsolidasi konfrontasi jangka panjang dengan Moskow.

Para pemimpin Eropa dan pejabat intelijen semakin sering mengeklaim bahwa Rusia dapat menyerang negara-negara anggota NATO atau Uni Eropa dalam beberapa tahun mendatang, sesuatu yang berulang kali dibantah Moskow sebagai "omong kosong".

Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte mengeklaim pada bulan Desember, "Kita adalah target Rusia berikutnya."

Sejak 2022, NATO telah memperluas kelompok tempur di seluruh Eropa Timur, mengintensifkan patroli udara dan maritim di Baltik, dan meningkatkan latihan militer di dekat perbatasan Rusia. Estonia, Latvia, dan Lithuania juga telah mempercepat proyek penguatan perbatasan, termasuk pertahanan anti-tank dan jaringan bunker.

Namun, Grushko berpendapat bahwa Baltik secara historis merupakan salah satu wilayah paling tenang di Eropa sebelum ekspansi NATO mengubahnya menjadi "arena konfrontasi".
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
Menlu Iran: Israel Gunakan...
Menlu Iran: Israel Gunakan Uang Pajak AS untuk Bungkam Kritikus AS
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
7 Tempat Penyimpanan...
7 Tempat Penyimpanan Emas Terbesar di Dunia, Ada yang Dijaga di Bawah Tanah hingga Benteng Super Ketat
Iran Murka AS Serang...
Iran Murka AS Serang Wilayah dan Infrastruktur Sipil, Ini Daftarnya
China Ungguli AS dalam...
China Ungguli AS dalam Popularitas Global, Xi Jinping Dianggap Lebih Positif daripada Trump
Trump Batal Pungut Biaya...
Trump Batal Pungut Biaya 20% di Selat Hormuz, Negara Teluk Janji Investasi Jumbo ke AS
AS Bombardir Jembatan...
AS Bombardir Jembatan Bandar-e Khamir Iran, Korban Tewas Bertambah Jadi 7 Orang
Usai Menang Semifinal...
Usai Menang Semifinal Piala Dunia, Argentina Tuduh Kapal Perang Inggris Langgar Kedaulatan
Rekomendasi
Kelakar Prabowo: Nanti...
Kelakar Prabowo: Nanti Ada Pertandingan Jenderal-Jenderal, Saya Wasitnya
Dukung Fatwa MUI Jatim,...
Dukung Fatwa MUI Jatim, Asosiasi Minta Vape Legal Dibedakan dengan Penyalahgunaan Narkoba
MAMI Kelola Aset Rp125...
MAMI Kelola Aset Rp125 Triliun hingga Juni 2026, Catat Lebih 2,6 Juta Investor
Berita Terkini
Beberapa Personel Militer...
Beberapa Personel Militer Kuwait Terluka dalam Serangan Iran
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
Menlu Iran: Israel Gunakan...
Menlu Iran: Israel Gunakan Uang Pajak AS untuk Bungkam Kritikus AS
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
Yaman Memanas, Houthi...
Yaman Memanas, Houthi Ancam Serang Fasilitas Minyak di Arab Saudi
7 Tempat Penyimpanan...
7 Tempat Penyimpanan Emas Terbesar di Dunia, Ada yang Dijaga di Bawah Tanah hingga Benteng Super Ketat
Infografis
Rencana AS Keluar dari...
Rencana AS Keluar dari NATO dan PBB Didukung Elon Musk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved