360 Anak dan 84 Perempuan Palestina Terpaksa Sambut Iduladha di Penjara Israel

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:29 WIB
loading...
360 Anak dan 84 Perempuan...
Pasukan Israel menahan seorang anak Palestina di Hebron, Tepi Barat pada 16 April 2025. Foto/Mamoun Wazwaz/Anadolu Agency
A A A
TEL AVIV - Iduladha dirayakan pada hari Rabu (27/5/2026) sementara 360 anak Palestina dan 84 tahanan perempuan tetap ditahan di penjara Israel, jauh dari keluarga mereka. Kabar itu diungkap Masyarakat Tahanan Palestina.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan untuk hari raya tersebut, kepala organisasi non-pemerintah, Abdullah Al-Zaghari, mengatakan para tahanan tersebut termasuk di antara sekitar 9.400 tahanan Palestina yang ditahan Israel.

Al-Zaghari mengatakan tahanan anak-anak termasuk tiga gadis, sementara tahanan perempuan termasuk puluhan ibu yang "dipisahkan dari anak-anak dan keluarga mereka", merampas "kehangatan dan hak alami anak-anak mereka untuk hidup aman".

Ia menambahkan, Israel terus merampas "kebebasan dan kehidupan manusiawi" lebih dari 9.400 tahanan dan narapidana Palestina dan Arab di dalam penjara dan kamp penahanan, di tengah apa yang ia gambarkan sebagai "kebijakan genosida terorganisir".

Dia mengatakan para tahanan menjadi sasaran "dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya" melalui "sistem penyiksaan, penindasan, dan pelecehan sistematis yang komprehensif".

Dia menambahkan lebih dari 100 tahanan dan orang yang ditahan telah meninggal sejak awal perang Gaza, dengan identitas 89 di antaranya telah diumumkan sejauh ini.

Baca juga: Irlandia Larang Impor dari Permukiman Israel Mulai Pertengahan Juli
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
AS dan Iran Setujui...
AS dan Iran Setujui Kesepakatan untuk Akhiri Perang di Timur Tengah, Ini Isinya
Trump: Kemampuan Militer...
Trump: Kemampuan Militer Iran Jauh Melemah
Rekomendasi
Ketika Kebaikan Menjadi...
Ketika Kebaikan Menjadi Strategi: Akhir Dominasi Reward dan Punishment?
UNJ Gelar Pesta Rakyat...
UNJ Gelar Pesta Rakyat 2026, Perkuat Semangat Kampus Berdampak dan Bereputasi Global
Momen Tahun Baru Islam...
Momen Tahun Baru Islam 1448 H, Dompet Dhuafa Perkuat Program Anak Yatim melalui BesTeam
Berita Terkini
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved