IRGC Klaim Perang dengan AS Tidak Mungkin Terjadi Lagi
Rabu, 27 Mei 2026 - 17:23 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Komando Pusat AS, pasukan Amerika melancarkan apa yang digambarkan oleh para pejabat sebagai "serangan pertahanan diri" terhadap baterai rudal dan kapal yang diduga mengancam pesawat AS dan jalur pelayaran komersial di Iran selatan. Iran mengutuk operasi tersebut sebagai pelanggaran terhadap negosiasi gencatan senjata yang sedang berlangsung dan memperingatkan Washington bahwa serangan lebih lanjut akan memicu tanggapan.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump berulang kali mengklaim bahwa perdamaian dengan Iran sudah di depan mata, namun ancaman militer baru, serangan, dan ketegangan baru di Selat Hormuz muncul beberapa hari—dan terkadang beberapa jam—kemudian.
Selama berminggu-minggu, Trump bergantian antara menyatakan kemajuan diplomatik, mengancam dengan kekuatan militer yang luar biasa, dan menunda serangan, menciptakan pola yang awalnya menggerakkan pasar minyak dan saham global dengan tajam tetapi sekarang semakin disambut dengan skeptisisme oleh investor dan analis.
Retorika yang berubah-ubah telah menjadi salah satu ciri khas konflik yang meletus pada 28 Februari, karena Washington dan Teheran tetap terjebak dalam siklus permainan di ambang batas, negosiasi yang gagal, dan upaya gencatan senjata yang rapuh.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump berulang kali mengklaim bahwa perdamaian dengan Iran sudah di depan mata, namun ancaman militer baru, serangan, dan ketegangan baru di Selat Hormuz muncul beberapa hari—dan terkadang beberapa jam—kemudian.
Selama berminggu-minggu, Trump bergantian antara menyatakan kemajuan diplomatik, mengancam dengan kekuatan militer yang luar biasa, dan menunda serangan, menciptakan pola yang awalnya menggerakkan pasar minyak dan saham global dengan tajam tetapi sekarang semakin disambut dengan skeptisisme oleh investor dan analis.
Retorika yang berubah-ubah telah menjadi salah satu ciri khas konflik yang meletus pada 28 Februari, karena Washington dan Teheran tetap terjebak dalam siklus permainan di ambang batas, negosiasi yang gagal, dan upaya gencatan senjata yang rapuh.
(ahm)
Lihat Juga :