PM Israel Netanyahu Jadi Kartu Liar dalam Negosiasi Perdamaian AS-Iran

Selasa, 26 Mei 2026 - 22:30 WIB
loading...
PM Israel Netanyahu...
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Foto/anadolu
A A A
TEL AVIV - Lorenzo Kamel, profesor sejarah di Universitas Turin di Italia, mengatakan agar perjanjian perdamaian Amerika Serikat (AS)-Iran berhasil, Washington harus "mengendalikan" Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu. Pernyataan itu muncul seiring aksi Israel yang menggencarkan serangan di Lebanon.

“Meskipun kita telah melihat otoritas Israel mencoba meningkatkan eskalasi di Lebanon untuk melemahkan kesepakatan apa pun antara Trump dan otoritas Iran, masalah utamanya, seperti biasa, adalah Netanyahu,” kata Kamel.

Dia menjelaskan, “Netanyahu perlu berperan sebagai pemimpin masa perang yang sangat diperlukan, setidaknya sampai pemilihan umum Israel. Dia tahu, tanpa eskalasi yang terus-menerus ini, dia akan melemahkan posisinya dan juga oposisi di dalam Israel akan membuatnya kehilangan kekuasaan.”

AS terus membiarkan Israel bertindak tanpa terkendali, dan sampai Trump memerintahkan Netanyahu untuk benar-benar menghentikan tembakan di Lebanon, perjanjian perdamaian Iran-AS akan "tetap sangat goyah," kata Kamel kepada Al Jazeera.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengancam pada Senin malam untuk memperluas serangan militer Israel di Lebanon.

Netanyahu mengatakan, “Kami tidak akan mundur — justru sebaliknya. Saya katakan: tekan pedal gas di Lebanon. Kami akan menyerang mereka, kami akan menyerang mereka secara langsung.”

Netanyahu mengakui Hizbullah menggunakan drone serat optik melawan Israel, dengan mengatakan, “Memang benar, mereka meluncurkan drone ke arah kami, drone yang beroperasi dengan teknologi serat optik.” Ia menambahkan, “Kami memiliki tim khusus yang menangani masalah ini.”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
Posisi Iran Jadi Pemenang,...
Posisi Iran Jadi Pemenang, Israel Tetap Berstatus Pecundang
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Kesepakatan Damai AS...
Kesepakatan Damai AS dan Iran Simbol Kekalahan Fatal PM Netanyahu, Ini 3 Alasannya
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
Profil Elijah Just,...
Profil Elijah Just, Bintang Selandia Baru yang Curi Panggung Piala Dunia 2026
AS dan Iran Setujui...
AS dan Iran Setujui Kesepakatan untuk Akhiri Perang di Timur Tengah, Ini Isinya
Pesawat Pengebom B-52...
Pesawat Pengebom B-52 AS Jatuh hingga Meledak Dahsyat, 8 Orang Tewas
Rekomendasi
Beri Layanan Kesehatan...
Beri Layanan Kesehatan Korban Banjir Aceh, USK Inisiasi Program Pengabdian Masyarakat
Trauma Kematian Anak,...
Trauma Kematian Anak, Tamara Tyasmara Tutup Hati untuk Pacar Baru: Sekarang Harus Selektif!
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM hingga Startup
Berita Terkini
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Momen Terakhir Wanita...
Momen Terakhir Wanita Tewas dalam Bungee Jumping 39 Meter: 'Bernapas Terengah-engah'
Posisi Iran Jadi Pemenang,...
Posisi Iran Jadi Pemenang, Israel Tetap Berstatus Pecundang
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Kesepakatan Damai AS...
Kesepakatan Damai AS dan Iran Simbol Kekalahan Fatal PM Netanyahu, Ini 3 Alasannya
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved