Iran: Selat Hormuz Tidak Akan Kembali ke Status sebelum Perang

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:19 WIB
loading...
Iran: Selat Hormuz Tidak...
Selat Hormuz tidak akan kembali ke status sebelum perang. Foto/X/@themaritimenet
A A A
TEHERAN - Berdasarkan kesepakatan antara AS dan Iran , Selat Hormuz "tidak akan kembali ke status sebelum perang." Demikian dilaporkan kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim.

Media berita yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) telah melaporkan detail kesepakatan dengan AS sepanjang pagi, namun belum ada konfirmasi dari AS mengenai detail kesepakatan tersebut.

Tasnim melaporkan bahwa selat tersebut tidak akan kembali ke "status quo" tetapi jumlah kapal yang melewatinya dapat kembali ke tingkat sebelum perang dalam waktu 30 hari.

Namun, ia menambahkan bahwa Iran "menekankan pelaksanaan kedaulatannya atas selat tersebut".



Ditambahkan pula bahwa blokade angkatan laut AS terhadap kapal-kapal yang masuk dan keluar pelabuhan Iran harus "dicabut sepenuhnya" dalam waktu 30 hari.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan kesepakatan dengan Iran telah "sebagian besar dinegosiasikan" dan detailnya akan segera diumumkan.

Dalam unggahan Truth Social pada hari Sabtu, Trump mengatakan kesepakatan itu akan mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, mengatakan kepada televisi pemerintah kemarin bahwa posisi AS dan Iran telah semakin selaras dalam seminggu terakhir.

Namun, ia memperingatkan bahwa hal itu tidak berarti kesepakatan akan tercapai mengenai isu-isu kunci dan menuduh Amerika Serikat mengeluarkan "pernyataan yang kontradiktif".

Trump juga mengatakan bahwa ia telah melakukan "percakapan yang sangat baik" dengan para pemimpin Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, dan lainnya mengenai "Nota Kesepahaman terkait Perdamaian".

"Sebuah kesepakatan sebagian besar telah dinegosiasikan, dan masih menunggu finalisasi antara Amerika Serikat, Republik Islam Iran, dan berbagai negara lain, sebagaimana tercantum," kata Trump.

Kemudian, Menteri luar negeri Pakistan mengatakan "hasil positif dan berkelanjutan dalam jangkauan" dalam perang Iran setelah negosiasi terbaru.

Hal ini menyusul pengumuman Presiden AS Donald Trump bahwa kesepakatan dengan Iran telah "sebagian besar dinegosiasikan".

Ishaq Dar, yang juga wakil perdana menteri Pakistan, mengatakan panggilan telepon antara Trump dan perwakilan dari Pakistan, Arab Saudi, Turki, Qatar, Mesir, UEA, dan Yordania "menandai langkah signifikan" menuju "perdamaian regional".

"Pakistan tetap berkomitmen untuk mendukung semua upaya tulus yang bertujuan untuk perdamaian abadi, saling menghormati, dan stabilitas regional," katanya.

"Pencapaian negosiasi ini memberikan alasan untuk optimisme bahwa hasil positif dan berkelanjutan dalam jangkauan."

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini 3 Kemewahan Jet...
Ini 3 Kemewahan Jet Mewah Qatar untuk Armada Air Force One Donald Trump
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Aturan Perjalanan Piala...
Aturan Perjalanan Piala Dunia 2026 Dinilai Tak Adil, Iran Ngadu ke FIFA
Iran-AS Capai Kesepakatan...
Iran-AS Capai Kesepakatan Damai, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
Siap-Siap, Apple bakal...
Siap-Siap, Apple bakal Naikkan Harga iPhone Dkk Imbas Biaya Chip Melonjak
Rekomendasi
50 Tokoh Pasang Badan...
50 Tokoh Pasang Badan untuk Roy Suryo, Din Syamsuddin dan Oegroseno Ikut Jadi Penjamin
Indro Warkop Gaungkan...
Indro Warkop Gaungkan Pesan Hidup Sehat Lewat Kebiasaan Harian
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa selama Periode Libur Sekolah 2026
Berita Terkini
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Ini 3 Kemewahan Jet...
Ini 3 Kemewahan Jet Mewah Qatar untuk Armada Air Force One Donald Trump
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved