Iran Tidak Minta Konsesi Apa Pun dari AS, Serukan Pencabutan Sanksi
Sabtu, 23 Mei 2026 - 10:35 WIB
loading...
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei. Foto/anadolu
A
A
A
TEHERAN - Iran mengatakan mereka tidak meminta “konsesi apa pun” dari Amerika Serikat. Teheran menegaskan hanya menginginkan hak-haknya dipulihkan dan sanksi dicabut.
“Kami tidak menginginkan konsesi apa pun dari Amerika Serikat; kami hanya menuntut hak-hak kami,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menurut laporan tersebut.
Juru bicara itu mengatakan Iran menuntut “pengakhiran tindakan kriminal Amerika terhadap rakyat Iran.”
“Sanksi harus dicabut, aset Iran yang dibekukan harus dilepaskan dan tersedia untuk negara,” katanya.
“Selama lima dekade terakhir, kami telah dikenai apa yang mereka sendiri sebut sebagai ‘sanksi yang melumpuhkan,’” tambahnya.
Baghaei mengatakan sanksi tersebut diberlakukan dengan berbagai dalih, terutama atas apa yang Washington gambarkan sebagai ancaman nuklir Iran.
“Tidak ada ancaman nuklir dari Iran terhadap aktor mana pun di kawasan atau dunia,” tambahnya.
Baghaei juga membahas perkembangan terkait Selat Hormuz, mengkritik blokade angkatan laut AS sebagai "benar-benar bertentangan dengan hukum internasional."
Ia menyerukan Washington untuk mengambil langkah-langkah untuk mengakhiri blokade tersebut.
Ketegangan regional tetap tinggi sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada bulan Februari dan Teheran membalas dengan serangan yang menargetkan Israel serta sekutu AS di Teluk, bersamaan dengan penutupan Selat Hormuz.
Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan, tetapi pembicaraan di Islamabad gagal mencapai kesepakatan yang langgeng.
Presiden AS Donald Trump kemudian memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu sambil tetap mempertahankan blokade terhadap kapal-kapal yang berlayar ke atau dari pelabuhan Iran melalui jalur air strategis tersebut.
Baca juga: Yordania Kutuk Penyitaan Properti oleh Israel di Dekat Masjid Al-Aqsa
“Kami tidak menginginkan konsesi apa pun dari Amerika Serikat; kami hanya menuntut hak-hak kami,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menurut laporan tersebut.
Juru bicara itu mengatakan Iran menuntut “pengakhiran tindakan kriminal Amerika terhadap rakyat Iran.”
“Sanksi harus dicabut, aset Iran yang dibekukan harus dilepaskan dan tersedia untuk negara,” katanya.
“Selama lima dekade terakhir, kami telah dikenai apa yang mereka sendiri sebut sebagai ‘sanksi yang melumpuhkan,’” tambahnya.
Baghaei mengatakan sanksi tersebut diberlakukan dengan berbagai dalih, terutama atas apa yang Washington gambarkan sebagai ancaman nuklir Iran.
“Tidak ada ancaman nuklir dari Iran terhadap aktor mana pun di kawasan atau dunia,” tambahnya.
Baghaei juga membahas perkembangan terkait Selat Hormuz, mengkritik blokade angkatan laut AS sebagai "benar-benar bertentangan dengan hukum internasional."
Ia menyerukan Washington untuk mengambil langkah-langkah untuk mengakhiri blokade tersebut.
Ketegangan regional tetap tinggi sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada bulan Februari dan Teheran membalas dengan serangan yang menargetkan Israel serta sekutu AS di Teluk, bersamaan dengan penutupan Selat Hormuz.
Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan, tetapi pembicaraan di Islamabad gagal mencapai kesepakatan yang langgeng.
Presiden AS Donald Trump kemudian memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu sambil tetap mempertahankan blokade terhadap kapal-kapal yang berlayar ke atau dari pelabuhan Iran melalui jalur air strategis tersebut.
Baca juga: Yordania Kutuk Penyitaan Properti oleh Israel di Dekat Masjid Al-Aqsa
(sya)
Lihat Juga :