AS Waspada, Blokir Pelancong dari Zona Wabah Ebola

Rabu, 20 Mei 2026 - 15:15 WIB
loading...
AS Waspada, Blokir Pelancong...
Pelancong melalui loket imigrasi di bandara AS. Foto/anadolu
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) telah memberlakukan pembatasan perjalanan darurat terhadap warga negara asing yang datang dari Republik Demokratik Kongo (DR Kongo), Uganda, dan Sudan Selatan karena wabah Ebola. Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), mengumumkan pada hari Senin bahwa pemegang paspor non-AS yang mengunjungi salah satu dari tiga negara tersebut dalam 21 hari terakhir akan dilarang masuk ke negara tersebut.

Langkah ini diambil setelah DR Kongo dan Uganda mengkonfirmasi kasus Ebola pertama mereka pada hari Jumat.

Pada hari Minggu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan wabah tersebut sebagai keadaan darurat kesehatan masyarakat global.

Otoritas AS telah mengkonfirmasi seorang warga Amerika yang bekerja di DR Kongo telah dinyatakan positif Ebola dan sedang dievakuasi ke Jerman untuk perawatan.

Enam warga Amerika lainnya yang terpapar virus tersebut juga berada di bawah pengawasan medis.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika (Africa CDC) melaporkan pada hari Senin bahwa 395 kasus dugaan Ebola dan 106 kematian terkait telah tercatat di Republik Demokratik Kongo serta di Kampala, Uganda, di mana dua kasus terkonfirmasi dan satu kematian telah dilaporkan sejauh ini.

Virus Bundibugyo adalah strain langka Ebola yang pertama kali diidentifikasi di Uganda pada tahun 2007.

Para ilmuwan percaya virus ini secara alami dibawa kelelawar buah dan dapat menyebar ke manusia melalui kontak dengan hewan yang terinfeksi sebelum menular antar manusia melalui cairan tubuh. Saat ini belum ada vaksin atau pengobatan yang disetujui.

WHO telah melaporkan hampir tujuh ton pasokan dan peralatan medis darurat telah tiba di Provinsi Ituri di Republik Demokratik Kongo dari Kinshasa, bersama dengan tim yang terdiri dari 35 ahli untuk mendukung upaya respons garis depan Ebola di provinsi tersebut.

Badan pengawas kesehatan masyarakat Rusia, Rospotrebnadzor, mengatakan spesialis Rusia akan melakukan perjalanan ke Uganda untuk melakukan investigasi epidemiologi dan memberikan dukungan logistik kepada Kementerian Kesehatan negara tersebut. Moskow juga akan memasok alat uji diagnostik Ebola yang dikembangkan lembaga penelitiannya.

Pada tahun 2024, Rusia mentransfer laboratorium anti-epidemi bergerak ke mitra Uganda, memungkinkan diagnosis cepat penyakit menular berbahaya.

Warga dari 11 negara Afrika sudah menghadapi penangguhan total visa imigran dan non-imigran, yang secara efektif melarang masuknya warga negara AS secara umum.

Baca juga: Iran Ingin Serahkan Persediaan Nuklirnya ke Rusia
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
Iran Balas Bombardir...
Iran Balas Bombardir 18 Target Militer AS, Termasuk Sistem Rudal Patriot
Seperempat Laga Piala...
Seperempat Laga Piala Dunia 2026 Berisiko Tinggi
Laporan SIPRI: India...
Laporan SIPRI: India untuk Pertama Kalinya Kerahkan Senjata Berhulu Ledak Nuklir
Iran Gempur 22 Pangkalan...
Iran Gempur 22 Pangkalan AS di Timur Tengah termasuk Hanggar Jet Tempur F-35
Rekomendasi
Enggan Bebani Daerah...
Enggan Bebani Daerah Penyangga soal Subsidi Transjabodetabek, Pramono: Minimal Renovasi Halte
Dasco Kasih Bocoran...
Dasco Kasih Bocoran Pemerintah Punya Strategi Khusus Atasi Pelemahan Rupiah
Nanik S Deyang Merapat...
Nanik S Deyang Merapat ke Istana, Mau Lapor Efisiensi Anggaran MBG
Berita Terkini
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved