CENTCOM Klaim Sudah Hancurkan Kemampuan Militer Iran
Senin, 18 Mei 2026 - 14:19 WIB
loading...
A
A
A
Ia menuduh Iran melakukan serangan yang disengaja terhadap warga sipil, menambahkan bahwa pasukan Iran meluncurkan rudal dari daerah padat penduduk di dalam Iran.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio baru-baru ini menyerukan kepada China untuk memainkan peran yang lebih besar dalam menekan Iran, dengan alasan bahwa stabilitas di Selat Hormuz secara langsung melayani kepentingan Beijing.
Pernyataan CENTCOM muncul ketika upaya diplomatik terus berlanjut melalui mediator regional dan internasional untuk mencegah konfrontasi meluas, sementara kekhawatiran tetap ada atas kemungkinan runtuhnya gencatan senjata yang rapuh antara AS dan Iran.
Meskipun pemerintahan AS telah menekankan kelanjutan jalur diplomatik, pernyataan militer terbaru mencerminkan keadaan siaga yang berkelanjutan di Teluk, dengan kemungkinan eskalasi militer masih terbuka jika upaya deeskalasi saat ini gagal.
2. Hormuz sebagai Pusat Konfrontasi
Pernyataan CENTCOM muncul pada saat Selat Hormuz menyaksikan peningkatan ketegangan yang telah memengaruhi lalu lintas pelayaran dan pasar energi global. Selat ini dianggap sebagai salah satu titik rawan maritim terpenting di dunia, dengan sekitar seperlima ekspor minyak global melewatinya. Ancaman dan serangan baru-baru ini telah mendorong beberapa perusahaan pelayaran dan energi untuk menilai kembali rute maritim mereka.Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio baru-baru ini menyerukan kepada China untuk memainkan peran yang lebih besar dalam menekan Iran, dengan alasan bahwa stabilitas di Selat Hormuz secara langsung melayani kepentingan Beijing.
3. Menargetkan Proksi Iran
Hawkins juga mengungkapkan bahwa operasi AS telah berkontribusi untuk memutus pasokan senjata ke proksi Iran, merujuk pada faksi bersenjata yang didukung Teheran di wilayah tersebut.Pernyataan CENTCOM muncul ketika upaya diplomatik terus berlanjut melalui mediator regional dan internasional untuk mencegah konfrontasi meluas, sementara kekhawatiran tetap ada atas kemungkinan runtuhnya gencatan senjata yang rapuh antara AS dan Iran.
Meskipun pemerintahan AS telah menekankan kelanjutan jalur diplomatik, pernyataan militer terbaru mencerminkan keadaan siaga yang berkelanjutan di Teluk, dengan kemungkinan eskalasi militer masih terbuka jika upaya deeskalasi saat ini gagal.
(ahm)
Lihat Juga :