Bukan 1, Israel Operasikan 2 Pangkalan Rahasia di Irak untuk Perang Melawan Iran
Senin, 18 Mei 2026 - 10:03 WIB
loading...
Israel dilaporkan mengoperasikan dua pangkalan militer rahasia di Irak untuk perang melawan Iran. Foto/YouTube Al Jazeera English
A
A
A
BAGHDAD - Militer Zionis Israel atau IDF telah membangun dan mengoperasikan setidaknya dua pangkalan militer rahasia di gurun barat Irak. Dua pangkalan ini dilaporkan telah digunakan IDF untuk perang 12 hari melawan Iran pada Juni 2025 dan juga perang saat ini yang sedang memasuki gencatan senjata.
Keberadaan dua pangkalan rahasia itu diungkap The New York Times. Menurut laporan surat kabar Amerika Serikat (AS) tersebut, salah satu pangkalan ditemukan secara tidak sengaja oleh seorang penggembala Irak yang menemukan rahasia militer Israel yang dijaga ketat, tersembunyi di gurun. Keluarganya percaya hal itu merenggut nyawanya.
Baca Juga: Israel Ternyata Membangun Pangkalan Rahasia di Irak untuk Perang Melawan Iran
Surat kabar tersebut melaporkan bahwa penggembala yang terbunuh sebelumnya menghubungi komando militer regional Irak. "Melaporkan apa yang telah dilihatnya: tentara, helikopter, dan tenda-tenda yang berkumpul di sekitar landasan pendaratan," tulis The New York Times dalam laporannya, Senin (18/5/2026).
Laporan tersebut sekaligus mengonfirmasi laporan sebelumnya oleh The Wall Street Journal (WSJ), yang mengungkap keberadaan satu pangkalan militer rahasia Israel di Irak.
Sebagai tanggapan atas laporan penggembala tersebut, militer Irak mengirimkan pasukan pengintai, yang kemudian diserang. Satu tentara tewas, dua terluka, dan dua kendaraan dibom sebelum unit-unit tersebut memutuskan untuk mundur.
Laporan tersebut mengatakan salah satu pangkalan tersebut "sudah ada sebelum konflik saat ini", juga digunakan selama perang Iran 2025.
Di depan umum, Komando Operasi Gabungan Irak mengumumkan bahwa "pasukan asing" telah menyerang tentara mereka, dan mengatakan telah menyampaikan keluhan di Dewan Keamanan PBB.
Secara pribadi, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Irak Jenderal Abdul-Amir Yarallah telah menghubungi para koleganya di militer AS.
“Mereka mengonfirmasi bahwa pasukan itu bukan pasukan Amerika, jadi kami mengerti itu adalah pasukan Israel,” bunyi laporan The New York Times, mengutip seorang jenderal Irak.
Pemerintah Irak, yang pengakuannya terhadap pos-pos terdepan Israel penuh dengan kesulitan, masih belum mengakui pangkalan-pangkalan rahasia tersebut. Irak tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, dan penduduknya memandang Israel sebagai musuh.
Laporan surat kabar Amerika tersebut akhirnya mengungkapkan bahwa Israel mengoperasikan dua pangkalan, secara berkala, selama lebih dari setahun—keduanya di gurun barat.
Para pejabat keamanan regional mengatakan kepada The New York Times bahwa pangkalan yang ditemukan tersebut sudah ada sebelum konflik saat ini dan digunakan selama perang 12 hari melawan Teheran pada Juni 2025.
“Pasukan Israel mulai mempersiapkan pembangunan pangkalan darurat tersebut sejak akhir tahun 2024,” kata salah satu pejabat regional Irak. Pos terdepan itu dibuat untuk mempersingkat jarak yang harus ditempuh pesawat Israel untuk mencapai Iran.
Masih menurut laporan tersebut, AS telah mengetahui tentang pangkalan-pangkalan tersebut sejak Juni 2025 atau mungkin lebih awal. Hal itu kemungkinan besar berarti sekutu utama Baghdad lainnya, Amerika Serikat, telah menyembunyikan fakta dari Irak bahwa pasukan musuh berada di wilayahnya.
Baik dalam perang singkat tahun lalu maupun konflik saat ini, dua pejabat keamanan Irak mengatakan kepada The New York Times bahwa Washington memaksa Irak untuk mematikan radarnya guna melindungi pesawat AS, sehingga Baghdad lebih bergantung pada pasukan AS untuk mendeteksi aktivitas musuh.
Keberadaan dua pangkalan rahasia itu diungkap The New York Times. Menurut laporan surat kabar Amerika Serikat (AS) tersebut, salah satu pangkalan ditemukan secara tidak sengaja oleh seorang penggembala Irak yang menemukan rahasia militer Israel yang dijaga ketat, tersembunyi di gurun. Keluarganya percaya hal itu merenggut nyawanya.
Baca Juga: Israel Ternyata Membangun Pangkalan Rahasia di Irak untuk Perang Melawan Iran
Surat kabar tersebut melaporkan bahwa penggembala yang terbunuh sebelumnya menghubungi komando militer regional Irak. "Melaporkan apa yang telah dilihatnya: tentara, helikopter, dan tenda-tenda yang berkumpul di sekitar landasan pendaratan," tulis The New York Times dalam laporannya, Senin (18/5/2026).
Laporan tersebut sekaligus mengonfirmasi laporan sebelumnya oleh The Wall Street Journal (WSJ), yang mengungkap keberadaan satu pangkalan militer rahasia Israel di Irak.
Sebagai tanggapan atas laporan penggembala tersebut, militer Irak mengirimkan pasukan pengintai, yang kemudian diserang. Satu tentara tewas, dua terluka, dan dua kendaraan dibom sebelum unit-unit tersebut memutuskan untuk mundur.
Laporan tersebut mengatakan salah satu pangkalan tersebut "sudah ada sebelum konflik saat ini", juga digunakan selama perang Iran 2025.
Di depan umum, Komando Operasi Gabungan Irak mengumumkan bahwa "pasukan asing" telah menyerang tentara mereka, dan mengatakan telah menyampaikan keluhan di Dewan Keamanan PBB.
Secara pribadi, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Irak Jenderal Abdul-Amir Yarallah telah menghubungi para koleganya di militer AS.
“Mereka mengonfirmasi bahwa pasukan itu bukan pasukan Amerika, jadi kami mengerti itu adalah pasukan Israel,” bunyi laporan The New York Times, mengutip seorang jenderal Irak.
Pemerintah Irak, yang pengakuannya terhadap pos-pos terdepan Israel penuh dengan kesulitan, masih belum mengakui pangkalan-pangkalan rahasia tersebut. Irak tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, dan penduduknya memandang Israel sebagai musuh.
Laporan surat kabar Amerika tersebut akhirnya mengungkapkan bahwa Israel mengoperasikan dua pangkalan, secara berkala, selama lebih dari setahun—keduanya di gurun barat.
Para pejabat keamanan regional mengatakan kepada The New York Times bahwa pangkalan yang ditemukan tersebut sudah ada sebelum konflik saat ini dan digunakan selama perang 12 hari melawan Teheran pada Juni 2025.
“Pasukan Israel mulai mempersiapkan pembangunan pangkalan darurat tersebut sejak akhir tahun 2024,” kata salah satu pejabat regional Irak. Pos terdepan itu dibuat untuk mempersingkat jarak yang harus ditempuh pesawat Israel untuk mencapai Iran.
Masih menurut laporan tersebut, AS telah mengetahui tentang pangkalan-pangkalan tersebut sejak Juni 2025 atau mungkin lebih awal. Hal itu kemungkinan besar berarti sekutu utama Baghdad lainnya, Amerika Serikat, telah menyembunyikan fakta dari Irak bahwa pasukan musuh berada di wilayahnya.
Baik dalam perang singkat tahun lalu maupun konflik saat ini, dua pejabat keamanan Irak mengatakan kepada The New York Times bahwa Washington memaksa Irak untuk mematikan radarnya guna melindungi pesawat AS, sehingga Baghdad lebih bergantung pada pasukan AS untuk mendeteksi aktivitas musuh.
(mas)
Lihat Juga :