4 Fakta Iran Punya Harta Karun di Bawah Selat Hormuz, Salah Satunya Bisa Jadi Bencana Besar di Timur Tengah

Senin, 18 Mei 2026 - 02:20 WIB
loading...
4 Fakta Iran Punya Harta...
Iran memiliki harta karun di bawah Selat Hormuz. Foto/X/@Defensa_Israel
A A A
TEHERAN - Didorong oleh keberhasilan blokade Selat Hormuz selama perang, Iran beralih ke salah satu jalur tersembunyi dalam ekonomi global. Itu adalah harta karun Iran. Apa itu? Kabel bawah laut di bawah jalur air yang membawa lalu lintas internet dan keuangan yang sangat besar antara Eropa, Asia, dan Teluk Persia.

Republik Islam ingin mengenakan biaya kepada perusahaan teknologi terbesar di dunia untuk menggunakan kabel internet bawah laut yang diletakkan di bawah Selat Hormuz, dan media yang terkait dengan negara telah secara samar-samar mengancam bahwa lalu lintas dapat terganggu jika perusahaan tidak membayar. Para anggota parlemen di Teheran membahas rencana pekan lalu yang dapat menargetkan kabel bawah laut yang menghubungkan negara-negara Arab ke Eropa dan Asia.

“Kami akan mengenakan biaya pada kabel internet,” juru bicara militer Iran Ebrahim Zolfaghari menyatakan di X pekan lalu, dilansir CNN. Media yang terkait dengan Garda Revolusi Iran mengatakan rencana Teheran untuk mendapatkan pendapatan dari selat tersebut akan mengharuskan perusahaan seperti Google, Microsoft, Meta, dan Amazon untuk mematuhi hukum Iran, sementara perusahaan kabel bawah laut akan diharuskan membayar biaya lisensi untuk jalur kabel, dengan hak perbaikan dan pemeliharaan diberikan secara eksklusif kepada perusahaan Iran.

Beberapa perusahaan ini telah berinvestasi dalam kabel yang melewati Selat Hormuz dan Teluk Persia, tetapi tidak jelas apakah kabel-kabel tersebut melintasi perairan Iran.

Juga tidak jelas bagaimana rezim dapat memaksa raksasa teknologi untuk mematuhi, karena mereka dilarang melakukan pembayaran ke Iran karena sanksi AS yang ketat; akibatnya, perusahaan-perusahaan itu sendiri mungkin menganggap pernyataan Iran sebagai gertakan daripada kebijakan serius.

Namun demikian, media yang berafiliasi dengan pemerintah telah mengeluarkan ancaman terselubung yang memperingatkan kerusakan pada kabel yang dapat berdampak pada sebagian dari triliunan dolar transmisi data global dan memengaruhi konektivitas internet di seluruh dunia.



CNN telah menghubungi perusahaan-perusahaan yang disebutkan dalam laporan Iran tersebut.

Seiring meningkatnya kekhawatiran bahwa perang dapat berlanjut setelah kembalinya Presiden AS Donald Trump dari Tiongkok, Iran semakin memberi sinyal bahwa mereka memiliki alat-alat ampuh di luar kekuatan militer. Langkah ini menggarisbawahi pentingnya Selat Hormuz di luar ekspor energi, karena Teheran berupaya mengubah pengaruh geografisnya menjadi kekuatan ekonomi dan strategis jangka panjang.

Kabel bawah laut membentuk tulang punggung konektivitas global, membawa sebagian besar lalu lintas internet dan data dunia. Menargetkan kabel-kabel ini akan memengaruhi lebih dari sekadar kecepatan internet, mengancam segala hal mulai dari sistem perbankan, komunikasi militer, dan infrastruktur cloud AI hingga kerja jarak jauh, game online, dan layanan streaming.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
ANCAMAN KERAS IRAN!...
ANCAMAN KERAS IRAN! Kirim Pesan Menghancurkan, Tantang AS Perang Terbuka!
Update Gempa Venezuela:...
Update Gempa Venezuela: 1.430 Orang Tewas dan Ribuan Hilang!
Update Gempa Venezuela:...
Update Gempa Venezuela: 1.450 Orang Tewas, 774 Gedung Ambruk
Rekomendasi
Kawal Kedaulatan Energi...
Kawal Kedaulatan Energi di Jatim, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Cek Kesiapan SAF hingga B50
Tak Sekadar Nyaman,...
Tak Sekadar Nyaman, Hunian Masa Depan Kini Mengandalkan Energi Hijau
Akademisi: Riset Advokasi...
Akademisi: Riset Advokasi Kunci Perlindungan Warga Sipil
Berita Terkini
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved