Iran Segera Terapkan Pemungutan Biaya Melintasi Selat Hormuz
Sabtu, 16 Mei 2026 - 21:30 WIB
loading...
A
A
A
Lebih lanjut, Iran membalas serangan tersebut dengan menutup Selat Hormuz, yang mengakibatkan peningkatan signifikan harga minyak dan produk turunannya.
Pada tanggal 8 April, empat puluh hari setelah perang dimulai, gencatan senjata sementara yang dimediasi Pakistan antara Iran dan AS mulai berlaku. Negosiasi berlangsung di ibu kota Pakistan, Islamabad, tetapi terhenti sebelum mencapai kesepakatan di tengah tuntutan maksimalis Washington dan desakan pada posisi yang tidak masuk akal.
Ali Nikzad, wakil ketua parlemen Iran, awal bulan ini mengatakan Iran tidak akan pernah mundur dari hak-haknya yang melekat di Selat Hormuz, menambahkan bahwa badan legislatif akan menyetujui undang-undang baru yang memperkenalkan rezim hukum baru untuk jalur vital tersebut yang tidak hanya membahas kondisi Republik Islam Iran, tetapi juga mempertimbangkan aturan hukum internasional dan hak-hak negara tetangga.
Menurut rancangan undang-undang tersebut, tambahnya, kapal-kapal milik rezim Israel tidak akan diizinkan melewati Selat tersebut dalam keadaan apa pun. Ia menekankan bahwa izin juga tidak akan diberikan kepada negara-negara yang bermusuhan, khususnya Amerika Serikat, untuk melewati jalur air tersebut.
Pada tanggal 8 April, empat puluh hari setelah perang dimulai, gencatan senjata sementara yang dimediasi Pakistan antara Iran dan AS mulai berlaku. Negosiasi berlangsung di ibu kota Pakistan, Islamabad, tetapi terhenti sebelum mencapai kesepakatan di tengah tuntutan maksimalis Washington dan desakan pada posisi yang tidak masuk akal.
Ali Nikzad, wakil ketua parlemen Iran, awal bulan ini mengatakan Iran tidak akan pernah mundur dari hak-haknya yang melekat di Selat Hormuz, menambahkan bahwa badan legislatif akan menyetujui undang-undang baru yang memperkenalkan rezim hukum baru untuk jalur vital tersebut yang tidak hanya membahas kondisi Republik Islam Iran, tetapi juga mempertimbangkan aturan hukum internasional dan hak-hak negara tetangga.
Menurut rancangan undang-undang tersebut, tambahnya, kapal-kapal milik rezim Israel tidak akan diizinkan melewati Selat tersebut dalam keadaan apa pun. Ia menekankan bahwa izin juga tidak akan diberikan kepada negara-negara yang bermusuhan, khususnya Amerika Serikat, untuk melewati jalur air tersebut.
(ahm)
Lihat Juga :