Usai Netanyahu dan Bos Mossad, Jenderal Tertinggi Israel Diam-diam Kunjungi UEA saat Perang Iran

Sabtu, 16 Mei 2026 - 09:20 WIB
loading...
Usai Netanyahu dan Bos...
Kepala Staf Pasukan Pertahahan Israel Letnan Jenderal Eyal Zamir diam-diam berkunjung ke UEA selama perang AS-Israel melawan Iran. Foto/Yonatan Sindel/Flash90
A A A
TEL AVIV - Sebuah laporan media Zionis pada Jumat mengungkap Kepala Staf Pasukan Pertahahan Israel (IDF) Letnan Jenderal Eyal Zamir diam-diam berkunjung ke Uni Emirat Arab (UEA) selama perang Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran.

Laporan itu muncul setelah Kantor Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengonfirmasi kunjungan rahasia Netanyahu ke UEA selama perang Iran. The Wall Street Journal baru-baru ini juga melaporkan kepala Mossad David Barnea berkunjung ke UEA dua kali, yakni Maret dan April.

Baca Juga: UEA Gagal Bujuk Arab Saudi dan Qatar untuk Perang Gabungan Keroyok Iran

Laporan kunjungan rahasia Zamir adalah pengungkapan memalukan terbaru bagi Abu Dhabi yang minggu ini secara terbuka membantah klaim pemerintah Israel bahwa Netanyahu diam-diam mengunjungi negara Arab Teluk tersebut.

Menurut lembaga penyiaran publik Israel, Kan, Zamir mengadakan pembicaraan dengan Presiden UEA Mohammed bin Zayed dan pejabat keamanan setempat.

Kantor Netanyahu mengatakan pada hari Rabu bahwa Netanyahu telah bertemu dengan pemimpin UEA di Abu Dhabi selama perang Iran, menggambarkan kunjungan tersebut sebagai "terobosan bersejarah".

Seorang mantan juru bicara perdana menteri yang mengeklaim telah ikut dalam kunjungan tersebut menulis di media sosial bahwa Abu Dhabi memberi Netanyahu—yang diburu oleh Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atas kejahatan perang di Gaza—, "sambutan yang layak untuk raja".

Namun UEA bersikeras bahwa kunjungan itu tidak pernah terjadi, dengan Kementerian Luar Negeri-nya menggambarkan klaim Netanyahu sebagai "sama sekali tidak berdasar".

Para pejabat Emirat dilaporkan telah menyatakan kemarahan kepada pemerintah Israel tentang kebocoran tersebut.

"Warga Emirat sangat marah. Ini bukan pertama kalinya kebocoran seperti itu terjadi dari kantor perdana menteri, dan itulah mengapa Netanyahu telah dikecualikan dan tidak dapat mengunjungi tempat itu selama bertahun-tahun," kata sumber yang dikutip oleh i24 Israel.

Laporan media Israel lainnya tampaknya mendukung klaim Netanyahu. "Bibi datang ke sini karena dia ingin menunjukkan bahwa dia tidak meninggalkan sekutunya," kata seorang pejabat Emirat seperti dikutip oleh Israel Hayom.

Kebocoran ini terjadi ketika UEA terus menghadapi reaksi keras dari publik Arab karena hubungan dekatnya dengan Israel. Abu Dhabi terus memperdalam hubungan bilateralnya dengan Israel di bawah Abraham Accords meskipun terjadi serangan genosida di Gaza dan agresi di seluruh wilayah.

Selama perang Iran, Abu Dhabi dilaporkan telah berbagi intelijen dengan Israel, menerima sistem senjata, dan menampung pasukan Israel di wilayahnya.

UEA juga termasuk di antara negara-negara Arab yang paling agresif terhadap Iran. Laporan Bloomberg pada hari Jumat menyebutkan bahwa Abu Dhabi telah berupaya membujuk negara-negara Arab untuk bersama-sama bergabung dalam serangan AS-Israel terhadap Iran. Namun upaya UEA itu gagal.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga Minyak Melonjak...
Harga Minyak Melonjak setelah AS Cabut Izin Umum Penjualan Minyak Iran
AS Serang Iran dan Cabut...
AS Serang Iran dan Cabut Pengecualian Sanksi Sementara untuk Minyak Iran
Desa-desa Kristen Lebanon...
Desa-desa Kristen Lebanon Tolak Klaim Pencaplokan Netanyahu: Sama Sekali Salah
Israel Berencana Bangun...
Israel Berencana Bangun 40 Pos Permukiman Baru di Sepanjang Perbatasan Yordania
Hindari Teluk, Irak...
Hindari Teluk, Irak Bersiap Buka Lagi Jalur Darat Suriah untuk Ekspor Minyak
Ini 10 Negara yang Melarang...
Ini 10 Negara yang Melarang Masuk 2 Menteri Ekstremis Israel Ben-Gvir dan Smotrich
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
Hamas Mundur dari Pemerintahan...
Hamas Mundur dari Pemerintahan Gaza?
Lebanon Rugi Rp72 Triliun...
Lebanon Rugi Rp72 Triliun akibat Serangan Israel sejak 2 Maret, Belum Termasuk Kerusakan Ekonomi
Rekomendasi
Prabowo dan Narendra...
Prabowo dan Narendra Modi Resmikan Konservasi Candi Prambanan Pagi Ini
Momen Prabowo Beri Angklung...
Momen Prabowo Beri Angklung ke Presiden Narendra Modi Jadi Bukti Simbol Persahabatan
3 Momen Kontroversial...
3 Momen Kontroversial saat Argentina Singkirkan Mesir di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Harga Minyak Melonjak...
Harga Minyak Melonjak setelah AS Cabut Izin Umum Penjualan Minyak Iran
AS Serang Iran dan Cabut...
AS Serang Iran dan Cabut Pengecualian Sanksi Sementara untuk Minyak Iran
Apa itu Administrasi...
Apa itu Administrasi Gaza yang Baru setelah Pemerintahan Hamas Bubar?
Hamas Bubarkan Pemerintahannya...
Hamas Bubarkan Pemerintahannya di Gaza, Bagaimana Selanjutnya?
Desa-desa Kristen Lebanon...
Desa-desa Kristen Lebanon Tolak Klaim Pencaplokan Netanyahu: Sama Sekali Salah
Israel Berencana Bangun...
Israel Berencana Bangun 40 Pos Permukiman Baru di Sepanjang Perbatasan Yordania
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved