Komandan Top AS Klaim Semua Tujuan Perang di Iran Tercapai Berkat Bantuan Ukraina
Jum'at, 15 Mei 2026 - 16:04 WIB
loading...
A
A
A
“Namun ada beberapa negara di kawasan itu yang kinerjanya kurang baik,” katanya, tanpa menjelaskan lebih lanjut, seperti dikutip Al Arabiya English, Jumat (15/5/2026).
Seiring berjalannya perang dan Iran mengerahkan sejumlah besar drone murah namun efektif, Washington meminta bantuan Ukraina. "Militer AS mengadopsi sejumlah besar taktik, teknik, dan prosedur yang digunakan Ukraina untuk membantu pertahanan terhadap serangan Iran tersebut," papar komandan CENTCOM tersebut.
Ketika ditanya tentang perang itu sendiri dan ancaman yang berasal dari Iran, Cooper mengatakan AS mulai melihat peningkatan kemampuan dan niat Iran untuk memproduksi lebih banyak rudal balistik pada November dan Desember lalu. "Hal ini menimbulkan risiko yang sangat signifikan baik bagi mitra maupun kami sendiri,” katanya.
Cooper juga mengambil kesempatan untuk mengingatkan para anggota parlemen dan publik tentang rekam jejak Iran melawan AS. “Rekam jejak Iran yang bermusuhan dan mematikan terhadap AS telah terdokumentasi dengan baik. Tetapi saya tidak yakin hal itu dipahami dengan baik. Dalam 30 bulan sebelum [Operasi] Epic Fury, kelompok teror yang didukung Iran menyerang pasukan dan diplomat AS lebih dari 350 kali,” katanya.
Dia ditanya tentang laporan terbaru yang menyebutkan bahwa Iran saat ini memiliki antara 70 dan 75 persen rudal dan peluncurnya yang siap digunakan. Tanpa membahas detail spesifik, Cooper mengatakan bahwa angka-angka tersebut tidak akurat.
Seiring berjalannya perang dan Iran mengerahkan sejumlah besar drone murah namun efektif, Washington meminta bantuan Ukraina. "Militer AS mengadopsi sejumlah besar taktik, teknik, dan prosedur yang digunakan Ukraina untuk membantu pertahanan terhadap serangan Iran tersebut," papar komandan CENTCOM tersebut.
Ketika ditanya tentang perang itu sendiri dan ancaman yang berasal dari Iran, Cooper mengatakan AS mulai melihat peningkatan kemampuan dan niat Iran untuk memproduksi lebih banyak rudal balistik pada November dan Desember lalu. "Hal ini menimbulkan risiko yang sangat signifikan baik bagi mitra maupun kami sendiri,” katanya.
Cooper juga mengambil kesempatan untuk mengingatkan para anggota parlemen dan publik tentang rekam jejak Iran melawan AS. “Rekam jejak Iran yang bermusuhan dan mematikan terhadap AS telah terdokumentasi dengan baik. Tetapi saya tidak yakin hal itu dipahami dengan baik. Dalam 30 bulan sebelum [Operasi] Epic Fury, kelompok teror yang didukung Iran menyerang pasukan dan diplomat AS lebih dari 350 kali,” katanya.
Dia ditanya tentang laporan terbaru yang menyebutkan bahwa Iran saat ini memiliki antara 70 dan 75 persen rudal dan peluncurnya yang siap digunakan. Tanpa membahas detail spesifik, Cooper mengatakan bahwa angka-angka tersebut tidak akurat.
(mas)
Lihat Juga :