Pakistan Dukung Peran China sebagai Mediator antara AS dan Iran

Jum'at, 15 Mei 2026 - 08:30 WIB
loading...
Pakistan Dukung Peran...
Pemandangan kota Islamabad, Pakistan. Foto/Naveedsharif/sputnik
A A A
ISLAMABAD - Pakistan mendukung keterlibatan China dalam upaya mediasi untuk menyelesaikan konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Pernyataan itu diungkap juru bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan, Tahir Andrabi, pada hari Kamis (14/5/2026).

Presiden AS Donald Trump melakukan kunjungan kenegaraan ke China dari tanggal 13-15 Mei. Pembicaraannya dengan Presiden China Xi Jinping berlangsung pada hari Kamis. Kedua pemimpin akan mengadakan makan siang kerja pada hari Jumat.

"Kami memantau dengan cermat kemajuan pembicaraan antara AS dan China… Kami mendukung partisipasi Beijing dalam upaya mediasi untuk menyelesaikan konflik antara Washington dan Teheran," kata Andrabi selama pengarahan mingguan, menanggapi pertanyaan dari Sputnik.

Sebelum berangkat, Trump mengatakan ia mengharapkan hasil yang baik dari perjalanan tersebut. Ia mengatakan selama kunjungan tersebut, ia berencana mengadakan pembicaraan panjang dengan pemimpin China tentang penyelesaian situasi di sekitar Iran.

Pada tanggal 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan ke wilayah Iran. Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata pada 7 April, tetapi Amerika Serikat memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, sementara Iran mengumumkan aturan transit khusus untuk melewati Selat Hormuz.

Baca juga: Pemerintah Negara Anggota NATO Runtuh setelah Insiden Drone Kamikaze Ukraina
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Setelah 13 Hari Menyerang...
Setelah 13 Hari Menyerang Iran, Trump Tunda Invasi Udara, Ini 5 Pertimbangannya
Kapal Induk Nuklir George...
Kapal Induk Nuklir George Washington AS Unjuk Kekuatan di Laut China Selatan
Iran Klaim Tewaskan...
Iran Klaim Tewaskan 200 Tentara AS, Pentagon Sebut Hanya 14, Siapa yang Bohong?
Wanita Keturunan China...
Wanita Keturunan China yang Magang di Markas Militer NATO Ditangkap atas Tuduhan Mata-mata
Intelijen AS: Mojtaba...
Intelijen AS: Mojtaba Khamenei Lebih Tertarik Kembangkan Senjata Nuklir daripada Ayahnya
Trump Batal Serang Iran...
Trump Batal Serang Iran Besar-besaran usai Jenderal AS Peringatkan Krisis Rudal Patriot
Korsel Terjunkan Robot...
Korsel Terjunkan Robot PiBot untuk Kemudikan Kapal Perang
Blokade Laut Memanas,...
Blokade Laut Memanas, Houthi Gempur 2 Kapal Tanker Arab Saudi di Laut Merah
Perang Makin Sengit!...
Perang Makin Sengit! Iran Tak Segan-Segan Ledakkan Wilayahnya, Tak Rela Dikuasai AS
Rekomendasi
Jubir Otorita IKN Troy...
Jubir Otorita IKN Troy Pantouw Dimakamkan di TPU Tanah Kusir Besok
Tarif 3 Jalan Tol Berpotensi...
Tarif 3 Jalan Tol Berpotensi Naik Tahun Ini, Semuanya di Pulau Jawa
Jaksa Agung Minta Maaf...
Jaksa Agung Minta Maaf ke Publik, Sebut Kasus Eks Jampidus Jadi Momentum Berbenah
Berita Terkini
Pemukim Israel Bakar...
Pemukim Israel Bakar 2 Masjid Bersejarah di Tepi Barat, Hamas: Lanjutkan Jalan Perlawanan
Setelah 13 Hari Menyerang...
Setelah 13 Hari Menyerang Iran, Trump Tunda Invasi Udara, Ini 5 Pertimbangannya
30.000 Tentara Korea...
30.000 Tentara Korea Utara Akan Dikirim ke Perang Ukraina
Kapal Induk Nuklir George...
Kapal Induk Nuklir George Washington AS Unjuk Kekuatan di Laut China Selatan
Iran Klaim Tewaskan...
Iran Klaim Tewaskan 200 Tentara AS, Pentagon Sebut Hanya 14, Siapa yang Bohong?
Wanita Keturunan China...
Wanita Keturunan China yang Magang di Markas Militer NATO Ditangkap atas Tuduhan Mata-mata
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved