Iran Ungkap Kondisi Mojtaba Khamenei untuk Pertama Kalinya: 'Sehat Sepenuhnya'
Senin, 11 Mei 2026 - 13:38 WIB
loading...
Iran ungkap kondisi Pemimpin Tertinggi Ayatollah Mojtaba Khemenei untuk pertama kalinya sejak serangan AS-Israel 28 Februari. Menurut Iran, Mojtaba sehat sepenuhnya. Foto/Anadolu
A
A
A
TEHERAN - Iran, untuk pertama kalinya, mengungkap kondisi Pemimpin Tertinggi Ayatollah Mojtaba Khamenei setelah mengalami cedera selama serangan gabungan Amerika Serikat (AS)-Israel pada hari pertama perang, 28 Februari. Mojtaba terkena serangan di kompleks kantor kepemimpinan Iran yang menewaskan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei.
Mazaher Hosseini, direktur jenderal protokol di Kantor Pemimpin Tertinggi Iran, mengatakan Mojtaba mengalami luka-luka selama serangan yang menargetkan kompleks tersebut ketika pemilihan dirinya sebagai pemimpin tertinggi masih belum pasti.
Baca Juga: Ini 3 Janji Jenderal Tertinggi Iran kepada Mojtaba Khamenei
Hosseini mengatakan Mojtaba berada di kompleks tersebut selama serangan AS-Israel, menambahkan bahwa beberapa lokasi di dekatnya terkena serangan, termasuk lokasi di mana para pejabat senior Iran—termasuk Ayatollah Ali Khamenei—tewas.
Hosseini menambahkan bahwa Mojtaba tidak berada di area tempat dia biasanya memberikan ceramah pada saat serangan terjadi, mengatakan bahwa lokasi tersebut kemudian "rata" dalam pengeboman AS dan Israel.
Pejabat itu lebih lanjut mengatakan bahwa kediaman Mojtaba juga menjadi sasaran, mencatat bahwa istrinya dan beberapa orang lainnya tewas dalam serangan itu.
Dia mengatakan Mojtaba terjatuh ke tanah akibat gelombang ledakan saat menuju kediamannya dan mengalami cedera pada tempurung lutut dan punggung bawahnya.
“Cedera punggungnya telah membaik selama periode ini, dan cedera tempurung lutut juga akan segera sembuh. Dai dalam keadaan sehat sepenuhnya,” kata Hosseini, seperti dikutip dari Fars News Agency, Senin (11/5/2026).
Dia juga menepis spekulasi tentang cedera di dahi Mojtaba, dengan mengatakan hanya ada “retakan kecil di belakang telinga” dan sudah diobati.
Hosseini menyimpulkan bahwa musuh-musuh Iran sedang mencari audio, video, atau materi lain yang berkaitan dengan Mojtaba. “Untuk melakukan tindakan terhadapnya,” ujarnya, menambahkan bahwa dia akan berbicara kepada publik pada “waktu yang tepat".
Mojtaba Khamenei terpilih sebagai Pemimpin Tertinggi Iran pada 9 Maret setelah pembunuhan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan AS-Israel pada 28 Februari. Sejak menjabat, dia hanya berkomunikasi melalui pernyataan tertulis.
Ketegangan regional meningkat setelah AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, yang memicu serangan balasan oleh Teheran dan gangguan di Selat Hormuz, jalur utama untuk pengiriman minyak dan gas global.
Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan, tetapi putaran pertama pembicaraan di Islamabad pada 11 April gagal mencapai kesepakatan yang langgeng. Gencatan senjata kemudian diperpanjang oleh Presiden AS Donald Trump tanpa batas waktu yang ditentukan.
Sejak 13 April, AS telah memberlakukan blokade Angkatan Laut yang menargetkan lalu lintas maritim Iran di jalur perairan strategis tersebut.
Mazaher Hosseini, direktur jenderal protokol di Kantor Pemimpin Tertinggi Iran, mengatakan Mojtaba mengalami luka-luka selama serangan yang menargetkan kompleks tersebut ketika pemilihan dirinya sebagai pemimpin tertinggi masih belum pasti.
Baca Juga: Ini 3 Janji Jenderal Tertinggi Iran kepada Mojtaba Khamenei
Hosseini mengatakan Mojtaba berada di kompleks tersebut selama serangan AS-Israel, menambahkan bahwa beberapa lokasi di dekatnya terkena serangan, termasuk lokasi di mana para pejabat senior Iran—termasuk Ayatollah Ali Khamenei—tewas.
Hosseini menambahkan bahwa Mojtaba tidak berada di area tempat dia biasanya memberikan ceramah pada saat serangan terjadi, mengatakan bahwa lokasi tersebut kemudian "rata" dalam pengeboman AS dan Israel.
Pejabat itu lebih lanjut mengatakan bahwa kediaman Mojtaba juga menjadi sasaran, mencatat bahwa istrinya dan beberapa orang lainnya tewas dalam serangan itu.
Gelombang Ledakan
Dia mengatakan Mojtaba terjatuh ke tanah akibat gelombang ledakan saat menuju kediamannya dan mengalami cedera pada tempurung lutut dan punggung bawahnya.
“Cedera punggungnya telah membaik selama periode ini, dan cedera tempurung lutut juga akan segera sembuh. Dai dalam keadaan sehat sepenuhnya,” kata Hosseini, seperti dikutip dari Fars News Agency, Senin (11/5/2026).
Dia juga menepis spekulasi tentang cedera di dahi Mojtaba, dengan mengatakan hanya ada “retakan kecil di belakang telinga” dan sudah diobati.
Hosseini menyimpulkan bahwa musuh-musuh Iran sedang mencari audio, video, atau materi lain yang berkaitan dengan Mojtaba. “Untuk melakukan tindakan terhadapnya,” ujarnya, menambahkan bahwa dia akan berbicara kepada publik pada “waktu yang tepat".
Mojtaba Khamenei terpilih sebagai Pemimpin Tertinggi Iran pada 9 Maret setelah pembunuhan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan AS-Israel pada 28 Februari. Sejak menjabat, dia hanya berkomunikasi melalui pernyataan tertulis.
Ketegangan regional meningkat setelah AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, yang memicu serangan balasan oleh Teheran dan gangguan di Selat Hormuz, jalur utama untuk pengiriman minyak dan gas global.
Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan, tetapi putaran pertama pembicaraan di Islamabad pada 11 April gagal mencapai kesepakatan yang langgeng. Gencatan senjata kemudian diperpanjang oleh Presiden AS Donald Trump tanpa batas waktu yang ditentukan.
Sejak 13 April, AS telah memberlakukan blokade Angkatan Laut yang menargetkan lalu lintas maritim Iran di jalur perairan strategis tersebut.
(mas)
Lihat Juga :