Laut Kaspia Jadi Kunci bagi Iran untuk Memenangkan Perang, Berikut 6 Faktanya

Senin, 11 Mei 2026 - 03:30 WIB
loading...
A A A
Koridor Kaspia mencerminkan kemitraan strategis yang berkembang antara Moskow dan Teheran.

Selama bertahun-tahun, Iran memasok Rusia dengan drone Shahed yang digunakan di Ukraina. Tetapi setelah Rusia mulai memproduksi drone tersebut di dalam negeri dengan lisensi Iran pada tahun 2023, aliran tersebut semakin bergeser ke kedua arah, menurut para pejabat Barat.

Laporan NYT mengatakan Rusia sekarang mengirimkan komponen drone dan pasokan terkait militer lainnya kembali ke Iran melalui koridor Kaspia.

Kerja sama tersebut meluas melampaui senjata.

Gandum, biji-bijian, minyak bunga matahari, dan pasokan penting lainnya dari Rusia semakin banyak dikirim ke selatan melalui Kaspia karena ketidakstabilan dan ancaman militer mempersulit jalur pengiriman tradisional.

Vitaly Chernov dari PortNews Media Group Rusia mengatakan kepada surat kabar tersebut bahwa sekitar dua juta ton gandum Rusia yang dikirim setiap tahun melalui Laut Hitam sekarang semakin dialihkan melalui Kaspia karena jalur tersebut tampak lebih aman di tengah ketidakstabilan regional.

5. Pelabuhan Laut Kaspia Tetap Beroperasi

Sementara itu, Israel mengatakan empat pelabuhan Iran di Laut Kaspia beroperasi "sepanjang waktu" untuk memproses kargo yang masuk dan impor penting.

Pentingnya koridor Kaspia yang semakin meningkat membantu menjelaskan mengapa Israel memilih untuk menyerang Bandar Anzali — target yang jauh dari medan perang Teluk.

Para analis percaya bahwa perencana Israel menyimpulkan bahwa pelabuhan tersebut telah menjadi simpul logistik penting untuk kerja sama militer Rusia-Iran.

Sebuah laporan oleh The Wall Street Journal sebelumnya menggambarkan rute Kaspia sebagai saluran utama untuk transfer senjata rahasia dan penghindaran sanksi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
Mengapa Gol Iran ke...
Mengapa Gol Iran ke Gawang Mesir Dianulir? Ini Penjelasan Aturan Offside di Piala Dunia 2026
Kemlu Pastikan 3 WNI...
Kemlu Pastikan 3 WNI di Venezuela Aman Pascagempa Dahsyat M7,1
Harga Minyak Dunia Turun...
Harga Minyak Dunia Turun usai Selat Hormuz Dibuka Lagi, Dekati Level Sebelum Perang AS-Iran
Rekomendasi
Kisah Syahla, Anak Driver...
Kisah Syahla, Anak Driver Ojol dan Penjual Nasi Lolos UGM lewat Jalur SNBP
Licin! Markas Judi Online...
Licin! Markas Judi Online di Hayam Wuruk Kelola 145 Website untuk Hindari Pemblokiran
Jalan Jenderal Sudirman...
Jalan Jenderal Sudirman Ditutup Jelang Puncak HUT ke-499 Jakarta di Bundaran HI, Ini Titik Kantong Parkirnya
Berita Terkini
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved