Laut Kaspia Jadi Kunci bagi Iran untuk Memenangkan Perang, Berikut 6 Faktanya

Senin, 11 Mei 2026 - 03:30 WIB
loading...
A A A
Serangan itu dilaporkan sebagai operasi militer pertama Israel di Laut Kaspia.

“Tujuan terpenting dari serangan ini adalah untuk membatasi penyelundupan Rusia dan menunjukkan kepada Iran bahwa mereka tidak memiliki pertahanan laut di Kaspia,” kata mantan komandan angkatan laut Israel Eliezer Marum kepada WSJ.

6. Jadi Titik Buta

Koridor Rusia-Iran yang meluas juga mengungkap titik buta strategis bagi Amerika Serikat.

Luke Coffey dari Hudson Institute mengatakan kepada NYT bahwa para pembuat kebijakan Amerika secara historis kurang memperhatikan wilayah Kaspia meskipun signifikansi militernya semakin meningkat.

“Bagi para pembuat kebijakan Amerika, Kaspia adalah lubang hitam geopolitik,” katanya.

Tantangan itu semakin intensif sejak perang Rusia di Ukraina pada tahun 2022, ketika para analis pertama kali mengamati peningkatan lalu lintas "kapal gelap" dan peningkatan aliran kargo militer antara Iran dan Rusia melalui laut pedalaman tersebut.

Pada Januari 2025, Moskow dan Teheran menandatangani perjanjian kerja sama yang komprehensif yang menurut para pejabat Barat semakin memperkuat pertahanan dan berbagi teknologi antara kedua negara.

Meskipun volume perdagangan Kaspia masih belum dapat menyamai skala perdagangan yang pernah bergerak melalui Hormuz, para analis mengatakan rute pedalaman tersebut telah menjadi sangat berharga secara strategis karena sebagian besar berada di luar jangkauan militer Barat.

Dan itulah, menurut para ahli, alasan mengapa Israel memutuskan untuk membomnya.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Apakah Strategi Panas...
Apakah Strategi Panas dan Dingin yang dilakukan Trump untuk Menekan Iran Bisa Sukses?
Pasukan Khusus AS Siapkan...
Pasukan Khusus AS Siapkan Operasi Perebutan Bom Nuklir Iran, Ini 7 Strateginya
Viral di Media Sosial,...
Viral di Media Sosial, Jet Tempur AS Diduga Jatuh di Iran pada Serangan ke-13
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
Memanas, Kuwait dan...
Memanas, Kuwait dan Bahrain Lancarkan Serangan Udara ke Iran
Biaya Logistik Global...
Biaya Logistik Global Menggila, Ancaman Inflasi Tak Hanya dari Harga Minyak
Iran Klaim Serang Aset...
Iran Klaim Serang Aset Militer AS di Bahrain, Yordania, dan Kuwait
Lagi, Houthi Serang...
Lagi, Houthi Serang Kapal Tanker Saudi di Laut Merah
Rekomendasi
Mantan Ketua MK Sebut...
Mantan Ketua MK Sebut Kondisi Indonesia Suram: Hukum Sangat Tajam ke Bawah, tapi Tumpul ke Atas
Ekonomi Restoratif Digagas...
Ekonomi Restoratif Digagas Jadi Jembatan Pembangunan Hijau Berkelanjutan
PGE Raih Fasilitas Pendanaan...
PGE Raih Fasilitas Pendanaan USD75 Juta Percepat Proyek Panas Bumi
Berita Terkini
5 Fakta Pidato Trump...
5 Fakta Pidato Trump di Jamuan Jurnalis Gedung Putih, Ingin Jadi Capres pada Pilpres Mendatang
Apakah Strategi Panas...
Apakah Strategi Panas dan Dingin yang dilakukan Trump untuk Menekan Iran Bisa Sukses?
Pasukan Khusus AS Siapkan...
Pasukan Khusus AS Siapkan Operasi Perebutan Bom Nuklir Iran, Ini 7 Strateginya
Setelah Ribuan Gen Z...
Setelah Ribuan Gen Z Berdemo selama Berminggu-minggu, Menteri Pendidikan India Mundur
Viral di Media Sosial,...
Viral di Media Sosial, Jet Tempur AS Diduga Jatuh di Iran pada Serangan ke-13
Siapa Yu Deng dan Hong...
Siapa Yu Deng dan Hong Wang? Matematikawan China yang Memecahkan Masalah Paling Sulit di Dunia
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved