Tak Ingin Iran Intervensi di Negara Mayoritas Syiah Ini, 41 Agen IRGC DItangkap

Sabtu, 09 Mei 2026 - 21:25 WIB
loading...
Tak Ingin Iran Intervensi...
Bahrain tangkap 41 agen IRGC. Foto/X
A A A
TEHERAN - Kementerian Dalam Negeri Bahrain mengatakan pihak berwenang keamanan telah menangkap 41 orang yang diduga terkait dengan Garda Revolusi Iran, menyusul penyelidikan terhadap kasus-kasus yang melibatkan kontak dengan entitas asing dan ekspresi dukungan terhadap agresi Iran. Bahrain merupakan negara dengan mayoritas penduduknya Syiah, namun pemerintahannya dikuasai Sunni.

Menurut kementerian, investigasi dan laporan keamanan mengungkap sebuah organisasi yang terkait dengan Garda Revolusi Iran dan ideologi “Wilayat Al Faqih”, sebuah doktrin politik-agama yang menjadi inti sistem pemerintahan Iran.

Pihak berwenang mengatakan 41 tersangka adalah anggota “organisasi utama” kelompok tersebut dan telah ditahan, sementara proses hukum terhadap mereka sedang berlangsung.

Badan keamanan juga terus melakukan operasi pencarian dan investigasi untuk mengidentifikasi orang lain yang diduga terlibat dalam jaringan tersebut atau melakukan kegiatan yang dianggap melanggar hukum Bahrain.



Pernyataan tersebut, yang disiarkan oleh Bahrain News Agency, tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang dugaan kegiatan kelompok tersebut, identitas mereka yang ditangkap, atau kapan penangkapan tersebut terjadi.

Sementara itu, seperti yang dilaporkan oleh World News (2/3), analisis citra satelit terbaru menunjukkan kerusakan parah di markas Armada Kelima Angkatan Laut AS (Naval Support Activity Bahrain) di Manama. Perbandingan visual citra satelit menunjukkan bahwa dua kubah radar utama dan sejumlah struktur besar di pangkalan militer tersebut tampaknya telah hancur total akibat serangan udara.

Kerusakan skala besar ini menyusul eskalasi militer yang mematikan selama akhir pekan. Seperti yang dikutip oleh gcaptain.com (28/2), rentetan rudal dan drone kamikaze yang diluncurkan oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dengan kode nama "Truthful Promise 4" menghantam pusat layanan pangkalan tersebut dengan tepat pada hari Sabtu (28/2).

Serangan tersebut memicu asap hitam tebal dari fasilitas penyimpanan bahan bakar di Manama. Balasan destruktif Teheran ini merupakan respons langsung terhadap operasi tempur gabungan skala besar AS dan Israel yang diluncurkan pada Sabtu pagi.

Karena markas besar armada terletak di Manama, dekat dengan daerah sipil, setiap serangan terhadap atau di dekat fasilitas tersebut membawa implikasi langsung terhadap keamanan dan infrastruktur sipil negara tuan rumah. Pemerintah Bahrain menggambarkan serangan itu bukan hanya sebagai insiden militer tetapi sebagai pelanggaran langsung terhadap kedaulatan nasional.

Serangan itu juga tampaknya dimaksudkan untuk memaksa Washington dan sekutunya untuk menilai kembali biaya dan risiko tindakan militer lebih lanjut terhadap Iran. Dengan menunjukkan kemampuannya untuk menyerang instalasi penting, Teheran berupaya menciptakan efek pencegahan, memberi sinyal bahwa tidak ada langkah militer lebih lanjut yang akan "berbiaya rendah" atau tanpa konsekuensi serius.

Menurut gcaptain.com, serangan di Manama menempatkan jaringan instalasi militer AS di Teluk Persia tepat di garis tembak, dengan potensi konsekuensi geopolitik yang luas. Bahrain bukan sekadar negara kecil, tetapi merupakan jangkar utama pertahanan Barat, dengan beberapa fungsi vital:

Pusat komando angkatan laut AS: Naval Support Activity Bahrain adalah pangkalan militer AS terpenting di Timur Tengah. Pangkalan ini berfungsi sebagai jantung operasional dan pelabuhan utama bagi kapal perang, kapal penanggulangan ranjau laut, dan kapal pendukung logistik dalam armada Washington.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
ANCAMAN KERAS IRAN!...
ANCAMAN KERAS IRAN! Kirim Pesan Menghancurkan, Tantang AS Perang Terbuka!
Pesawat Pembawa Penerjun...
Pesawat Pembawa Penerjun Payung Jatuh di Prancis, 11 Orang Tewas
AS dan Iran Sepakat...
AS dan Iran Sepakat Hentikan Serangan, Berunding di Qatar 30 Juni
Rekomendasi
SIG Berdayakan UMKM...
SIG Berdayakan UMKM Berbasis Potensi Lokal di Tuban
Mengemudikan Mobil Manual...
Mengemudikan Mobil Manual Lebih Menyehatkan Otak Dibandingkan Otomatis
Jerman vs Paraguay:...
Jerman vs Paraguay: Menanti 3 Rekor Der Panzer
Berita Terkini
Jerman Diguncang Penembakan,...
Jerman Diguncang Penembakan, 6 Orang Tewas
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved