Maraton Palestina Digelar Lagi setelah Jeda 2 Tahun akibat Perang Gaza
Jum'at, 08 Mei 2026 - 20:30 WIB
loading...
Warga Palestina, termasuk mereka yang kehilangan anggota tubuh akibat serangan Israel, berpartisipasi dalam maraton yang diselenggarakan dengan slogan Lari untuk Kebebasan di Kota Gaza, Gaza, Palestina pada 8 Mei 2026. Foto/Abdalhkem Abu Riash/Anadolu A
A
A
A
JALUR GAZA - Edisi ke-10 Maraton Internasional Palestina dimulai pada hari Jumat (8/5/2026) di kota Betlehem, Tepi Barat yang diduduki, bersamaan dengan perlombaan paralel di Jalur Gaza. Ajang itu digelar setelah jeda dua tahun karena perang Israel di Gaza.
Maraton penuh sejauh 42,195 kilometer dimulai pukul 6 pagi waktu setempat (0300 GMT).
Ribuan pelari Palestina dan internasional berkumpul di luar Gereja Kelahiran di pusat Betlehem, titik awal perlombaan.
Koordinator maraton Itidal Abdul Ghani mengatakan kepada Anadolu bahwa edisi tahun ini menyerukan "persatuan tanah air."
Maraton terpisah sejauh 5 kilometer juga diadakan di pusat Gaza dari Jembatan Wadi Gaza ke utara, katanya.
Panitia juga mengadakan maraton virtual di beberapa negara antara tanggal 17 dan 21 April, dengan lebih dari 5.000 peserta dari 88 negara.
“Jumlah peserta melebihi 13.000, termasuk 2.523 pelari di Gaza dan sekitar 1.000 peserta asing dari 75 negara,” kata Ghani.
Maraton ini mencakup lomba lari sejauh 42,195 kilometer, 21 kilometer, dan 10 kilometer, selain lomba lari keluarga sejauh 5 kilometer.
Acara ini diselenggarakan Dewan Tinggi Pemuda dan Olahraga Palestina, Komite Olimpiade Palestina, dan Pemerintah Kota Bethlehem.
Kembalinya maraton tahun ini terjadi di tengah pelanggaran gencatan senjata Israel yang terus berlanjut di Gaza dan meningkatnya kekerasan di Tepi Barat yang diduduki sejak Oktober 2023.
Menurut data Palestina, sebanyak 1.155 warga Palestina telah tewas dan hampir 11.750 terluka di Tepi Barat sejak dimulainya perang Gaza, bersamaan dengan sekitar 22.000 penangkapan.
Di Gaza, lebih dari 72.000 warga Palestina telah tewas dan lebih dari 172.000 terluka selama genosida Israel, menurut otoritas Palestina.
Baca juga: Iran Tuding AS Langgar Gencatan Senjata dengan Serang Kapal Tanker di Selat Hormuz
Maraton penuh sejauh 42,195 kilometer dimulai pukul 6 pagi waktu setempat (0300 GMT).
Ribuan pelari Palestina dan internasional berkumpul di luar Gereja Kelahiran di pusat Betlehem, titik awal perlombaan.
Koordinator maraton Itidal Abdul Ghani mengatakan kepada Anadolu bahwa edisi tahun ini menyerukan "persatuan tanah air."
Maraton terpisah sejauh 5 kilometer juga diadakan di pusat Gaza dari Jembatan Wadi Gaza ke utara, katanya.
Panitia juga mengadakan maraton virtual di beberapa negara antara tanggal 17 dan 21 April, dengan lebih dari 5.000 peserta dari 88 negara.
“Jumlah peserta melebihi 13.000, termasuk 2.523 pelari di Gaza dan sekitar 1.000 peserta asing dari 75 negara,” kata Ghani.
Maraton ini mencakup lomba lari sejauh 42,195 kilometer, 21 kilometer, dan 10 kilometer, selain lomba lari keluarga sejauh 5 kilometer.
Acara ini diselenggarakan Dewan Tinggi Pemuda dan Olahraga Palestina, Komite Olimpiade Palestina, dan Pemerintah Kota Bethlehem.
Kembalinya maraton tahun ini terjadi di tengah pelanggaran gencatan senjata Israel yang terus berlanjut di Gaza dan meningkatnya kekerasan di Tepi Barat yang diduduki sejak Oktober 2023.
Menurut data Palestina, sebanyak 1.155 warga Palestina telah tewas dan hampir 11.750 terluka di Tepi Barat sejak dimulainya perang Gaza, bersamaan dengan sekitar 22.000 penangkapan.
Di Gaza, lebih dari 72.000 warga Palestina telah tewas dan lebih dari 172.000 terluka selama genosida Israel, menurut otoritas Palestina.
Baca juga: Iran Tuding AS Langgar Gencatan Senjata dengan Serang Kapal Tanker di Selat Hormuz
(sya)
Lihat Juga :