Para Pemimpin Asia Tenggara Bahas Cara Hadapi Dampak Perang Iran di KTT ASEAN

Jum'at, 08 Mei 2026 - 17:53 WIB
loading...
A A A
Manila mendeklarasikan keadaan darurat nasional pada bulan Maret di tengah kekurangan energi yang terkait dengan perang, sementara negara-negara termasuk Thailand, Vietnam, Indonesia, dan Malaysia telah menerapkan berbagai langkah penghematan energi seperti pembatasan harga dan skema kerja dari rumah.

Perusahaan petrokimia di Indonesia, Thailand, dan Singapura juga telah mendeklarasikan keadaan kahar (force majeure) untuk membebaskan diri dari tanggung jawab atas kontrak mereka karena kekuatan di luar kendali mereka.

Tan Hsien-Li, ahli ASEAN di Fakultas Hukum NUS di Singapura, mengatakan ia memperkirakan blok tersebut akan mendorong lebih banyak kerja sama ekonomi secara internal dan dengan “mitra dialog atau organisasi regional yang berpikiran sama di Amerika Latin atau Asia-Pasifik”.

Tan mengatakan ia mengharapkan lebih banyak “hasil substantif” daripada yang biasanya terjadi pada KTT ASEAN.

“Semoga, implementasi yang lebih besar dari perjanjian kerja sama yang ada terkait dengan Komunitas Ekonomi ASEAN, serta tindakan tegas mengenai Jaringan Listrik ASEAN dan Perjanjian Kerangka Kerja Ekonomi Digital ASEAN yang masih dalam tahap negosiasi,” katanya kepada Al Jazeera.

Pernyataan bersama ASEAN juga kemungkinan akan menekankan pentingnya hukum internasional, kedaulatan nasional, dan kebebasan navigasi, menurut draf tersebut.

Banyak anggota ASEAN yang memiliki kekhawatiran tentang klaim teritorial China yang luas di Laut China Selatan, yang, seperti Selat Hormuz, merupakan jalur air penting untuk perdagangan internasional.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Wapres AS JD Vance:...
Wapres AS JD Vance: Mengkritik Israel Bukan Berarti Anti-Semit
Rekomendasi
Kisah Nabi Daud Bertobat...
Kisah Nabi Daud Bertobat 40 Hari 40 Malam, Diampuni Allah pada 10 Muharram
PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang,...
PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang, Golkar: Entah Apa yang Diseimbangkan, Nanti Rakyat yang Menilai
Perang Berdarah SUV...
Perang Berdarah SUV Listrik: Leapmotor B10 Masuk di Bawah Rp 500 Juta, Siapa Terjungkal?
Berita Terkini
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Infografis
Ini 5 Gaji Para Pelatih...
Ini 5 Gaji Para Pelatih Timnas di Kawasan Asia Tenggara
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved