Pejabat Iran Ejek Para Pemimpin AS: Hanya Jual Khayalan sebagai Prestasi
Rabu, 06 Mei 2026 - 08:10 WIB
loading...
A
A
A
Sebelumnya, Presiden Iran Pezeshkian mengatakan AS mengambil pendekatan yang kontradiktif dalam hal negosiasi.
“Masalah kita adalah bahwa di satu sisi, Amerika mengejar kebijakan tekanan maksimum terhadap negara kita dan di sisi lain, mereka mengharapkan Iran untuk datang ke meja perundingan dan tunduk pada tuntutan sepihak mereka. Persamaan seperti itu mustahil,” kata Pezeshkian seperti dikutip oleh kantor berita negara IRNA.
Selanjutnya, seorang juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, Ebrahim Zolfaghari mengklaim bahwa angkatan bersenjata Iran tidak melakukan operasi rudal atau drone terhadap UEA dalam beberapa hari terakhir.
Ebrahim Zolfaghari, juru bicara tersebut, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa UEA tidak boleh “menjadi sarang bagi Amerika dan Zionis serta pasukan dan peralatan militer mereka”.
Menurut juru bicara tersebut, Iran telah menjadi sasaran “serangan media yang tidak adil, tuduhan tanpa dasar, dan propaganda” oleh UEA, dan negara Teluk tersebut telah menjadi “salah satu basis utama bagi Amerika dan Zionis, sebagai musuh dunia Islam dan penyebab utama ketidakamanan di kawasan tersebut”.
“Masalah kita adalah bahwa di satu sisi, Amerika mengejar kebijakan tekanan maksimum terhadap negara kita dan di sisi lain, mereka mengharapkan Iran untuk datang ke meja perundingan dan tunduk pada tuntutan sepihak mereka. Persamaan seperti itu mustahil,” kata Pezeshkian seperti dikutip oleh kantor berita negara IRNA.
Selanjutnya, seorang juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, Ebrahim Zolfaghari mengklaim bahwa angkatan bersenjata Iran tidak melakukan operasi rudal atau drone terhadap UEA dalam beberapa hari terakhir.
Ebrahim Zolfaghari, juru bicara tersebut, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa UEA tidak boleh “menjadi sarang bagi Amerika dan Zionis serta pasukan dan peralatan militer mereka”.
Menurut juru bicara tersebut, Iran telah menjadi sasaran “serangan media yang tidak adil, tuduhan tanpa dasar, dan propaganda” oleh UEA, dan negara Teluk tersebut telah menjadi “salah satu basis utama bagi Amerika dan Zionis, sebagai musuh dunia Islam dan penyebab utama ketidakamanan di kawasan tersebut”.
Lihat Juga :