AS dan Iran yang Perang, Mengapa UEA yang Diserang Teheran?

Selasa, 05 Mei 2026 - 08:54 WIB
loading...
AS dan Iran yang Perang,...
Kebakaran besar melanda Zona Industri Perminyakan Fujairah di Uni Emirat Arab setelah diserang drone-drone Iran pada hari Senin. Foto/X via Press TV
A A A
TEHERAN - Uni Emirat Arab (UEA) geram setelah diserang oleh 12 rudal balistik, tiga rudal jelajah, dan empat drone yang diluncurkan dari Iran pada hari Senin. Padahal, pihak yang berperang saat ini adalah Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel—yang sedang memasuki fase gencatan senjata sejak 8 April.

Drone-drone Iran tersebut menyerang Zona Industri Perminyakan Fujairah di UEA, memicu kebakaran besar dan menyebabkan tiga orang terluka. Tiga korban tersebut diidentifikasi sebagai warga negara India.

Baca Juga: Iran Serang Situs Minyak Uni Emirat Arab, Picu Kebakaran Besar

Kementerian Luar Negeri UEA mengutuk apa yang disebutnya sebagai "agresi Iran yang diperbarui". Laporan lain dari CNN menyebutkan bahwa sistem pertahanan rudal Iron Dome Israel berhasil mencegat rudal Iran di atas UEA pada hari Senin.

Kementerian Pertahanan UEA mengeklaim sistem pertahanan udara Emirat telah mencegat rudal-rudal dan drone yang diluncurkan dari Iran.

Serangan terhadap UEA ini terjadi ketika AS dan Iran saling serang di Selat Hormuz. Ini sebagai imbas dari langkah Presiden AS Donald Trump yang meluncurkan "Project Freedom" atau "Proyek Kebebasan" untuk "membebaskan" Selat Hormuz yang ditutup Iran. Upaya ini melibatkan pengerahan lebih dari 100 pesawat, kapal perang, sistem tempur bawah laut dan ribuan tentara Amerika.

Iran mengeklaim telah menyerang kapal perang AS dengan rudal, namun Komando Pusat AS atau CENTCOM menolak klaim tersebut.

Sebaliknya, CENTCOM mengeklaim telah menenggelamkan enam kapal kecil Iran. Teheran membantah klaim tersebut sebagai "bualan palsu".

Terlepas dari aksi saling serang AS dan Iran, mengapa Teheran menyerang UEA?

Mengutip sumber militer senior, Lembaga Penyiaran Republik Islam Iran (IRIB) mengatakan bahwa angkatan bersenjata Iran tidak memiliki rencana yang direncanakan sebelumnya untuk menyerang fasilitas minyak DI UEA.

“Apa yang terjadi adalah akibat dari petualangan militer AS untuk menciptakan koridor bagi jalur pelayaran ilegal kapal melalui jalur air terlarang di Selat Hormuz,” kata sumber tersebut, Selasa (5/5/2026).

Dia mengatakan militer Amerika harus bertanggung jawab atas insiden tersebut, mengecam Washington karena secara sembrono membahayakan stabilitas regional.

Dalam teguran keras terhadap kebijakan luar negeri AS yang telah memicu ketegangan yang belum pernah terjadi sebelumnya di kawasan tersebut, sumber tersebut menyerukan kepada para pejabat Amerika untuk mengubah pendekatan mereka.

“Para politisi Amerika harus mengakhiri perilaku buruk menggunakan kekerasan dalam proses diplomatik dan menghentikan petualangan militer di wilayah minyak yang sensitif ini, yang memengaruhi perekonomian negara-negara di seluruh dunia,” katanya.

Sumber militer Iran lainnya mengatakan kepada Tasnim News Agency bahwa belum ada ancaman resmi yang diumumkan oleh UEA, namun Emirat sudah lama diperingatkan akan menjadi target karena kebijakannya yang pro-Israel.

“Namun, jika Emirat menjadi pion Israel dan melakukan kesalahan, mereka akan belajar pelajaran yang tidak akan pernah mereka lupakan,” kata sumber tersebut.

Dia memperingatkan bahwa jika UEA mengambil tindakan yang tidak rasional, semua kepentingannya akan menjadi sasaran Iran, dan tidak ada bagian dari fasilitas Emirat yang akan aman.

“UEA tahu bahwa mereka sedang berada di posisi yang sangat rentan dan ketidakamanan adalah racun mutlak bagi mereka. Jika mereka ingin mengulangi kesalahan perang 40 hari, kami akan sepenuhnya mengabaikan pengekangan dan menangani sarang Zionis ini seolah-olah mereka adalah bagian dari rezim Zionis,” imbuh sumber militer Iran tersebut.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hamas Bubarkan Pemerintahannya...
Hamas Bubarkan Pemerintahannya di Gaza, Bagaimana Selanjutnya?
Desa-desa Kristen Lebanon...
Desa-desa Kristen Lebanon Tolak Klaim Pencaplokan Netanyahu: Sama Sekali Salah
Israel Berencana Bangun...
Israel Berencana Bangun 40 Pos Permukiman Baru di Sepanjang Perbatasan Yordania
Hindari Teluk, Irak...
Hindari Teluk, Irak Bersiap Buka Lagi Jalur Darat Suriah untuk Ekspor Minyak
Hamas Peringatkan Upaya...
Hamas Peringatkan Upaya Israel Ciptakan Kekosongan Pemerintahan di Gaza
Trump Bela Intervensinya...
Trump Bela Intervensinya yang Batalkan Kartu Merah Striker AS di Piala Dunia
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
Bus Jatuh ke Jurang...
Bus Jatuh ke Jurang Tewaskan Setidaknya 40 Orang di Pakistan
China Uji Coba Rudal...
China Uji Coba Rudal di Samudra Pasifik usai Australia-Fiji Teken Kerja Sama Pertahanan
Rekomendasi
Messi Gagal Penalti,...
Messi Gagal Penalti, Argentina Kena Mental dan Tertinggal 0-1 dari Mesir
Kinerja BUMN Menguat,...
Kinerja BUMN Menguat, Muncul Motor Pertumbuhan Baru
10 Momen Cristiano Ronaldo...
10 Momen Cristiano Ronaldo di Piala Dunia Terakhirnya
Berita Terkini
Apa itu Administrasi...
Apa itu Administrasi Gaza yang Baru setelah Pemerintahan Hamas Bubar?
Hamas Bubarkan Pemerintahannya...
Hamas Bubarkan Pemerintahannya di Gaza, Bagaimana Selanjutnya?
Desa-desa Kristen Lebanon...
Desa-desa Kristen Lebanon Tolak Klaim Pencaplokan Netanyahu: Sama Sekali Salah
Israel Berencana Bangun...
Israel Berencana Bangun 40 Pos Permukiman Baru di Sepanjang Perbatasan Yordania
Hindari Teluk, Irak...
Hindari Teluk, Irak Bersiap Buka Lagi Jalur Darat Suriah untuk Ekspor Minyak
Hamas Peringatkan Upaya...
Hamas Peringatkan Upaya Israel Ciptakan Kekosongan Pemerintahan di Gaza
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved