Presiden Pezeshkian Peringatkan AS Bisa Serang Iran Lagi selama Negosiasi

Jum'at, 01 Mei 2026 - 17:31 WIB
loading...
Presiden Pezeshkian...
Presiden Iran Masoud Pezeshkian berbicara saat kunjungan dan inspeksi Kementerian Sains, Riset, dan Teknologi di Teheran, Iran pada 19 April 2026. Foto/Kepresidenan Iran/Anadolu Agency
A A A
TEHERAN - Presiden Iran Masoud Pezeshkian memperingatkan Amerika Serikat (AS) dapat menyerang Teheran lagi selama negosiasi. Dia mengatakan kepercayaan terhadap Washington telah "hancur total".

Dalam percakapan telepon dengan Presiden Belarusia Alexander Lukashenko, Pezeshkian mengatakan dialog dan diplomasi selalu menjadi prioritas utama Iran.

“Upaya untuk menyelesaikan perbedaan melalui dialog dan diplomasi dengan tanggung jawab Iran selalu menjadi agenda,” ujar Pezeshkian dalam komentarnya yang disiarkan Press TV milik pemerintah.

Dia menjelaskan, “Tetapi selama negosiasi, Amerika Serikat dan rezim Zionis (Israel) menyerang Iran dua kali, dan ada kemungkinan tindakan tersebut akan terulang – yang telah menyebabkan ketidakpercayaan total Iran terhadap Amerika Serikat.”

AS dan Israel melancarkan serangan bersama terhadap Iran pada Juni 2025 di tengah negosiasi nuklir antara Washington dan Teheran. Iran kembali menjadi sasaran gelombang serangan AS dan Israel pada bulan Februari setelah negosiasi program nuklir Iran.

Lukashenko, di pihak lain, menyatakan keprihatinan atas meningkatnya ketegangan di Teluk dan konsekuensi keamanan serta ekonominya bagi kawasan dan dunia.

Ia menyatakan harapan bahwa perbedaan antara Teheran dan Washington akan diselesaikan melalui dialog dan negosiasi.

AS dan Israel memulai serangan terhadap Iran pada 28 Februari, yang memicu pembalasan dari Teheran terhadap sekutu AS di Teluk dan penutupan Selat Hormuz.

Gencatan senjata diumumkan pada 8 April melalui mediasi Pakistan, diikuti pembicaraan di Islamabad pada 11 April, tetapi kesepakatan tidak dapat dicapai.

Presiden AS Donald Trump kemudian secara sepihak memperpanjang gencatan senjata tanpa kerangka waktu baru, atas permintaan Pakistan.

Ia juga menolak proposal dari Iran, di mana Teheran menyarankan pembukaan kembali Selat Hormuz sambil menyerahkan pertanyaan tentang program nuklirnya untuk negosiasi selanjutnya.

Baca juga: AS Sudah Bombardir Iran 40 Hari, tapi Trump Menolak Menyebutnya sebagai Perang
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Iran Menang Banyak!...
Iran Menang Banyak! Sanksi Dicabut dan Diizinkan Ekspor Minyak
Iran dan AS Sepakati...
Iran dan AS Sepakati Peta Jalan untuk Mengakhiri Perang
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Ledakan Dahsyat Guncang...
Ledakan Dahsyat Guncang Situs LNG Qatar, 54 Orang Terluka, 18 Hilang
Perjalanan Berliku Iran...
Perjalanan Berliku Iran Tulis Sejarah di Piala Dunia 2026
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
PM Belanda Rob Jetten...
PM Belanda Rob Jetten Minta Maaf kepada Tentara Maluku
Rekomendasi
Wujudkan Liburan Impian...
Wujudkan Liburan Impian Tanpa Beban dengan Cashback Rp350.000
Bumerang Bagi Penerimaan...
Bumerang Bagi Penerimaan Negara, Usulan Kenaikan Batas Produksi Rokok Tuai Kritik
Gelontorkan Diskon Tiket...
Gelontorkan Diskon Tiket Transportasi hingga 30%, Pemerintah Siapkan Anggaran Rp1,54 Triliun
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved