Kim Jong-un Puji Tentara Korut karena Ledakkan Diri daripada Ditangkap Pasukan Ukraina
Kamis, 30 April 2026 - 12:48 WIB
loading...
A
A
A
Dalam pidato yang ditujukan kepada pejabat Rusia dan keluarga yang berduka pada upacara penyelesaian monumen untuk menghormati tentara Korea Utara, Kim Jong-un menyebutkan untuk pertama kalinya pengorbanan yang telah dilakukan pasukannya, memuji mereka sebagai pahlawan, menurut transkrip yang diterbitkan oleh kantor berita negara Korea Utara, KCNA, pada hari Senin.
“Bukan hanya para pahlawan yang tanpa ragu memilih jalan peledakkan diri dan bunuh diri untuk membela kehormatan besar, tetapi juga mereka yang gugur saat menyerang di garis depan pertempuran,” katanya.
Kim Jong-un mengatakan mereka yang selamat juga adalah patriot. “Mereka yang merintih frustrasi karena gagal memenuhi tugas mereka sebagai tentara daripada menderita kesengsaraan tubuh mereka yang terkoyak oleh peluru dan bom...mereka juga dapat disebut sebagai pejuang dan patriot setia partai," paparnya, sebagaimana dikutip dari The Guardian, Kamis (30/4/2026).
Pyongyang telah mengirim jutaan peluru artileri dan sejumlah besar rudal balistik jarak pendek ke Rusia. Sebagai imbalannya, mereka telah menerima bantuan ekonomi dan teknologi militer dari Moskow, menurut penilaian intelijen Korea Selatan.
Angkatan bersenjata Rusia merebut kembali wilayah Sudzha dari pasukan Ukraina pada musim semi 2025. Kemajuan lintas perbatasan pasukan Kyiv itu memalukan bagi Kremlin dan pertama kalinya tank asing memasuki wilayah Rusia sejak Perang Dunia II.
“Bukan hanya para pahlawan yang tanpa ragu memilih jalan peledakkan diri dan bunuh diri untuk membela kehormatan besar, tetapi juga mereka yang gugur saat menyerang di garis depan pertempuran,” katanya.
Kim Jong-un mengatakan mereka yang selamat juga adalah patriot. “Mereka yang merintih frustrasi karena gagal memenuhi tugas mereka sebagai tentara daripada menderita kesengsaraan tubuh mereka yang terkoyak oleh peluru dan bom...mereka juga dapat disebut sebagai pejuang dan patriot setia partai," paparnya, sebagaimana dikutip dari The Guardian, Kamis (30/4/2026).
Pyongyang telah mengirim jutaan peluru artileri dan sejumlah besar rudal balistik jarak pendek ke Rusia. Sebagai imbalannya, mereka telah menerima bantuan ekonomi dan teknologi militer dari Moskow, menurut penilaian intelijen Korea Selatan.
Angkatan bersenjata Rusia merebut kembali wilayah Sudzha dari pasukan Ukraina pada musim semi 2025. Kemajuan lintas perbatasan pasukan Kyiv itu memalukan bagi Kremlin dan pertama kalinya tank asing memasuki wilayah Rusia sejak Perang Dunia II.
(mas)
Lihat Juga :