Komedian Jimmy Kimmel Sebut Ibu Negara AS Melania seperti Janda Sedang Hamil, Trump Marah

Selasa, 28 April 2026 - 08:57 WIB
loading...
Komedian Jimmy Kimmel...
Presiden AS Donald Trump marah usai komedian Jimmy Kimmel sebut Ibu Negara Melania Trump seperti janda yang sedang hamil. Foto/White House
A A A
WASHINGTON - Komedian Jimmy Kimmel telah membuat Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Ibu Negara Melania Trump marah. Musababnya, Kimmel dalam lelucon monolognya menyebut Melania seperti janda yang sedang hamil.

Kimmel membuat lelucon itu Kamis lalu, sebelum insiden penembakan di White House Correspondents Dinner di Washington Hilton Hotel pada Sabtu malam yang dihadiri Trump.

Baca Juga: Trump Merespons Manifesto Tersangka Penembakan: Saya Bukan Pemerkosa, Saya Bukan Pedofil!

Dalam sebuah monolog, Kimmel menggambarkan dirinya sebagai MC dari jamuan makan malam yang akan datang tersebut. Termasuk segmen di mana dia menyapa ibu negara di antara hadirin dan berkata, "Nyonya Trump, Anda memiliki aura seperti janda yang sedang hamil."

Trump akan berusia 80 tahun pada bulan Juni dan merupakan presiden tertua yang pernah menjabat di Amerika Serikat. Istrinya, mantan model yang lahir di Slovenia, berusia 56 tahun.

"Saya menghargai bahwa begitu banyak orang marah dengan seruan Kimmel yang tercela untuk melakukan kekerasan, dan biasanya saya tidak akan menanggapi apa pun yang dia katakan, tetapi ini adalah sesuatu yang jauh melampaui batas," tulis Trump di platform Truth Social miliknya.

"Jimmy Kimmel harus segera dipecat oleh Disney dan ABC," lanjut Trump, merujuk pada perusahaan induk ABC; Disney.

Menyerang Kimmel di X pada hari Senin, Melania mengatakan: "Monolog Kimmel tentang keluarga saya bukanlah komedi—kata-katanya bersifat korosif dan memperdalam penyakit politik di Amerika."

Kultus Kebencian


Sebagai pembawa acara komedi larut malam yang terkenal, Kimmel telah menjadi pusat perdebatan tentang kebebasan berbicara yang dilindungi secara konstitusional.

Kimmel sempat diskors dari acaranya di jaringan ABC September lalu setelah tekanan pemerintah karena dia mengatakan gerakan MAGA [Make America Great Again] sayap kanan Trump mencoba memanfaatkan pembunuhan influencer Charlie Kirk untuk kepentingan politik.

"Seorang pengecut, Kimmel bersembunyi di balik ABC karena dia tahu jaringan itu akan terus melindunginya," imbuh Melania.

"Cukup sudah. Sudah saatnya ABC mengambil sikap. Berapa kali lagi kepemimpinan ABC akan membiarkan perilaku keji Kimmel dengan mengorbankan komunitas kita?"

Meskipun Trump mengambil nada yang jarang terjadi dan lebih lunak terhadap media dalam konferensi pers setelah penembakan di acara gala dinner, Gedung Putih sejak itu memperkeras pendiriannya.

"Kultus kebencian sayap kiri terhadap presiden dan semua orang yang mendukung dan bekerja untuknya telah menyebabkan banyak orang terluka dan terbunuh, dan hampir terjadi lagi akhir pekan ini," kata Sekretaris Pers Karoline Leavitt dalam sebuah briefing.

Trump sendiri telah melampaui batasan preseden kepresidenan dalam hal menggunakan bahasa terhadap lawan politik yang menurut para kritikus bersifat memecah belah dan terkadang kasar.

Namun Leavitt, yang berada di panggung bersama Trump saat jamuan makan malam ketika insiden itu terjadi, mengatakan bahwa telah terjadi "pendemonisasian sistemik" terhadap presiden berusia 79 tahun itu.

"Tidak ada seorang pun dalam beberapa tahun terakhir yang menghadapi lebih banyak peluru dan kekerasan daripada Presiden Trump," kata Leavitt, yang kembali dari cuti melahirkan untuk memimpin pengarahan di Gedung Putih.

"Mereka yang terus-menerus, secara salah melabeli dan memfitnah presiden sebagai seorang fasis, sebagai ancaman terhadap demokrasi, dan membandingkannya dengan Hitler untuk mendapatkan poin politik, sedang memicu kekerasan semacam ini," imbuh dia, seperti dikutip AFP, Selasa (28/4/2026).
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jerman Berani Menolak...
Jerman Berani Menolak Loyal pada AS: 'Sesama Anggota NATO Jangan Mendikte!'
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Ini Detail Cekcok Trump...
Ini Detail Cekcok Trump dan Mohammed bin Salman Gara-gara Perang Iran
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
AS Pertimbangkan Tarik...
AS Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Arab Saudi, Berseteru Gara-gara Perang Iran
Pasokan Minyak Iran...
Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
Ayah dan Anak Diselamatkan...
Ayah dan Anak Diselamatkan Setelah 4 Hari Terkubur Reruntuhan Bangunan Pasca-gempa Venezuela
Keajaiban Gempa Venezuela,...
Keajaiban Gempa Venezuela, Pria Ini Selamat Setelah Terkubur 8 Hari di Reruntuhan Gedung 9 Lantai
Rekomendasi
OTT di Sumut, KPK Tangkap...
OTT di Sumut, KPK Tangkap Bupati Langkat Syah Afandin
GWM Tank 300 Facelift...
GWM Tank 300 Facelift Terungkap, Jangkauan EV 200 km Kemampuan Off-Road Ditingkatkan
Portugal Lolos ke 16...
Portugal Lolos ke 16 Besar Usai Singkirkan Kroasia, Ronaldo Cetak Rekor Baru
Berita Terkini
Komika Turki Ditangkap...
Komika Turki Ditangkap atas Tuduhan Menghina Islam dan Erdogan
Jerman Berani Menolak...
Jerman Berani Menolak Loyal pada AS: 'Sesama Anggota NATO Jangan Mendikte!'
Ledakan Bom Guncang...
Ledakan Bom Guncang Kafe di Ibu Kota Suriah, 9 Orang Tewas, Mayat-mayat Tergeletak
Islam Melarang Pembalseman,...
Islam Melarang Pembalseman, Bagaimana Iran Mangawetkan Jenazah Khamenei sejak Februari?
Serangan Rudal Gila-gilaan...
Serangan Rudal Gila-gilaan Rusia Gempur Ibu Kota Ukraina, 27 Orang Tewas
PBB Perkirakan Pembersihan...
PBB Perkirakan Pembersihan Puing-puing Gaza Perlu Waktu Lebih dari 140 Tahun
Infografis
Daftar Lengkap 14 Negara...
Daftar Lengkap 14 Negara yang Diancam Tarif Baru Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved