Komedian Jimmy Kimmel Sebut Ibu Negara AS Melania seperti Janda Sedang Hamil, Trump Marah
Selasa, 28 April 2026 - 08:57 WIB
loading...
A
A
A
"Kultus kebencian sayap kiri terhadap presiden dan semua orang yang mendukung dan bekerja untuknya telah menyebabkan banyak orang terluka dan terbunuh, dan hampir terjadi lagi akhir pekan ini," kata Sekretaris Pers Karoline Leavitt dalam sebuah briefing.
Trump sendiri telah melampaui batasan preseden kepresidenan dalam hal menggunakan bahasa terhadap lawan politik yang menurut para kritikus bersifat memecah belah dan terkadang kasar.
Namun Leavitt, yang berada di panggung bersama Trump saat jamuan makan malam ketika insiden itu terjadi, mengatakan bahwa telah terjadi "pendemonisasian sistemik" terhadap presiden berusia 79 tahun itu.
"Tidak ada seorang pun dalam beberapa tahun terakhir yang menghadapi lebih banyak peluru dan kekerasan daripada Presiden Trump," kata Leavitt, yang kembali dari cuti melahirkan untuk memimpin pengarahan di Gedung Putih.
"Mereka yang terus-menerus, secara salah melabeli dan memfitnah presiden sebagai seorang fasis, sebagai ancaman terhadap demokrasi, dan membandingkannya dengan Hitler untuk mendapatkan poin politik, sedang memicu kekerasan semacam ini," imbuh dia, seperti dikutip AFP, Selasa (28/4/2026).
Trump sendiri telah melampaui batasan preseden kepresidenan dalam hal menggunakan bahasa terhadap lawan politik yang menurut para kritikus bersifat memecah belah dan terkadang kasar.
Namun Leavitt, yang berada di panggung bersama Trump saat jamuan makan malam ketika insiden itu terjadi, mengatakan bahwa telah terjadi "pendemonisasian sistemik" terhadap presiden berusia 79 tahun itu.
"Tidak ada seorang pun dalam beberapa tahun terakhir yang menghadapi lebih banyak peluru dan kekerasan daripada Presiden Trump," kata Leavitt, yang kembali dari cuti melahirkan untuk memimpin pengarahan di Gedung Putih.
"Mereka yang terus-menerus, secara salah melabeli dan memfitnah presiden sebagai seorang fasis, sebagai ancaman terhadap demokrasi, dan membandingkannya dengan Hitler untuk mendapatkan poin politik, sedang memicu kekerasan semacam ini," imbuh dia, seperti dikutip AFP, Selasa (28/4/2026).
(mas)
Lihat Juga :