Pakar Perang Sebut Militer AS Berpusat pada Komando dan Iran Dipegang Perwira Rendah

Senin, 27 April 2026 - 04:40 WIB
loading...
Pakar Perang Sebut Militer...
Pakar perang sebut militer AS berpusat pada komando, Iran dipegang perwira rendah. Foto/X
A A A
TEHERAN - Mantan Jenderal Mark Kimmitt, mantan komandan CENTCOM AS, mengatakan risiko “kesalahan perhitungan” oleh militer Iran mengancam tidak hanya untuk memulai kembali pertempuran tetapi juga memperburuk keadaan dibandingkan putaran pertama.

Ia mengatakan militer AS “sangat berpusat pada komando”, sementara Garda Revolusi memberi perwira tingkat rendah “banyak keleluasaan”.

“Bayangkan seorang komandan tingkat rendah dari katakanlah 15 kapal cepat mengatakan, ‘Saya pikir sudah waktunya untuk mengambil tindakan sepihak sendiri dan mengejar beberapa kapal Amerika’. Dan jika ada korban jiwa yang signifikan, saya pikir itu tidak hanya akan memulai kembali pertempuran tetapi juga akan sangat meningkatkan intensitas pertempuran,” kata Kimmitt kepada Al Jazeera.



Kemudian, Mohammed Elmasry, seorang profesor di Institut Studi Pascasarjana Doha, menjelaskan bahwa AS jelas mencoba untuk “mengintimidasi Iran agar menyerah”, terutama jika mempertimbangkan daftar 15 poin Washington untuk mengakhiri perang, yang mencakup tuntutan agar Iran membongkar fasilitas nuklir dan menangguhkan program rudal balistiknya.

“Beberapa di antaranya sama sekali tidak dapat diterima dari perspektif Iran; hal itu melanggar garis merah Iran. Sekarang, sejauh mana Amerika akan bersedia bersikap fleksibel, saya pikir itu masih harus dilihat,” kata Elmasry kepada Al Jazeera.

“Saya pikir penting untuk mempertemukan kedua pihak secara langsung untuk diskusi yang berkelanjutan. Diskusi yang mereka lakukan di Islamabad berlangsung sekitar 20 jam; JCPOA [Rencana Aksi Komprehensif Bersama] dinegosiasikan selama bertahun-tahun,” katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
Analis Israel: Kesepakatan...
Analis Israel: Kesepakatan AS-Iran Adalah Kemenangan Besar bagi Teheran
14 Poin Perdamaian Iran...
14 Poin Perdamaian Iran dan AS, Ada Dana Rekonstruksi Senilai Rp5.316 Triliun yang Dibayar Negara-negara Arab
4 Respons Cepat Akibat...
4 Respons Cepat Akibat Perang Iran dan AS Berakhir, Pasar Saham Bergairah dan Harga Minyak Turun
Trump Marahi Netanyahu:...
Trump Marahi Netanyahu: 'Mengapa Harus Lakukan Serangan Sialan Itu?'
Pesawat Terjun Payung...
Pesawat Terjun Payung Jatuh di AS, 12 Orang Tewas
Perang Iran: Dari Bertahan...
Perang Iran: Dari Bertahan Hidup Menjadi Pengatur Kawasan?
Pilu Seorang Ibu Gugat...
Pilu Seorang Ibu Gugat OpenAI Usai Kematian Putrinya Dikaitkan ChatGPT
Detik-Detik 2 Helikopter...
Detik-Detik 2 Helikopter Tabrakan dan Tewaskan Penyanyi Oliver Tree, Menegangkan!
Rekomendasi
Perkuat Ekosistem Pendidikan,...
Perkuat Ekosistem Pendidikan, BTN Teken MoU Strategis dengan UNAIR
Aksi Bersih dan Penghijauan...
Aksi Bersih dan Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
Dukung Program MBG Dilanjutkan,...
Dukung Program MBG Dilanjutkan, Akademisi: Bermanfaat bagi Anak dan Masyarakat
Berita Terkini
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
Analis Israel: Kesepakatan...
Analis Israel: Kesepakatan AS-Iran Adalah Kemenangan Besar bagi Teheran
14 Poin Perdamaian Iran...
14 Poin Perdamaian Iran dan AS, Ada Dana Rekonstruksi Senilai Rp5.316 Triliun yang Dibayar Negara-negara Arab
4 Respons Cepat Akibat...
4 Respons Cepat Akibat Perang Iran dan AS Berakhir, Pasar Saham Bergairah dan Harga Minyak Turun
Trump Marahi Netanyahu:...
Trump Marahi Netanyahu: 'Mengapa Harus Lakukan Serangan Sialan Itu?'
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved