Trump Batalkan Kunjungan 2 Utusan AS ke Pakistan, Pukulan Telak bagi Prospek Perdamaian dengan Iran

Minggu, 26 April 2026 - 05:33 WIB
loading...
Trump Batalkan Kunjungan...
Presiden Donald Trump batalkan kunjungan dua utusan AS ke Pakistan, jadi pukulan telak bagi prospek perdamaian dengan Iran. Foto/White House
A A A
ISLAMABAD - Presiden Donald Trump membatalkan kunjungan dua utusan Amerika Serikat (AS) ke Pakistan pada hari Sabtu. Ini menjadi pukulan telak bagi prospek perdamaian setelah Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi terbang keluar dari Islamabad tanpa berniat bernegosiasi dengan Amerika.

Trump mengatakan dalam sebuah unggahan media sosial bahwa dia telah membatalkan kunjungan yang direncanakan oleh utusan khususnya, Steve Witkoff, dan menantunya, Jared Kushner, dengan alasan apa yang disebutnya sebagai kebingungan besar dalam kepemimpinan Iran.

Baca Juga: Kapal Induk AS Ke-3 Tiba di Dekat Iran, Trump Sebut Teheran Tak Punya Banyak Waktu

“Terlalu banyak waktu terbuang untuk perjalanan, terlalu banyak pekerjaan! Selain itu, ada perselisihan dan kebingungan besar di dalam 'kepemimpinan' mereka. Tidak ada yang tahu siapa yang bertanggung jawab, termasuk mereka sendiri. Selain itu, kita memiliki semua kartu, mereka tidak punya satu pun! Jika mereka ingin berbicara, yang harus mereka lakukan hanyalah menelepon!!!” tulis Trump, seperti dikutip dari Reuters, Minggu (26/4/2026).

Menlu Araghchi sebelumnya meninggalkan ibu kota Pakistan tanpa tanda-tanda terobosan dalam pembicaraan dengan Perdana Menteri (PM) Shehbaz Sharif dan pejabat senior lainnya.

Araghchi kemudian menggambarkan kunjungannya ke Pakistan sebagai "sangat bermanfaat", menambahkan dalam sebuah unggahan media sosial: "Telah berbagi posisi Iran mengenai kerangka kerja yang dapat diterapkan untuk mengakhiri perang di Iran secara permanen. Masih harus dilihat apakah AS benar-benar serius tentang diplomasi."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Setelah Warga Palestina...
Setelah Warga Palestina Diusir, Israel Robohkan Sekolah di Dusun Tepi Barat
AS Serang Jembatan Kereta...
AS Serang Jembatan Kereta Api Strategis yang Hubungkan Iran ke China dan Rusia
Israel Minta Lampu Hijau...
Israel Minta Lampu Hijau AS untuk Serang Iran
Rencana Volkswagen Buat...
Rencana Volkswagen Buat Rudal dengan Rafael Israel Dihalangi Para Investor Qatar
Iran Gempur Pusat Komando...
Iran Gempur Pusat Komando AS dan Pangkalan Udara Yordania dengan 10 Rudal Balistik
Panglima IRGC Sumpah...
Panglima IRGC Sumpah Balas Dendam atas Pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran
Permintaan Minyak Global...
Permintaan Minyak Global Diramal Turun Tajam di 2026, Terburuk sejak Pandemi Covid-19
Kebakaran Pabrik Sepatu...
Kebakaran Pabrik Sepatu di China Tewaskan Setidaknya 28 Orang
Jerman Terpanggang,...
Jerman Terpanggang, Gelombang Panas Tewaskan 5.120 Orang
Rekomendasi
Polri Belum Tetapkan...
Polri Belum Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Batu Bara-Asabri
Jetex dan Republik Manor...
Jetex dan Republik Manor Sinergi Kembangkan Layanan Aviasi Privat di Indonesia
Keterlibatan TNI dalam...
Keterlibatan TNI dalam Penggeledahan Polri 8-10 Juli 2026
Berita Terkini
Setelah Warga Palestina...
Setelah Warga Palestina Diusir, Israel Robohkan Sekolah di Dusun Tepi Barat
AS Serang Jembatan Kereta...
AS Serang Jembatan Kereta Api Strategis yang Hubungkan Iran ke China dan Rusia
Israel Minta Lampu Hijau...
Israel Minta Lampu Hijau AS untuk Serang Iran
Rencana Volkswagen Buat...
Rencana Volkswagen Buat Rudal dengan Rafael Israel Dihalangi Para Investor Qatar
Ukraina Menggila, Pertahanan...
Ukraina Menggila, Pertahanan Udara Rusia Hancurkan 5.000 Drone dalam Sepekan
Iran Gempur Pusat Komando...
Iran Gempur Pusat Komando AS dan Pangkalan Udara Yordania dengan 10 Rudal Balistik
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved