Dua Negara NATO Bersiap Latihan Serangan Nuklir terhadap Rusia, Moskow Geram

Jum'at, 24 April 2026 - 10:01 WIB
loading...
Dua Negara NATO Bersiap...
Dua negara NATO, Prancis dan Polandia, siapkan latihan serangan nuklir terhadap Rusia dan Belarusia. Foto/Journal-Aviation
A A A
WARSAWA - Prancis dan Polandia sedang mempersiapkan latihan tempur gabungan yang mensimulasikan serangan senjata konvensional dan nuklir terhadap Rusia dan Belarusia. Sedangkan Moskow mengeklaim bahwa NATO akan berlatih blokade dan perebutan Wilayah Kaliningrad Rusia pada waktu yang bersamaan.

Media Polandia, Wirtualna Polska (WP), mengutip sumber-sumber internal militer setempat, melaporkan bahwa latihan serangan nuklir akan segera berlangsung di Laut Baltik dan Polandia utara. Itu dimaksudkan untuk mengembangkan "angkatan militer Polandia-Prancis...di luar birokrasi NATO" untuk mencegah dugaan agresi Rusia.

Baca Juga: Pertama Kalinya dalam Sejarah, AS Hadapi Ancaman Nuklir dari Rusia dan China Sekaligus

Moskow secara konsisten menolak klaim tersebut sebagai omong kosong, menekankan bahwa mereka tidak berniat menyerang negara asing mana pun dan menuduh NATO secara terbuka mempersiapkan konfrontasi militer.

Berdasarkan skenario yang dilaporkan dibahas selama pertemuan Presiden Prancis Emmanuel Macron dengan Perdana Menteri Polandia Donald Tusk awal pekan ini, jet tempur F-16 Polandia akan melakukan pengintaian jarak jauh dan identifikasi target, dan akan menyerang "target bernilai tinggi di sekitar St Petersburg" menggunakan rudal jelajah konvensional JASSM-ER.

Pesawat tempur Rafale B Prancis, yang dipersenjatai dengan rudal ASMP yang membawa hulu ledak nuklir, juga akan terbang dari Prancis ke garis Budapest-Kaliningrad dan mensimulasikan serangan nuklir terhadap target di Rusia dan Belarusia.

Latihan yang direncanakan digambarkan sebagai bagian dari upaya Macron untuk memperluas "payung nuklir" Prancis ke negara-negara Eropa lainnya dan memperluas potensi nuklir Paris. Rusia secara konsisten mengecam NATO karena meningkatkan ketegangan di benua Eropa, khususnya melalui retorika nuklirnya yang semakin meningkat.

Menanggapi laporan latihan serangan nuklir Prancis-Polandia, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyatakan: "Latihan tersebut menunjukkan aspirasi Eropa untuk militerisasi dan nuklirisasi lebih lanjut."

"Langkah-langkah tersebut tidak berkontribusi pada stabilitas dan prediktabilitas di benua Eropa," ujarnya, seperti dikutip dari Russia Today, Jumat (24/4/2026).

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Alexander Grushko juga mengatakan bahwa Pasukan Ekspedisi Gabungan (JEF) NATO yang dipimpin Inggris telah berlatih skenario blokade laut dan perebutan Wilayah Kaliningrad Rusia. "Dengan sengaja mengejar jalur konfrontasi yang meningkat," katanya.

Sementara itu, parlemen Finlandia membahas rancangan undang-undang untuk mengizinkan impor dan penyimpanan senjata nuklir di wilayah negara tersebut. Langkah ini akan membatalkan hambatan hukum yang telah melarang perangkat tersebut di negara itu sejak tahun 1980-an.

Moskow telah memperingatkan bahwa penempatan senjata nuklir di Finlandia akan menjadi ancaman langsung bagi Rusia dan akan memicu tindakan balasan.

Berbicara pada hari Kamis, Ketua Komite Pertahanan Duma Negara Andrey Kartapolov memperingatkan bahwa anggota parlemen Finlandia akan melakukan "kesalahan besar" jika mereka memilih mendukung rancangan undang-undang tersebut.

Menurutnya, kedatangan senjata nuklir asing di negara Nordik itu akan secara signifikan merusak keamanannya sendiri.

Kartapolov memperkirakan bahwa instalasi militer terkait di wilayah Finlandia pasti akan masuk dalam daftar target prioritas pasukan strategis Rusia.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Prancis Naik Pitam!...
Prancis Naik Pitam! Siap Jegal Iran soal Tarif Tol di Selat Hormuz
Negosiator Iran dan...
Negosiator Iran dan AS Bertemu di Jenewa untuk Babak Baru Pembicaraan Demi Akhiri Perang
Brutal! Siswa Ngamuk...
Brutal! Siswa Ngamuk Tembaki SMA di Filipina, 3 Orang Tewas 5 Luka
Rekomendasi
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
Pecahkan Rekor Piala...
Pecahkan Rekor Piala Dunia, Gol Bersejarah Lionel Messi Tuai Perdebatan
Adhyaksa FC Pindah Homebase...
Adhyaksa FC Pindah Homebase ke Kalimantan Tengah, Buka Peluang Ganti Nama Jadi Kalteng FC
Berita Terkini
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Infografis
Sistem Perang Elektronik...
Sistem Perang Elektronik Rusia Bikin Senjata NATO Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved