Iran Gantung Pekerja Nuklirnya karena Jadi Antek Mossad
Kamis, 23 April 2026 - 13:35 WIB
loading...
Mehdi Farid, pekerja energi nuklir Iran yang digantung atas tuduhan bekerja sama dengan Mossad. Foto/Iran International
A
A
A
TEHERAN - Pihak berwenang Iran telah menggantung seorang pria pada hari Rabu yang dijatuhi hukuman mati atas tuduhan bekerja sama dengan badan mata-mata Israel, Mossad. Menurut dua kelompok hak asasi manusia, pria yang digantung tersebut merupakan pekerja di organisasi energi nuklir Iran.
Pria tersebut bernama Mehdi Farid. Dia menjadi terpidana mati terbaru yang dieksekusi gantung.
Baca Juga: Mossad Gagal Gulingkan Rezim Iran, PM Israel Benjamin Netanyahu Frustrasi
“Mehdi Farid digantung pagi ini karena kerja sama yang luas dengan dinas mata-mata teroris Mossad setelah kasus tersebut diperiksa dan putusan akhir disetujui,” bunyi keterangan di situs web Mizan Online milik otoritas kehakiman Iran, sebagaimana dikutip Arab News, Kamis (23/4/2026).
Menurut situs web tersebut, Mehdi Farid telah dijatuhi hukuman mati karena pelanggaran berat “korupsi di bumi”.
Kelompok Iran Human Rights (IHR) yang berbasis di Norwegia, yang memantau eksekusi di Iran, mengatakan Farid bekerja untuk Organisasi Energi Atom Iran ketika dia ditangkap pada 31 Mei 2023.
Lembaga tersebut mengatakan Farid awalnya dijatuhi hukuman 10 tahun penjara tetapi kemudian, dalam persidangan baru pada Juli 2025, dijatuhi hukuman mati atas tuduhan jadi mata-mata Israel.
Human Rights Activists News Agency (HRANA) yang berbasis di Amerika Serikat (AS) juga melaporkan bahwa Farid (55) adalah karyawan organisasi energi atom dan bahwa persidangan baru tersebut merupakan hasil banding dari jaksa penuntut.
Sejak pelaksanaan eksekusi dilanjutkan pada 19 Maret di tengah perang melawan AS dan Israel, otoritas berwenang Iran telah mengeksekusi delapan pria atas tuduhan terkait protes massal awal tahun ini dan delapan pria lainnya yang merupakan anggota Mujahidin Rakyat (MEK), sebuah kelompok oposisi yang dilarang di Iran.
Iran juga mengeksekusi seorang warga negara Iran-Swedia atas tuduhan menjadi mata-mata Israel.
“Sejak konflik dimulai, pelaksanaan hukuman mati telah memasuki tahap baru dan mengkhawatirkan yang ditandai dengan fokus penuh pada tahanan dengan tuduhan politik dan keamanan serta percepatan yang nyata dalam pelaksanaan hukuman,” kata HRANA.
Menurut keterangan situs web Mizan Online, Farid adalah seorang manajer di Organisasi Pertahanan Pasif, sebuah badan pertahanan sipil. Namun, organisasi itu mengeluarkan pernyataan yang menyangkal bahwa Farid memiliki keanggotaan, tanggung jawab, atau posisi apa pun di organisasi.
Para pejabat Iran telah memperingatkan bahwa tidak akan ada keringanan hukuman bagi siapa pun yang dianggap telah berkolaborasi dengan Israel.
Sejumlah pejabat tinggi tewas dalam serangan yang ditargetkan selama perang Israel melawan Iran pada Juni 2025 dan perang AS-Israel terbaru, termasuk pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas pada 28 Februari, hari pertama konflik saat ini.
Pria tersebut bernama Mehdi Farid. Dia menjadi terpidana mati terbaru yang dieksekusi gantung.
Baca Juga: Mossad Gagal Gulingkan Rezim Iran, PM Israel Benjamin Netanyahu Frustrasi
“Mehdi Farid digantung pagi ini karena kerja sama yang luas dengan dinas mata-mata teroris Mossad setelah kasus tersebut diperiksa dan putusan akhir disetujui,” bunyi keterangan di situs web Mizan Online milik otoritas kehakiman Iran, sebagaimana dikutip Arab News, Kamis (23/4/2026).
Menurut situs web tersebut, Mehdi Farid telah dijatuhi hukuman mati karena pelanggaran berat “korupsi di bumi”.
Kelompok Iran Human Rights (IHR) yang berbasis di Norwegia, yang memantau eksekusi di Iran, mengatakan Farid bekerja untuk Organisasi Energi Atom Iran ketika dia ditangkap pada 31 Mei 2023.
Lembaga tersebut mengatakan Farid awalnya dijatuhi hukuman 10 tahun penjara tetapi kemudian, dalam persidangan baru pada Juli 2025, dijatuhi hukuman mati atas tuduhan jadi mata-mata Israel.
Human Rights Activists News Agency (HRANA) yang berbasis di Amerika Serikat (AS) juga melaporkan bahwa Farid (55) adalah karyawan organisasi energi atom dan bahwa persidangan baru tersebut merupakan hasil banding dari jaksa penuntut.
Sejak pelaksanaan eksekusi dilanjutkan pada 19 Maret di tengah perang melawan AS dan Israel, otoritas berwenang Iran telah mengeksekusi delapan pria atas tuduhan terkait protes massal awal tahun ini dan delapan pria lainnya yang merupakan anggota Mujahidin Rakyat (MEK), sebuah kelompok oposisi yang dilarang di Iran.
Iran juga mengeksekusi seorang warga negara Iran-Swedia atas tuduhan menjadi mata-mata Israel.
“Sejak konflik dimulai, pelaksanaan hukuman mati telah memasuki tahap baru dan mengkhawatirkan yang ditandai dengan fokus penuh pada tahanan dengan tuduhan politik dan keamanan serta percepatan yang nyata dalam pelaksanaan hukuman,” kata HRANA.
Menurut keterangan situs web Mizan Online, Farid adalah seorang manajer di Organisasi Pertahanan Pasif, sebuah badan pertahanan sipil. Namun, organisasi itu mengeluarkan pernyataan yang menyangkal bahwa Farid memiliki keanggotaan, tanggung jawab, atau posisi apa pun di organisasi.
Para pejabat Iran telah memperingatkan bahwa tidak akan ada keringanan hukuman bagi siapa pun yang dianggap telah berkolaborasi dengan Israel.
Sejumlah pejabat tinggi tewas dalam serangan yang ditargetkan selama perang Israel melawan Iran pada Juni 2025 dan perang AS-Israel terbaru, termasuk pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas pada 28 Februari, hari pertama konflik saat ini.
(mas)
Lihat Juga :