Terungkap, 2 Jet Tempur F-15 Korsel Tabrakan di Udara karena Pilot Selfie

Kamis, 23 April 2026 - 09:04 WIB
loading...
A A A
Letnan Senior A menerbangkan pesawat pendamping dan mengikuti pesawat utama untuk menyelesaikan misi. Saat kembali ke pangkalan, dia mulai mengambil foto kenangan dengan kamera ponsel pribadinya. Melihat ini, pilot utama menginstruksikan anggota kru di kursi belakang untuk merekam pesawat Letnan Senior A dengan video, sambil berkata, "Saya akan mengambil fotonya untuk Anda."

Letnan Senior A kemudian tiba-tiba menaikkan ketinggian pesawatnya tanpa memberi tahu pilot utama, membalikkan pesawat untuk memposisikan dirinya di atas pesawat utama agar mendapatkan foto yang lebih baik. Manuver ini membuat kedua pesawat berada dalam jarak yang sangat dekat. Letnan Senior A melakukan manuver menghindar dengan memiringkan pesawatnya hampir vertikal dan bergerak ke kiri pesawat utama.

Sementara itu, untuk menghindari tabrakan, pesawat utama dengan cepat menurunkan ketinggiannya, demikian dilaporkan oleh publikasi Korea Selatan; The Chosun Daily, mengutip temuan audit.

Meskipun melakukan manuver menghindar, kedua pesawat akhirnya bertabrakan. Tabrakan di udara tersebut merusak sayap kiri pesawat utama dan penstabil ekor pesawat pendamping.

Kedua pesawat mendarat dengan selamat, tetapi perbaikan membutuhkan penggantian enam bagian pada pesawat Letnan Senior A dan 45 bagian pada pesawat yang memimpin, dengan biaya sekitar 880 juta won Korea.

Setelah kecelakaan itu, Letnan Senior A diskors. Dia kemudian pensiun dari ROKAF dan bergabung dengan perusahaan swasta sebagai pilot komersial.

ROKAF menerapkan undang-undang bernama "Accounting Officials Responsibility Act", yang meminta pertanggungjawaban pejabat atas kerusakan properti yang disebabkan oleh tindakan yang disengaja atau kelalaian berat, dan memerintahkan Letnan Senior A untuk memberikan kompensasi sekitar 880 juta won Korea.

Letnan Senior A mengajukan petisi kepada Badan Audit dan Inspeksi untuk meninjau perintah ROKAF.

Meskipun dia mengakui dan menyesali bahwa manuvernya yang kurang berpengalaman menyebabkan tabrakan, dia berpendapat bahwa dia bukan pejabat accounting dan, oleh karena itu, tidak bertanggung jawab untuk membayar denda. Dia juga berpendapat bahwa pilot yang memimpin secara implisit telah menyetujui manuvernya.

Bada Audit dan Inspeksi mencatat bahwa undang-undang tersebut mencakup “pengguna properti” sebagai pejabat yang terkait dengan accounting, dan pilot memenuhi syarat sebagai pejabat tersebut saat mengoperasikan pesawat terbang. Badan juga menolak klaim Letnan Senior A tentang persetujuan tersirat, dengan mengutip pernyataan dari pilot lain bahwa manuvernya mendadak dan tidak disetujui.

Meskipun demikian, Badan itu mengurangi denda yang harus dibayarkan sebesar sepersepuluh dari total biaya perbaikan, dengan menyetujui bahwa pengambilan foto kenangan penerbangan terakhir adalah praktik yang lazim dan meluas di kalangan pilot dan ROKAF gagal membuat peraturan yang melarang praktik tersebut.

Laporan tersebut juga mencatat bahwa Pilot A telah menyatakan niatnya untuk mengambil foto selama briefing pra-penerbangan, yang menyiratkan persetujuan diam-diam dari atasannya.

Lebih lanjut, laporan itu turut mencatat bahwa Letnan Senior A berhasil mendaratkan pesawat meskipun mengalami kerusakan yang cukup besar, dan bahwa dia telah lama bertugas sebagai pilot tempur sejak penugasannya pada tahun 2010, dan telah berkontribusi pada pemeliharaan pesawat melalui penerbangan uji.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siapa Han Seong-sook?...
Siapa Han Seong-sook? PM Korea Selatan Perempuan Pimpin Transformasi AI
Kim Jong-un Janji Tingkatkan...
Kim Jong-un Janji Tingkatkan Bom Nuklir Secara Eksponensial, Sebut Musuh Korut Sangat Ganas
Ini 4 Keunggulan Senjata...
Ini 4 Keunggulan Senjata Laser Cheongwang Buatan Korea Selatan
Pabrik Senjata dan Dirgantara...
Pabrik Senjata dan Dirgantara Meledak di Korsel Tewaskan 5 Orang, Apakah Ada Sabotase?
Iran Diduga Gunakan...
Iran Diduga Gunakan Rudal China saat Tembak Jatuh Jet Tempur F-15 AS
Kim Jong-un Pamer Kekuatan,...
Kim Jong-un Pamer Kekuatan, Tembakkan Beberapa Rudal Balistik Korut
Bandung Disulap Jadi...
Bandung Disulap Jadi Korea Mini, Ribuan Pengunjung Serbu Festival K-Food Halal dan K-Culture
Heboh! Pentagon Sempat...
Heboh! Pentagon Sempat Lockdown Usai Sensor Deteksi Antraks, Ternyata Alarm Palsu
SpaceX Pecahkan Rekor...
SpaceX Pecahkan Rekor IPO Terbesar Sepanjang Sejarah, Raup Dana Rp1.335 Triliun
Rekomendasi
HUT ke-6 LAFKI, Transformasi...
HUT ke-6 LAFKI, Transformasi Kesehatan Tak Boleh Hanya Terjadi di Atas Kertas
Hadir di Jakarta Fair...
Hadir di Jakarta Fair 2026, KARA Rayakan Kekayaan Rasa Kelapa Lintas Generasi
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Tipis, Segram Jadi Rp2,71 Juta
Berita Terkini
Dunia Segara Akan Dengar...
Dunia Segara Akan Dengar Gema Kemenangan Iran
Hamas Peringatkan Israel...
Hamas Peringatkan Israel Perluas Garis Kuning Gaza untuk Gagalkan Perundingan Gencatan Senjata
Trump Cari Jalan Keluar...
Trump Cari Jalan Keluar Secepatnya untuk Hindari Dampak Politik dan Ekonomi Perang Iran
2 Pemain Sepak Bola...
2 Pemain Sepak Bola Brasil Masuk Daftar Pembunuhan oleh Situs Ukraina
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
Infografis
Ayesha Farooq, Pilot...
Ayesha Farooq, Pilot Jet Tempur Perempuan Pakistan yang Jadi Pahlawan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved