Mahasiswi AS Ditangkap usai Bercanda Minta Netanyahu Mengebom Acara Universitas

Selasa, 21 April 2026 - 11:09 WIB
loading...
Mahasiswi AS Ditangkap...
Gabriela Saldana (kanan), mahasiswi Florida International University yang ditangkap polisi AS dan diadili karena bercanda minta PM Israel Benjamin Netanyahu mengebom acara kampus. Foto/X @RT_com
A A A
WASHINGTON - Seorang mahasiswi dari Florida International University (FIU) di Amerika Serikat (AS) ditangkap polisi. Musababnya, dia membuat lelucon di grup WhatsApp universitas di mana dia meminta Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu untuk mengebom acara mahasiswa di kampus tersebut.

Pada Rabu (8/4/2026) malam, Gabriela Saldana (23), mengirim pesan di grup obrolan WhatsApp dengan 215 mahasiswa dan mahasiswi lainnya ketika sedang membahas acara mendatang di Ocean Bank Convocation Center FIU.

Baca Juga: 'UEA Tak Lagi Butuh AS, Pangkalan Militer Amerika Itu Beban dan Bukan Aset'

Pesan yang diketik Saldana berbunyi: “Netanyahu, jika Anda dapat mendengar saya, jatuhkan beberapa bonbons untuk kami mahasiswa Capstone di Ocean Bank Convocation Center.”

Bonbons adalah permen dalam bahasa Prancis. Namun, pesan Saldana itu tampaknya merujuk pada tren media sosial di mana pengguna bercanda meminta PM Netanyahu untuk “mengebom” atau “menyerang” lokasi, seringkali dalam video terkait traffic.

Mahasiswi senior FIU itu juga mengirimkan pesan teks lain yang menyatakan: “Akan ada bom di Ocean Bank Convocation Center, dan itu akan menjadi kesalahan Jonathan,” menyebut nama seorang teman sekelasnya.

Menurut polisi, Saldana mengakui telah mengirim pesan-pesan tersebut, tetapi menyatakan bahwa dia tidak bermaksud jahat dan mengatakan bahwa dia hanya bercanda.

Namun, pihak kepolisian merespons-nya sebagai ancaman serius berdasarkan hukum Florida.

Menurut Departemen Kepolisian FIU, Saldana ditahan di dekat kampus utama di Miami. Dia kemudian hadir di pengadilan.

Mengutip laporan dari NBC Miami, Selasa (21/4/2026), laporan penangkapan mengungkapkan bahwa dia membuat "ancaman untuk membunuh atau melukai individu terkait acara yang dijadwalkan pada hari Jumat, 10 April 2026, melalui grup obrolan WhatsApp."

"Terdakwa melakukannya dengan cara yang dapat dilihat oleh orang lain dan bermaksud agar ancaman tersebut menjadi ancaman yang sebenarnya," imbuh laporan itu, mengutip pengadilan.

Saldana sekarang menghadapi hukuman hingga 15 tahun penjara karena membuat lelucon tentang PM Netanyahu.

Dalam pernyataan yang dirilis, FIU mengatakan: “Seorang mahasiswa FIU telah ditangkap karena membuat ancaman kekerasan yang kredibel dan segera terjadi pada acara universitas yang direncanakan. Menurut penyelidikan, tersangka menyebutkan tanggal, waktu, dan tempat tertentu. Mengingat penyelidikan yang sedang berlangsung dan undang-undang privasi mahasiswa federal, FIU tidak memberikan komentar lebih lanjut. Tidak ada ancaman lebih lanjut terhadap komunitas universitas.”

Jaminan Saldana ditetapkan sebesar USD5.000. Hakim yang memimpin kasus tersebut, Mindy Glazer, memahami maksud terdakwa hanya untuk lelucon.

"Saya dapat memahami posisi Anda ketika Anda mengatakan ini adalah lelucon, tetapi bagi orang yang objektif, ini bukan lelucon, dan itu akan cukup untuk alasan yang masuk akal," katanya.

"Saya tidak mengatakan itu cukup untuk melampaui keraguan yang wajar. Saya tidak tahu apakah negara akan dapat membuktikannya di persidangan, tetapi untuk tujuan sidang ini, saya percaya ada cukup alasan yang masuk akal," ujar hakim.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
5 Fakta Krisis Timur...
5 Fakta Krisis Timur Tengah Membara, Apache Ditembak Jatuh hingga 3 Negara Arab Dirudal Iran
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
Pakar Militer Klaim...
Pakar Militer Klaim Iran Ingin Memulihkan Daya Tolak Terhadap Serangan AS
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
4 Fakta Serangan Iran...
4 Fakta Serangan Iran ke Pangkalan Militer AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
Trump Peringatkan Netanyahu:...
Trump Peringatkan Netanyahu: Anda Akan Sendirian jika Terus Serang Iran
Kejam! Parlemen Israel...
Kejam! Parlemen Israel Sahkan UU Sita Pajak Bea Cukai Palestina
Rekomendasi
BMKG Ungkap Daftar Wilayah...
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Bakal Alami Kemarau Panjang
Terima Suap Rp15 Juta...
Terima Suap Rp15 Juta dan Urus Perkara, Hakim PN Cilacap Dipecat
Enam Tahun Penerjemahan,...
Enam Tahun Penerjemahan, Alkitab Bahasa Sunda Kini Hadir dalam Format Cetak dan Digital
Berita Terkini
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
4 Pemicu Kerusuhan di...
4 Pemicu Kerusuhan di Irlandia Utara, dari Agitator Sayap Kanan Picu hingga Warisan Sejarah
5 Fakta Krisis Timur...
5 Fakta Krisis Timur Tengah Membara, Apache Ditembak Jatuh hingga 3 Negara Arab Dirudal Iran
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved