Gedung Putih Menolak Ungkap Biaya Perang Iran kepada Para Senator AS

Jum'at, 17 April 2026 - 16:03 WIB
loading...
Gedung Putih Menolak...
Tentara AS berdiri di depan gedung Kongres. Foto/anadolu
A A A
WASHINGTON - Direktur anggaran Gedung Putih, Russell Vought, menolak memberikan perkiraan biaya agresi Amerika Serikat (AS) terhadap Iran kepada para anggota parlemen. Dia mengatakan angka-angka tersebut "berfluktuasi" dan sulit untuk dinilai, menurut laporan media Amerika.

"Saya tidak ingin membuat karakterisasi tentang hal itu pada saat ini," katanya ketika ditanya tentang laporan bahwa konflik tersebut mungkin telah menelan biaya puluhan miliar dolar.

Para senator memperkirakan perang tersebut dapat menelan biaya hingga USD10 miliar per minggu, sementara pemerintah sedang mempersiapkan permintaan pendanaan pertahanan tambahan.

Para kritikus menuduh para pejabat berusaha "menyembunyikan" skala pengeluaran karena utang nasional AS terus meningkat.

Sementara itu, Kepala Badan Energi Internasional, Fatih Birol, memperingatkan "pasar meremehkan konsekuensi dari penutupan yang berkepanjangan" Selat Hormuz dan harga energi akan naik.

Birol mengatakan belum ada pengiriman baru minyak, gas, atau bahan bakar ke pasar Asia, dengan kesenjangan pasokan yang kini mulai muncul.

Ia menambahkan negara-negara miskin dapat terkena dampak paling parah karena mata uang yang lebih lemah dan sumber daya keuangan yang lebih terbatas.

Birol juga memperingatkan kekurangan produk olahan seperti minyak tanah dan solar dapat muncul jika minyak mentah tidak dapat mencapai kilang, yang berpotensi menyebabkan gangguan penerbangan, pembatalan, dan masalah pasokan industri di beberapa negara.

Baca juga: Gencatan Senjata Lebanon: Iran dan Hizbullah Muncul sebagai Pemenang
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Kapal Tanker Ketiga...
Kapal Tanker Ketiga Pembawa Minyak Iran Keluar dari Garis Blokade AS
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon Selatan Meski Ada Kesepakatan AS-Iran
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Trump Ungkap Selat Hormuz...
Trump Ungkap Selat Hormuz akan Dibuka Kembali Sepenuhnya pada Hari Jumat Secara Permanen
Momen Menarik Presiden...
Momen Menarik Presiden FIFA Masuk Kamar Ganti Timnas Iran di Piala Dunia 2026
Iran-AS Capai Kesepakatan...
Iran-AS Capai Kesepakatan Damai, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
Heboh Bendera Saudi...
Heboh Bendera Saudi Tak Diletakkan di Atas Rumput Selama Laga Piala Dunia, Kenapa?
Rekomendasi
Jadwal TKA SMA 2026...
Jadwal TKA SMA 2026 Resmi Dirilis, Simak Tips Jitu Raih Nilai Tertinggi
Namanya Dicatut BEM...
Namanya Dicatut BEM Bersatu, FISIP Unas Tegaskan Tak Punya BEM Fakultas
KIP Kuliah Jalur Seleksi...
KIP Kuliah Jalur Seleksi Mandiri PTN dan PTS 2026 Resmi Dibuka, Daftar di Link Ini
Berita Terkini
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Kapal Tanker Ketiga...
Kapal Tanker Ketiga Pembawa Minyak Iran Keluar dari Garis Blokade AS
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon Selatan Meski Ada Kesepakatan AS-Iran
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Media Asing Soroti Aksi...
Media Asing Soroti Aksi Demo Mahasiswa terhadap Kebijakan Pemerintah Indonesia
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved