Hizbullah: Israel Coba Kompensasi Kekalahannya Lewat Negosiasi dengan Lebanon di AS

Rabu, 15 April 2026 - 19:30 WIB
loading...
Hizbullah: Israel Coba...
Israel terus menyerang Lebanon meski gencatan senjata. Foto/anadolu
A A A
BEIRUT - Anggota parlemen Hizbullah, Hassan Fadlallah, mengatakan Israel telah mencoba "mengkompensasi" apa yang disebutnya sebagai kekalahannya dari kelompok Lebanon dengan mengadakan negosiasi dengan Lebanon di Amerika Serikat (AS).

"Pihak berwenang Lebanon harus mempertimbangkan kembali tindakan mereka dan kembali merangkul rakyat," kata Fadlallah dalam pernyataan.

Dia menjelaskan, "Pihak berwenang menarik pasukan dari selatan, meninggalkannya rentan terhadap pendudukan dan memberi musuh [Israel] kebebasan."

Fadlallah menambahkan tidak memasukkan Lebanon selama negosiasi AS dan Iran di Pakistan "adalah tuntutan Israel" dan "posisi Amerika untuk memisahkan Lebanon dari jalur Islamabad didasarkan pada sikap pemerintah Lebanon."

Israel dan kelompok Lebanon Hizbullah terus melancarkan serangan lintas perbatasan hanya beberapa jam setelah Lebanon dan Israel sepakat mengadakan negosiasi langsung setelah dua jam "diskusi produktif" di Washington, DC.

Topik-topik utama yang dibahas selama pembicaraan tersebut adalah perlucutan senjata Hizbullah, pengaturan keamanan di Lebanon selatan, tuntutan Lebanon untuk gencatan senjata, dan hubungan masa depan antara kedua negara, termasuk kemungkinan perjanjian perdamaian yang berkelanjutan.

Juru bicara Departemen Luar Negeri Tommy Pigott mengatakan, “Para peserta mengadakan diskusi produktif tentang langkah-langkah menuju peluncuran negosiasi langsung antara Israel dan Lebanon. Semua pihak sepakat meluncurkan negosiasi langsung pada waktu dan tempat yang disepakati bersama.”

“Setiap kesepakatan untuk menghentikan permusuhan harus dicapai antara kedua pemerintah, yang dimediasi Amerika Serikat, dan bukan melalui jalur terpisah,” tambahnya.

Baca juga: Iran Tuntut Ganti Rugi Perang dari Negara-Negara Arab
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PBB Perkirakan Pembersihan...
PBB Perkirakan Pembersihan Puing-puing Gaza Perlu Waktu Lebih dari 140 Tahun
Iran Tegaskan Inspektur...
Iran Tegaskan Inspektur IAEA Tak akan Diberi Akses Apa pun ke Lokasi Nuklir yang Dibom
Pemerintah Suriah Terbuka...
Pemerintah Suriah Terbuka untuk Bertemu Hizbullah
PM Pakistan Sharif akan...
PM Pakistan Sharif akan Hadiri Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
AS Menguji Pertempuran...
AS Menguji Pertempuran Udara Jarak Jauh dengan Dukungan AI F-16
Ayah dan Anak Diselamatkan...
Ayah dan Anak Diselamatkan Setelah 4 Hari Terkubur Reruntuhan Bangunan Pasca-gempa Venezuela
Korban Tewas Gempa Venezuela...
Korban Tewas Gempa Venezuela Nyaris 2.300 Orang, AS Kirim 2.000 Tentara Bantu Cari Korban
Rekomendasi
UEFA Tolak Aturan Kartu...
UEFA Tolak Aturan Kartu Merah Pemain Tutup Mulut
Cristiano Ronaldo Dihantui...
Cristiano Ronaldo Dihantui Kutukan Gol di Fase Gugur Piala Dunia
PLN EPI Dorong Bioenergi...
PLN EPI Dorong Bioenergi Jadi Motor Diversifikasi Energi Nasional
Berita Terkini
PBB Perkirakan Pembersihan...
PBB Perkirakan Pembersihan Puing-puing Gaza Perlu Waktu Lebih dari 140 Tahun
Iran Tegaskan Inspektur...
Iran Tegaskan Inspektur IAEA Tak akan Diberi Akses Apa pun ke Lokasi Nuklir yang Dibom
Pemerintah Suriah Terbuka...
Pemerintah Suriah Terbuka untuk Bertemu Hizbullah
PM Pakistan Sharif akan...
PM Pakistan Sharif akan Hadiri Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved