Pertama Kali dalam Sejarah, Australia Tunjuk Perempuan Jadi Kepala Staf AD
Senin, 13 April 2026 - 21:27 WIB
loading...
Susan Coyle ditunjuk sebagai kepala staf AD Australia. Foto/X/@world24x7hr
A
A
A
MELBOURNE - Australia mengumumkan bahwa angkatan daratnya akan dipimpin oleh seorang wanita untuk pertama kalinya dalam sejarah 125 tahunnya, sebagai bagian dari perombakan kepemimpinan angkatan pertahanan negara tersebut.
"Letnan Jenderal Susan Coyle, kepala staf gabungan saat ini, akan menjadi kepala angkatan darat pada bulan Juli," demikian keterangan Pemerintah Australia dalam sebuah pernyataan pada hari Senin, dilansir Al Jazeera. Ia akan menggantikan Letnan Jenderal Simon Stuart, yang menjabat pada Juli 2022.
Karier Coyle mencakup hampir empat dekade, di mana ia telah memegang beberapa peran komando senior, termasuk selama operasi di Afghanistan dan Timur Tengah.
Pengangkatannya terjadi ketika militer Australia berupaya meningkatkan jumlah perwira wanita di jajarannya. Militer Australia menghadapi gelombang tuduhan pelecehan seksual dan diskriminasi sistemik.
“Mulai Juli, kita akan memiliki kepala angkatan darat perempuan pertama dalam sejarah 125 tahun Angkatan Darat Australia,” kata Perdana Menteri Anthony Albanese dalam sebuah pernyataan.
Menteri Pertahanan Richard Marles menyebut penunjukan Coyle sebagai “momen yang sangat bersejarah”.
“Seperti yang Susan katakan kepada saya, Anda tidak bisa menjadi apa yang tidak Anda lihat,” kata Marles.
“Pencapaian Susan akan sangat berarti bagi perempuan yang bertugas di Angkatan Pertahanan Australia saat ini dan perempuan yang berpikir untuk bertugas di Angkatan Pertahanan Australia di masa depan.”
Angkatan darat Australia sedang mengalami transformasi besar, melengkapi diri dengan daya tembak jarak jauh, drone, dan alat tempur modern lainnya.
Coyle, 55 tahun, menekankan pengalamannya di bidang-bidang seperti perang siber. “Luasnya pengalaman ini memberikan fondasi yang kuat untuk tanggung jawab komando dan kepercayaan yang diberikan kepada saya,” katanya.
Perempuan saat ini membentuk sekitar 21 persen dari angkatan pertahanan Australia, atau ADF, dan 18,5 persen dari peran kepemimpinan senior. ADF telah menetapkan target 25 persen dari keseluruhan partisipasi perempuan pada tahun 2030.
Oktober lalu, gugatan class action diajukan terhadap ADF yang menuduh mereka gagal melindungi ribuan perwira perempuan dari serangan seksual, pelecehan, dan diskriminasi sistematis.
Pemerintah pada hari Senin juga menunjuk Wakil Laksamana Mark Hammond, kepala angkatan laut saat ini, sebagai kepala ADF, menggantikan Laksamana David Johnston.
Wakil kepala angkatan laut saat ini, Laksamana Muda Matthew Buckley, akan menggantikan Hammond sebagai kepala cabang tersebut.
"Letnan Jenderal Susan Coyle, kepala staf gabungan saat ini, akan menjadi kepala angkatan darat pada bulan Juli," demikian keterangan Pemerintah Australia dalam sebuah pernyataan pada hari Senin, dilansir Al Jazeera. Ia akan menggantikan Letnan Jenderal Simon Stuart, yang menjabat pada Juli 2022.
Karier Coyle mencakup hampir empat dekade, di mana ia telah memegang beberapa peran komando senior, termasuk selama operasi di Afghanistan dan Timur Tengah.
Pengangkatannya terjadi ketika militer Australia berupaya meningkatkan jumlah perwira wanita di jajarannya. Militer Australia menghadapi gelombang tuduhan pelecehan seksual dan diskriminasi sistemik.
“Mulai Juli, kita akan memiliki kepala angkatan darat perempuan pertama dalam sejarah 125 tahun Angkatan Darat Australia,” kata Perdana Menteri Anthony Albanese dalam sebuah pernyataan.
Menteri Pertahanan Richard Marles menyebut penunjukan Coyle sebagai “momen yang sangat bersejarah”.
“Seperti yang Susan katakan kepada saya, Anda tidak bisa menjadi apa yang tidak Anda lihat,” kata Marles.
“Pencapaian Susan akan sangat berarti bagi perempuan yang bertugas di Angkatan Pertahanan Australia saat ini dan perempuan yang berpikir untuk bertugas di Angkatan Pertahanan Australia di masa depan.”
Angkatan darat Australia sedang mengalami transformasi besar, melengkapi diri dengan daya tembak jarak jauh, drone, dan alat tempur modern lainnya.
Coyle, 55 tahun, menekankan pengalamannya di bidang-bidang seperti perang siber. “Luasnya pengalaman ini memberikan fondasi yang kuat untuk tanggung jawab komando dan kepercayaan yang diberikan kepada saya,” katanya.
Perempuan saat ini membentuk sekitar 21 persen dari angkatan pertahanan Australia, atau ADF, dan 18,5 persen dari peran kepemimpinan senior. ADF telah menetapkan target 25 persen dari keseluruhan partisipasi perempuan pada tahun 2030.
Oktober lalu, gugatan class action diajukan terhadap ADF yang menuduh mereka gagal melindungi ribuan perwira perempuan dari serangan seksual, pelecehan, dan diskriminasi sistematis.
Pemerintah pada hari Senin juga menunjuk Wakil Laksamana Mark Hammond, kepala angkatan laut saat ini, sebagai kepala ADF, menggantikan Laksamana David Johnston.
Wakil kepala angkatan laut saat ini, Laksamana Muda Matthew Buckley, akan menggantikan Hammond sebagai kepala cabang tersebut.
(ahm)
Lihat Juga :