Iran Rilis Video Konfrontasi dengan Kapal Perang AS: Berbalik atau Jadi Target!
Senin, 13 April 2026 - 12:13 WIB
loading...
A
A
A
Media Iran melaporkan kapal-kapal perusak AS tersebut berbalik arah setelah diadang oleh IRGC, yang dilaporkan meluncurkan drone ke arah mereka.
Insiden itu terjadi ketika delegasi AS dan Iran berada di Islamabad untuk negosiasi, yang berlanjut hingga Minggu pagi tetapi gagal mengakhiri kebuntuan.
Komando Pusat (CENTCOM) AS pada hari Sabtu mengatakan pasukannya mulai menciptakan kondisi untuk membersihkan ranjau di Selat Hormuz, dengan dua kapal perusak Angkatan Laut melakukan operasi.
Disebutkan bahwa USS Frank E Peterson dan USS Michael Murphy melintasi Hormuz sebagai bagian dari "misi yang lebih luas untuk memastikan selat tersebut sepenuhnya bebas dari ranjau laut yang sebelumnya ditanam oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran".
"Hari ini, kami memulai proses untuk membangun jalur baru dan kami akan segera membagikan jalur aman ini dengan industri maritim untuk mendorong arus perdagangan yang bebas," kata komandan CENTCOM, Laksamana Brad Cooper.
Pasukan AS tambahan, termasuk drone bawah air, akan bergabung dalam upaya pembersihan dalam beberapa hari mendatang, imbuh CENTCOM.
Sejak dimulainya perang pada 28 Februari, Iran telah menegaskan kendali atas Selat Hormuz yang biasanya dilalui oleh sekitar seperlima minyak dan gas alam cair dunia.
Teheran secara sporadis menyerang kapal-kapal di dan sekitar Teluk Persia dan dilaporkan telah memasang ranjau untuk mencegah pemilik kapal dan awak kapal mencoba melintasi jalur air yang sempit tersebut.
AS dan Iran mengadakan perundingan tatap muka tingkat tinggi pertama mereka dalam beberapa dekade, dengan Wakil Presiden AS JD Vance memimpin delegasi Amerika. Teheran diwakili oleh Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi.
Namun, kedua pihak gagal mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang di Timur Tengah, yang kini memasuki minggu ketujuh.
Insiden itu terjadi ketika delegasi AS dan Iran berada di Islamabad untuk negosiasi, yang berlanjut hingga Minggu pagi tetapi gagal mengakhiri kebuntuan.
Komando Pusat (CENTCOM) AS pada hari Sabtu mengatakan pasukannya mulai menciptakan kondisi untuk membersihkan ranjau di Selat Hormuz, dengan dua kapal perusak Angkatan Laut melakukan operasi.
Disebutkan bahwa USS Frank E Peterson dan USS Michael Murphy melintasi Hormuz sebagai bagian dari "misi yang lebih luas untuk memastikan selat tersebut sepenuhnya bebas dari ranjau laut yang sebelumnya ditanam oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran".
"Hari ini, kami memulai proses untuk membangun jalur baru dan kami akan segera membagikan jalur aman ini dengan industri maritim untuk mendorong arus perdagangan yang bebas," kata komandan CENTCOM, Laksamana Brad Cooper.
Pasukan AS tambahan, termasuk drone bawah air, akan bergabung dalam upaya pembersihan dalam beberapa hari mendatang, imbuh CENTCOM.
Sejak dimulainya perang pada 28 Februari, Iran telah menegaskan kendali atas Selat Hormuz yang biasanya dilalui oleh sekitar seperlima minyak dan gas alam cair dunia.
Teheran secara sporadis menyerang kapal-kapal di dan sekitar Teluk Persia dan dilaporkan telah memasang ranjau untuk mencegah pemilik kapal dan awak kapal mencoba melintasi jalur air yang sempit tersebut.
Perundingan Damai AS-Iran
AS dan Iran mengadakan perundingan tatap muka tingkat tinggi pertama mereka dalam beberapa dekade, dengan Wakil Presiden AS JD Vance memimpin delegasi Amerika. Teheran diwakili oleh Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi.
Namun, kedua pihak gagal mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang di Timur Tengah, yang kini memasuki minggu ketujuh.
Lihat Juga :