Menlu Iran Sentil Kasus Korupsi Netanyahu: Gencatan Senjata Akan Percepat Pemenjaraannya!

Jum'at, 10 April 2026 - 07:50 WIB
loading...
Menlu Iran Sentil Kasus...
PM Israel Benjamin Netanyahu akan diadili terkait kasus korupsi pada 12 April 2026. Foto/Chaim Goldberg/Flash90
A A A
TEL AVIV - Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Aragchi menyinggung kasus korupsi Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu yang akan disidangkan pada Minggu (12/4/2026). Menurutnya, gencatan senjata di seluruh wilayah akan mempercepat pemenjaraan pemimpin rezim Zionis tersebut.

Netanyahu telah lama terjerat kasus korupsi. Namun proses hukumnya berlarut-larut karena kondisi perang. Kubu oposisi Israel dan para kritikus menilai perang, baik di Gaza, Lebanon, maupun Iran, sengaja dirancang Netanyahu agar dia terhindar dari persidangan.

Baca Juga: Perang Lawan Iran, Tentara AS Konsumsi 950.000 Galon Kopi, 2 Juta Minuman Energi dan Nikotin

Netanyahu telah didakwa pada tahun 2019 atas tuduhan penyuapan, penipuan, dan pelanggaran kepercayaan- yang semuanya dia bantah. Persidangannya, yang dimulai pada tahun 2020, dapat mengakibatkan hukuman penjara dan telah mengalami beberapa penundaan.

"Sidang kriminal Netanyahu dilanjutkan pada hari Minggu. Gencatan senjata di seluruh wilayah, termasuk di Lebanon, akan mempercepat pemenjaraannya," tulis Aragchi di X.

Netanyahu adalah PM Israel pertama yang masih menjabat tapi didakwa dengan kejahatan.

Pihak pengadilan Israel pada hari Kamis mengumumkan sidang korupsi Netanyahu akan dibuka lagi pada hari Minggu. Pengumuman muncul beberapa jam setelah Israel mencabut keadaan darurat yang diberlakukan terkait perang dengan Iran.

Keadaan darurat, yang telah menutup sekolah dan tempat kerja, dicabut pada Rabu malam karena tidak ada laporan tentang rudal Iran yang datang setelah gencatan senjata disepakati.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kelompok Garis Keras...
Kelompok Garis Keras Iran Klaim Akan Ada Kudeta, Akankah Mojtaba Tumbang?
PM Irak Pernah Ditawari...
PM Irak Pernah Ditawari Suap Rp3,5 Triliun, tapi Justru Bentuk Badan Pemberantasan Korupsi
Setelah 4 Bulan Tenang...
Setelah 4 Bulan Tenang dan Nyaman, Arab Saudi Kembali Dibombardir Iran
Iran Peringatkan Negara-negara...
Iran Peringatkan Negara-negara Penampung Pasukan AS Bersiap Hadapi Respons Setara
Tentara AS Terluka dalam...
Tentara AS Terluka dalam Serangan Iran di Yordania, Pentagon Belum Mengakui
Memanas, Iran Ancam...
Memanas, Iran Ancam Minta Houthi Blokir Selat Bab al-Mandeb, Perdagangan Global Kian Tercekik
3 Kejanggalan Penanganan...
3 Kejanggalan Penanganan Kasus Febrie Adriansyah, KPK Diminta Bertindak
30 Warga Sipil dan 7...
30 Warga Sipil dan 7 Tentara Iran Tewas dalam Serangan AS
Dituduh Trump Campuri...
Dituduh Trump Campuri Pilpres AS 2020, Ini Jawaban Keras China
Rekomendasi
Wakil Ketua Komisi VIII...
Wakil Ketua Komisi VIII DPR: Integrasi Zakat-Pajak Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Umat
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
Ada Konser Akbar Monas...
Ada Konser Akbar Monas 2026, Jalan Medan Merdeka Timur Macet
Berita Terkini
Ingin Terus Mencengkeram...
Ingin Terus Mencengkeram Kekuasaan, Presiden Ukraina Pecat Menhan
Satria Kumbara, Eks...
Satria Kumbara, Eks Marinir TNI AL yang Jadi Tentara Bayaran Rusia, Dikabarkan Tewas
Teror Drone Ukraina...
Teror Drone Ukraina Kian Efektif, 8 Warga Rusia Tewas
Kelompok Garis Keras...
Kelompok Garis Keras Iran Klaim Akan Ada Kudeta, Akankah Mojtaba Tumbang?
Houthi Ancam Serang...
Houthi Ancam Serang Infrastruktur Minyak Saudi jika Perang Terus Berlanjut
PM Irak Pernah Ditawari...
PM Irak Pernah Ditawari Suap Rp3,5 Triliun, tapi Justru Bentuk Badan Pemberantasan Korupsi
Infografis
8 Menteri Era Jokowi...
8 Menteri Era Jokowi yang Terjerat Kasus Korupsi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved