Trump Hadapi Upaya Pemakzulan Terkait Perang Iran

Kamis, 09 April 2026 - 21:30 WIB
loading...
Trump Hadapi Upaya Pemakzulan...
Presiden AS Donald Trump. Foto/anadolu
A A A
WASHINGTON - Anggota Kongres dari Partai Demokrat, John Larson, mengajukan pasal-pasal pemakzulan terhadap Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump atas tindakannya yang terkait dengan perang Iran. Larson, Demokrat dari Connecticut, mengatakan pada hari Selasa bahwa ia telah mengajukan 13 dakwaan.

Dia menuduh Trump melancarkan "perang ilegal" dan meningkatkan ancaman terhadap Iran yang membahayakan keamanan AS dan nyawa warga Amerika. Ia menambahkan Trump semakin "tidak terkendali" dan "semakin tidak stabil dari hari ke hari."

"Donald Trump telah melampaui setiap persyaratan untuk dicopot dari jabatannya. Dan itu semakin buruk," kata Larson.

Larson juga menunjuk pada ancaman, termasuk "bukalah Selat ... atau Anda akan hidup di neraka," mengatakan pernyataan tersebut "menjadi pertanda kejahatan perang."

Ia mengatakan Trump "tidak mampu atau tidak mau" untuk menjalankan tugasnya dengan setia.

Sekitar 70 anggota Partai Demokrat, termasuk mantan Ketua DPR Nancy Pelosi dan Senator Chris Murphy, menyerukan agar kabinet Trump menggunakan Amandemen ke-25 untuk mencopotnya dari jabatan, dengan alasan ia tidak layak menjabat.

Amandemen tersebut memungkinkan wakil presiden dan mayoritas anggota kabinet untuk menyatakan seorang presiden tidak mampu menjalankan tugasnya, yang memicu peralihan kekuasaan.

“Mereka memiliki kewajiban mengutamakan patriotisme daripada politik dan menggunakan Amandemen ke-25,” kata Larson.

Beberapa anggota Partai Demokrat memperkuat seruan tersebut. Anggota DPR Jim McGovern mengatakan pemerintah harus “segera menggunakan Amandemen ke-25,” sementara anggota Kongres Lauren Underwood mengatakan Trump “tidak stabil, berbahaya, dan tidak mampu berfungsi sebagai Panglima Tertinggi.”

Langkah ini terjadi ketika Trump menunda serangan yang direncanakan terhadap Iran selama dua minggu pada Selasa malam untuk mengejar proposal 10 poin yang “dapat diterapkan” dari Teheran.

Ia membalikkan arah setelah permohonan dari negosiator Pakistan, beberapa jam setelah memperingatkan “seluruh peradaban akan mati malam ini” jika Selat Hormuz tetap tertutup.

Serangan AS telah menghantam infrastruktur penting Iran, termasuk jembatan, jalur kereta api, dan stasiun kereta api, serta pusat minyak strategis di Pulau Kharg, dengan korban sipil di antara lebih dari 1.500 kematian sejak akhir Februari, menurut laporan.

Partai Republik dan pendukung Trump membela serangan tersebut, dengan mengatakan serangan itu bertujuan mencegah Iran memperoleh senjata nuklir. Teheran membantah tuduhan itu, dan bersikeras programnya murni damai.

Pemakzulan akan membutuhkan suara mayoritas di DPR dan suara dua pertiga di Senat untuk mencopot presiden.

Baca juga: IRGC Rilis Peta untuk Bantu Kapal-kapal Hindari Ranjau di Selat Hormuz
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Jawab Ancaman Trump:...
Iran Jawab Ancaman Trump: AS Sebaiknya Berhati-hati!
Trump Ancam Serang Iran...
Trump Ancam Serang Iran Sangat Keras Jika Tak Kendalikan Hizbullah!
4 Prasyarat Iran untuk...
4 Prasyarat Iran untuk Negosiasi di Swiss, Dapat Dana Segar Rp106 Triliun
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Pembom B-52 Stratofortress...
Pembom B-52 Stratofortress AS Jatuh di Pangkalan Gurun Mojave, Tewaskan 8 Orang
Pesawat Air Force One...
Pesawat Air Force One Hadiah dari Qatar untuk Trump Diuji Terbang
Rekomendasi
Uruguay vs Cape Verde...
Uruguay vs Cape Verde 2-2: Tiket Fase Gugur Ditentukan di Laga Pemungkas
Dokter Tifa Masih Diinfus...
Dokter Tifa Masih Diinfus dan Roy Suryo Tidak Mau Makan Obat
Spanyol Ngamuk, Sikat...
Spanyol Ngamuk, Sikat Arab Saudi 3-0 di Babak Pertama
Berita Terkini
Aktor Breaking Bad Giancarlo...
Aktor 'Breaking Bad' Giancarlo Esposito Masuk Islam saat Syuting di Arab Saudi
Iran Jawab Ancaman Trump:...
Iran Jawab Ancaman Trump: AS Sebaiknya Berhati-hati!
Trump Ancam Serang Iran...
Trump Ancam Serang Iran Sangat Keras Jika Tak Kendalikan Hizbullah!
4 Prasyarat Iran untuk...
4 Prasyarat Iran untuk Negosiasi di Swiss, Dapat Dana Segar Rp106 Triliun
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved