Perang Lawan Iran, Tentara AS Konsumsi 950.000 Galon Kopi, 2 Juta Minuman Energi dan Nikotin
Kamis, 09 April 2026 - 13:11 WIB
loading...
A
A
A
Sepanjang operasi, sekutu Amerika dan negara-negara Teluk telah mencegat sekitar 1.700 rudal balistik bersama dengan sejumlah drone serang satu arah dari Iran. Tingkat penembakan Iran telah menurun sejak awal perang tetapi tetap stabil dalam beberapa hari terakhir.
Caine juga membagikan angka-angka operasi lainnya dalam pengarahan tersebut. Sepanjang operasi, Caine mengatakan, "Kami mengonsumsi lebih dari 6 juta makanan, dan menurut perkiraan saya, lebih dari 950.000 galon kopi, dua juta minuman energi, dan banyak nikotin. Tapi saya tidak mengatakan bahwa kami memiliki masalah."
AS telah menghabiskan amunisi penting yang persediaannya sudah menipis, termasuk sekitar lebih dari 850 rudal jelajah Tomahawk, jumlah terbanyak yang pernah digunakan dalam satu kampanye militer.
Selain itu, militer AS mengalami kehilangan dan kerusakan aset, dengan tiga pesawat tempur berawak hilang akibat tembakan dari pihak kawan sendiri, sebuah pesawat tanker pengisian bahan bakar jatuh, dan dua pesawat akibat tembakan musuh. Beberapa drone, khususnya drone Reaper, juga hilang.
Lebih lanjut, kapal induk tercanggih, USS Gerald R. Ford, mengalami kebakaran hebat di dalamnya yang memaksanya masuk ke pelabuhan untuk perbaikan.
Statistik yang lebih menyedihkan dari Operasi Epic Fury adalah kematian 13 anggota militer Amerika dan, hingga Jumat lalu, total 365 personel terluka dalam pertempuran.
Militer AS mengatakan 315 personel yang terluka telah kembali bertugas. Caine mengatakan bahwa total 50.000 personel militer AS telah berpartisipasi dalam operasi ini.
Caine juga membagikan angka-angka operasi lainnya dalam pengarahan tersebut. Sepanjang operasi, Caine mengatakan, "Kami mengonsumsi lebih dari 6 juta makanan, dan menurut perkiraan saya, lebih dari 950.000 galon kopi, dua juta minuman energi, dan banyak nikotin. Tapi saya tidak mengatakan bahwa kami memiliki masalah."
AS telah menghabiskan amunisi penting yang persediaannya sudah menipis, termasuk sekitar lebih dari 850 rudal jelajah Tomahawk, jumlah terbanyak yang pernah digunakan dalam satu kampanye militer.
Selain itu, militer AS mengalami kehilangan dan kerusakan aset, dengan tiga pesawat tempur berawak hilang akibat tembakan dari pihak kawan sendiri, sebuah pesawat tanker pengisian bahan bakar jatuh, dan dua pesawat akibat tembakan musuh. Beberapa drone, khususnya drone Reaper, juga hilang.
Lebih lanjut, kapal induk tercanggih, USS Gerald R. Ford, mengalami kebakaran hebat di dalamnya yang memaksanya masuk ke pelabuhan untuk perbaikan.
Statistik yang lebih menyedihkan dari Operasi Epic Fury adalah kematian 13 anggota militer Amerika dan, hingga Jumat lalu, total 365 personel terluka dalam pertempuran.
Militer AS mengatakan 315 personel yang terluka telah kembali bertugas. Caine mengatakan bahwa total 50.000 personel militer AS telah berpartisipasi dalam operasi ini.
Lihat Juga :