Jelang Dibom AS, Iran Minta Rakyat Jadi Perisai Rantai Manusia di Pembangkit Listrik

Selasa, 07 April 2026 - 11:27 WIB
loading...
A A A
"Seluruh negara dapat dihancurkan dalam satu malam, dan malam itu mungkin besok malam," kata Trump dan mengisyaratkan bahwa tenggat waktunya adalah final, dengan mengatakan bahwa dia telah memberi Iran cukup perpanjangan waktu, sebagaimana dikutip dari Reuters.

Pemimpin AS itu telah mengeluarkan ultimatum kepada Iran sebelumnya, dan kemudian diperpanjang. Tetapi kali ini dia lebih eksplisit tentang rencana untuk menindaklanjutinya.

"Setiap jembatan di Iran akan hancur pada pukul 24.00 malam besok," katanya. "Dan semua pembangkit listrik akan terbakar, meledak, dan tidak akan pernah digunakan lagi."

Ditanya apakah dia khawatir tentang tuduhan kejahatan perang jika ancaman itu dijalankan, Trump menjawab, "Tidak, sama sekali tidak."

Dia berpendapat bahwa warga Iran menginginkan AS melaksanakan ancaman itu karena hal itu dapat menyebabkan berakhirnya kepemimpinan mereka saat ini.

"Warga Iran bersedia menderita demi kebebasan," katanya. Namun, belum ada tanda-tanda pemberontakan di Iran karena penduduk berlindung dari pengeboman AS dan Israel.

AS telah memerintahkan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz, jalur yang penting bagi lalu lintas pelayaran minyak global, atau melihat pembangkit listrik dan jembatan dihancurkan—yang memicu peringatan tentang kemungkinan kejahatan perang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
KPK: Kasus Korupsi Muara...
KPK: Kasus Korupsi Muara Enim Sudah Terjadi sebelum Tahap Perencanaan dan Penganggaran
Keji! Pasangan Muda-Mudi...
Keji! Pasangan Muda-Mudi Buang Bayi di Tempat Sampah Terminal Bus
Rekomendasi
Banyuwangi Kota Pembuka...
Banyuwangi Kota Pembuka Satu Indonesia Awards 2026, Bupati: SDM Kunci Kemajuan Daerah
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
Syiar Islam Harus Dekat...
Syiar Islam Harus Dekat dengan Masyarakat
Berita Terkini
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved