Kremlin: Seluruh Timur Tengah Terbakar!

Selasa, 07 April 2026 - 09:18 WIB
loading...
Kremlin: Seluruh Timur...
Kilang minyak Bazan di Haifa, Israel, terbakar setelah dihantam rudal Iran pada 30 Maret lalu. Foto/Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Israel
A A A
MOSKOW - Kremlin mengatakan bahwa seluruh wilayah Timur Tengah terbakar karena perang Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran. Perang tersebut, yang dimulai sejak 28 Februari, telah meningkat baik secara geografis maupun dampak ekonomi.

Presiden AS Donald Trump, dalam unggahan media sosial yang penuh kata-kata kasar pada Minggu Paskah, mengancam akan menargetkan pembangkit listrik dan jembatan Iran pada Selasa waktu AS atau Rabu WIB jika Selat Hormuz tidak dibuka kembali.

Baca Juga: Trump: Seluruh Negara Iran Dapat Dihancurkan dalam Satu Malam!

Ketika ditanya oleh Reuters tentang pernyataan Trump, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan bahwa Rusia telah melihatnya."Tetapi kami lebih memilih untuk tidak berkomentar tentang hal itu," kata Peskov.

"Kami mencatat bahwa tingkat ketegangan di wilayah tersebut meningkat dan terus meningkat," lanjut Peskov, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (7/4/2026).

“Faktanya, seluruh wilayah sedang terbakar. Ini semua adalah konsekuensi yang sangat berbahaya dan negatif dari agresi yang dilancarkan terhadap Iran," paparnya.”

“Geografi konflik ini telah meluas, dan sekarang kita semua menyadari konsekuensi yang kita hadapi, termasuk konsekuensi yang sangat, sangat negatif bagi ekonomi global," imbuh dia.

Sebelumnya, pada hari Minggu, Presiden Trump meningkatkan ketegangan dengan mengeluarkan tuntutan yang penuh umpatan kepada Teheran untuk membuka blokade Selat Hormuz, yang secara efektif tetap tertutup sejak perang pecah 28 Februari.

“Buka selat sialan itu, kalian bajingan gila, atau kalian akan hidup di neraka,” tulisnya di Truth Social, mengancam akan menghancurkan pembangkit listrik dan jembatan Iran jika hal itu tidak terjadi pada hari Selasa waktu AS.

Teheran menegaskan bahwa jalur air utama itu hanya ditutup untuk pengiriman minyak oleh AS dan sekutunya.

Selama sebulan terakhir, Iran telah menanggapi serangan Washington dan Tel Aviv dengan menyerang Israel dan negara-negara Teluk, yang bersekutu dengan AS, menggunakan rudal dan drone.

Militer Israel atau IDF juga telah meluncurkan operasi militer terhadap Hizbullah di Lebanon, sementara milisi Irak telah menyerang pangkalan Amerika di negara mereka dan Houthi di Yaman telah menargetkan Israel dengan UAV yang bermuatan bahan peledak.

Perang ini juga telah memicu guncangan energi global, menyebabkan harga minyak dan gas melonjak dan mendorong biaya bahan bakar lebih tinggi bagi konsumen di seluruh dunia.

"Rusia telah memperingatkan sejak awal bahwa konsekuensi seperti itu tidak dapat dihindari," imbuh Peskov.

Sementara itu, media Amerika; Axios, melaporkan bahwa AS, Iran, dan mediator regional telah membahas persyaratan untuk potensi gencatan senjata 45 hari dalam konflik tersebut. Namun, Teheran membantah telah mengadakan pembicaraan apa pun dengan Washington.

Rusia telah berulang kali menyerukan penghentian permusuhan di Timur Tengah dan menawarkan bantuan untuk menemukan solusi diplomatik atas krisis tersebut.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
Trump Sebut Kesepakatan...
Trump Sebut Kesepakatan Damai dengan Iran Akan Ditandatangani pada Minggu, Ini Respons Teheran
Keji! Pasangan Muda-Mudi...
Keji! Pasangan Muda-Mudi Buang Bayi di Tempat Sampah Terminal Bus
Rekomendasi
Toni, Badri, dan Saiful...
Toni, Badri, dan Saiful Hakim Dilaporkan Kader PPP ke Polda Metro atas Dugaan Pemalsuan Dokumen Muktamar
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
Syiar Islam Harus Dekat...
Syiar Islam Harus Dekat dengan Masyarakat
Berita Terkini
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
Infografis
Profil Sarifah Suraidah...
Profil Sarifah Suraidah Istri Gubernur Kaltim yang Viral di Tengah Polemik Pengadaan Mobdin Rp8,5 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved