Trump Akui AS Persenjatai Demonstran Iran pada Januari Lalu, tapi Kenapa Gagal?

Selasa, 07 April 2026 - 01:10 WIB
loading...
A A A
Khamenei menuduh Trump sebagai "kriminal" dan terlibat secara pribadi dalam penghasutan tersebut.

Teheran telah lama menyalahkan musuh-musuhnya, AS dan Israel, karena memicu krisis domestik, tetapi kali ini menuduh bahwa keterlibatan AS lebih dalam dari biasanya.

"Mereka yang terkait dengan Israel dan AS menyebabkan kerusakan besar dan menewaskan beberapa ribu orang" selama protes yang mengguncang Iran selama lebih dari dua minggu, kata Khamenei seperti dikutip oleh media pemerintah.

"Pemberontakan anti-Iran terbaru berbeda karena presiden AS secara pribadi terlibat," tambahnya.

Pejabat Iran kemudian mengakui jumlah korban tewas sekitar 5.000, termasuk setidaknya 500 personel keamanan yang dibunuh oleh "teroris dan perusuh bersenjata".

Seorang pejabat Iran yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa sebagian besar kekerasan dan kematian terjadi di wilayah Kurdi di barat laut Iran. Daerah itu telah lama menjadi rumah bagi separatis Kurdi dan sering kali terjadi kerusuhan.

3. Iran Abaikan Ancaman Iran

Sekitar seminggu setelah krisis, Trump memperingatkan Iran agar tidak menargetkan para demonstran.

“Jika Iran menembak dan membunuh demonstran damai secara brutal, yang merupakan kebiasaan mereka, Amerika Serikat akan datang untuk menyelamatkan mereka,” tulis Trump di platform Truth Social miliknya tanpa memberikan detail tentang seperti apa “penyelamatan” itu.

“Kami siap siaga dan siap bertindak,” tambah presiden.

Kemudian pada 13 Januari, ia menulis, “Bantuan sedang dalam perjalanan,” tampaknya ditujukan kepada para demonstran Iran. Ia mendesak mereka untuk “mengambil alih institusi Anda” sambil mengeluarkan ancaman kepada otoritas Iran jika para demonstran terbunuh.

Peringatan Trump kepada Teheran muncul setelah AS membom tiga situs nuklir terpenting Iran selama perang 12 hari Israel terhadap Iran pada bulan Juni. Trump mengatakan saat itu bahwa serangan tersebut "menghancurkan" kemampuan nuklir Teheran. Iran melancarkan serangan balasan terhadap aset militer AS yang ditempatkan di pangkalan di Qatar.

Setelah Trump mengkonfirmasi pada 28 Februari bahwa AS dan Israel telah melancarkan serangan terhadap Iran, ia mengatakan tujuan utama perang tersebut adalah untuk melenyapkan senjata nuklir Iran.

Ia juga mengaitkan tindakan tersebut dengan protes Januari.

Teheran telah "membunuh puluhan ribu warganya sendiri di jalanan saat mereka berdemonstrasi," kata Trump. AS sekarang "memberi Anda apa yang Anda inginkan," katanya, berbicara kepada warga Iran yang menurutnya telah menyerukan intervensi AS.


4. Kurdi Bantah Klaim Trump

Beberapa kelompok Kurdi Iran pada hari Minggu membantah klaim Trump tentang mempersenjatai mereka selama protes Desember dan Januari.

Kelompok-kelompok Kurdi Iran telah lama menentang pemerintah di Teheran dan berupaya untuk menentukan nasib sendiri. Mereka memiliki hubungan dekat dengan Kurdi Irak, yang berhasil memperjuangkan wilayah semi-otonom beberapa dekade lalu. Banyak dari mereka beroperasi di sepanjang perbatasan Irak-Iran dan di Irak utara.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Harga Minyak Dunia Kembali...
Harga Minyak Dunia Kembali Tembus USD100 per Barel, Pertalite Bakal Naik?
Protes 'Kecoa'...
Protes 'Kecoa' di India Meluas, Ribuan Mahasiswa Turun ke Jalan Tuntut Reformasi Pemerintah
Iran Dilaporkan Tolak...
Iran Dilaporkan Tolak Mentah-Mentah Proposal Gencatan Senjata AS
Rekomendasi
Proses Pemeliharaan...
Proses Pemeliharaan dan Pengisian Galon Bermerek Dipastikan Penuhi Standar Industri
Nonton Latihan Pestapora...
Nonton Latihan Pestapora Makassar Lebih Murah Pakai BRImo, Begini Cara Dapat Promonya!
Tingkatkan Nilai Jual...
Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
Presiden AS Donald Trump...
Presiden AS Donald Trump Tolak Rencana Israel Menyerang Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved