6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Besar Melawan Iran
Senin, 06 April 2026 - 12:15 WIB
loading...
A
A
A
Dia tidak melihat perang melawan Iran sebagai solusi utama, melainkan sebagai opsi terakhir yang penuh risiko.
•Jabatan: Wakil Ketua Kepala Staf Gabungan (2015–2019)
Selva dikenal sebagai perencana strategis yang sangat berhati-hati.
Peringatan yang disampaikan:
•Biaya perang yang sangat besar
•Dampak jangka panjang terhadap militer AS
•Potensi gangguan ekonomi global, terutama sektor energi
Baginya, perang melawan Iran bukan hanya soal militer, tetapi juga soal stabilitas global.
•Jabatan: Ketua Kepala Staf Gabungan (11 April 2025-sekarang)
Nama Daniel Caine mencuat dalam laporan media AS yang menyebut adanya peringatan internal terhadap rencana perang Iran.
Peringatan yang disampaikan, menurut laporan media:
•Ada risiko besar jika perang melawan Iran
•Perang melawan Iran menjadi langkah berbahaya
Namun, Presiden Trump langsung membantah laporan media itu dan menyebutnya tidak benar. Meski demikian, kemunculan isu ini memperkuat dugaan adanya perdebatan serius di internal militer AS.
5. Paul Joseph Selva
•Pangkat: Jenderal Bintang 4 Angkatan Udara AS (Purnawirawan)•Jabatan: Wakil Ketua Kepala Staf Gabungan (2015–2019)
Selva dikenal sebagai perencana strategis yang sangat berhati-hati.
Peringatan yang disampaikan:
•Biaya perang yang sangat besar
•Dampak jangka panjang terhadap militer AS
•Potensi gangguan ekonomi global, terutama sektor energi
Baginya, perang melawan Iran bukan hanya soal militer, tetapi juga soal stabilitas global.
6. John Daniel Caine
•Pangkat: Jenderal Bintang 3 Angkatan Udara AS (Purnawirawan), tapi diaktifkan lagi dan dipromosikan jadi Jenderal Bintang 4•Jabatan: Ketua Kepala Staf Gabungan (11 April 2025-sekarang)
Nama Daniel Caine mencuat dalam laporan media AS yang menyebut adanya peringatan internal terhadap rencana perang Iran.
Peringatan yang disampaikan, menurut laporan media:
•Ada risiko besar jika perang melawan Iran
•Perang melawan Iran menjadi langkah berbahaya
Namun, Presiden Trump langsung membantah laporan media itu dan menyebutnya tidak benar. Meski demikian, kemunculan isu ini memperkuat dugaan adanya perdebatan serius di internal militer AS.
(mas)
Lihat Juga :