Iran Izinkan kapal-kapal Irak Bebas Lewati Selat Hormuz
Minggu, 05 April 2026 - 14:08 WIB
loading...
A
A
A
Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Iran menolak tuntutan Trump, menyebut ancamannya sebagai "tindakan yang tidak berdaya, gugup, tidak seimbang, dan bodoh".
Iran secara efektif telah memblokade selat tersebut, yang biasanya dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair global, sejak AS dan Israel melancarkan perang terhadap negara itu pada 28 Februari.
Meskipun lalu lintas maritim telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir di bawah sistem pungutan tol de facto yang diberlakukan Teheran, namun masih turun lebih dari 90% dari tingkat normal, menurut data pelacakan kapal.
Menurut Lloyd’s List Intelligence, terdapat 53 transit melalui selat tersebut pekan lalu, terbanyak sejak perang dimulai, naik dari 36 pada minggu sebelumnya.
Pada hari Jumat, satu kapal kontainer Prancis dan satu kapal tanker milik Jepang melintasi selat tersebut dalam transit pertama yang tampaknya terkait dengan kedua negara tersebut sejak dimulainya konflik.
Terhambatnya pengiriman barang di jalur perairan tersebut telah mengacaukan pasar energi global, mendorong kenaikan harga bahan bakar dan memicu otoritas di banyak negara menerapkan langkah-langkah darurat penghematan energi.
Iran secara efektif telah memblokade selat tersebut, yang biasanya dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair global, sejak AS dan Israel melancarkan perang terhadap negara itu pada 28 Februari.
Meskipun lalu lintas maritim telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir di bawah sistem pungutan tol de facto yang diberlakukan Teheran, namun masih turun lebih dari 90% dari tingkat normal, menurut data pelacakan kapal.
Menurut Lloyd’s List Intelligence, terdapat 53 transit melalui selat tersebut pekan lalu, terbanyak sejak perang dimulai, naik dari 36 pada minggu sebelumnya.
Pada hari Jumat, satu kapal kontainer Prancis dan satu kapal tanker milik Jepang melintasi selat tersebut dalam transit pertama yang tampaknya terkait dengan kedua negara tersebut sejak dimulainya konflik.
Terhambatnya pengiriman barang di jalur perairan tersebut telah mengacaukan pasar energi global, mendorong kenaikan harga bahan bakar dan memicu otoritas di banyak negara menerapkan langkah-langkah darurat penghematan energi.
Lihat Juga :