Selain Tembak 160 Drone, Iran Jatuhkan Jet Tempur A-10 Warthog di Selat Hormuz
Sabtu, 04 April 2026 - 16:20 WIB
loading...
Iran tembak jatuh jet tempur A-10 Warthog di Selat Hormuz. Foto/Press TV
A
A
A
TEHERAN - Komandan Markas Besar Gabungan Pertahanan Udara Nasional mengatakan tentara Iran siap untuk menyergap “pesawat tempur dan pesawat tak berawak musuh” dengan “metode dan peralatan modern buatan dalam negeri” yang dibangun untuk memburu pesawat generasi kelima dan sistem tak berawak canggih.
Dalam pernyataan yang dimuat oleh kantor berita IRNA, Brigadir Jenderal Alireza Elhami mengatakan angkatan udara Iran telah menghancurkan beberapa pesawat tempur canggih, puluhan rudal jelajah, dan lebih dari 160 pesawat tak berawak, termasuk pesawat tak berawak Hermes dan Lucas.
Ia menambahkan bahwa penembakan jatuh pesawat-pesawat ini adalah “hasil dari taktik dan penggunaan peralatan baru serta inovasi dalam sistem pertahanan” yang menurutnya telah menyebabkan kebingungan bagi musuh.
Sebelumnya, militer Iran mengumumkan penembakan jatuh pesawat tempur A-10 Warthog Amerika oleh jaringan pertahanan udara terpadu Republik Islam di perairan selatan negara itu dekat Selat Hormuz.
Tentara membuat pengumuman tersebut dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat, mengatakan bahwa pesawat yang menjadi sasaran "dilacak dan diserang oleh sistem Angkatan Pertahanan Udara Angkatan Darat, dan kemudian jatuh ke perairan Teluk Persia."
Sebelumnya pada hari itu, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) juga mengumumkan penembakan jatuh dua pesawat tempur AS canggih lainnya, termasuk F-35 kedua, dengan menyebutkan sistem pertahanan udara canggih yang baru dikembangkan sebagai penyebab keberhasilan serangan tersebut.
Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mencatat bahwa operasi yang sukses tersebut terjadi meskipun Presiden AS Donald Trump mengklaim telah menghancurkan pertahanan udara Iran.
Pada hari Jumat, IRGC juga mengumumkan bahwa jet tempur musuh canggih lainnya telah menjadi sasaran di selatan Pulau Qeshm di Iran selatan. Pesawat canggih tersebut kemudian jatuh di antara Pulau Hengam dan Qeshm, dan jatuh "ke kedalaman Teluk Persia," demikian catatan IRGC.
Pada 11 Maret, IRGC berhasil menembak jatuh jet tempur siluman F-35 Angkatan Udara AS di wilayah udara Iran tengah.
Amerika Serikat dan rezim Israel memulai serangan agresi tanpa provokasi terbaru mereka terhadap Iran pada 28 Februari, yang mendorong Angkatan Bersenjata Republik Islam untuk meluncurkan Operasi True Promise 4 sebagai pembalasan.
Selain kerugian penerbangan, pos-pos terdepan dan kepentingan AS di seluruh wilayah tersebut telah mengalami pembalasan berat, yang juga memberikan pukulan signifikan terhadap target-target Israel yang sensitif dan strategis di seluruh wilayah pendudukan.
Dalam pernyataan yang dimuat oleh kantor berita IRNA, Brigadir Jenderal Alireza Elhami mengatakan angkatan udara Iran telah menghancurkan beberapa pesawat tempur canggih, puluhan rudal jelajah, dan lebih dari 160 pesawat tak berawak, termasuk pesawat tak berawak Hermes dan Lucas.
Ia menambahkan bahwa penembakan jatuh pesawat-pesawat ini adalah “hasil dari taktik dan penggunaan peralatan baru serta inovasi dalam sistem pertahanan” yang menurutnya telah menyebabkan kebingungan bagi musuh.
Sebelumnya, militer Iran mengumumkan penembakan jatuh pesawat tempur A-10 Warthog Amerika oleh jaringan pertahanan udara terpadu Republik Islam di perairan selatan negara itu dekat Selat Hormuz.
Tentara membuat pengumuman tersebut dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat, mengatakan bahwa pesawat yang menjadi sasaran "dilacak dan diserang oleh sistem Angkatan Pertahanan Udara Angkatan Darat, dan kemudian jatuh ke perairan Teluk Persia."
Sebelumnya pada hari itu, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) juga mengumumkan penembakan jatuh dua pesawat tempur AS canggih lainnya, termasuk F-35 kedua, dengan menyebutkan sistem pertahanan udara canggih yang baru dikembangkan sebagai penyebab keberhasilan serangan tersebut.
Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mencatat bahwa operasi yang sukses tersebut terjadi meskipun Presiden AS Donald Trump mengklaim telah menghancurkan pertahanan udara Iran.
Pada hari Jumat, IRGC juga mengumumkan bahwa jet tempur musuh canggih lainnya telah menjadi sasaran di selatan Pulau Qeshm di Iran selatan. Pesawat canggih tersebut kemudian jatuh di antara Pulau Hengam dan Qeshm, dan jatuh "ke kedalaman Teluk Persia," demikian catatan IRGC.
Pada 11 Maret, IRGC berhasil menembak jatuh jet tempur siluman F-35 Angkatan Udara AS di wilayah udara Iran tengah.
Amerika Serikat dan rezim Israel memulai serangan agresi tanpa provokasi terbaru mereka terhadap Iran pada 28 Februari, yang mendorong Angkatan Bersenjata Republik Islam untuk meluncurkan Operasi True Promise 4 sebagai pembalasan.
Selain kerugian penerbangan, pos-pos terdepan dan kepentingan AS di seluruh wilayah tersebut telah mengalami pembalasan berat, yang juga memberikan pukulan signifikan terhadap target-target Israel yang sensitif dan strategis di seluruh wilayah pendudukan.
(ahm)
Lihat Juga :