'Jika Iran Mengebom Washington dan Bunuh Presiden AS Akan Disebut Teroris...'

Selasa, 24 Maret 2026 - 17:55 WIB
loading...
Jika Iran Mengebom Washington...
Bandara Internasional Mehrabad di Teheran, Iran, terbakar akibat serangan AS dan Israel pada Sabtu malam. Foto/Screenshot video Al Jazeera
A A A
TEHERAN - Amerika Serikat (AS) bersama Israel telah membombardir Teheran sejak 28 Februari lalu, yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, dan ironisnya dunia internasional menghukum kedua negara agresor terseut. Seandainya situasinya dibalik, di mana Iran yang mengebom Washington, apa yang diterima Teheran?

"Bayangkan jika Iran mengebom Washington, membunuh Presiden AS, politisi, diplomat, dan jenderal-jenderal tinggi, apa sebutan yang akan Anda berikan? Teroris," demikian sindiran pedas dari Direktur Eksekutif dan Perwakilan Utama Organisasi Visi Patriotik (PVA) di PBB, Mohamad Safa, dalam unggahan di halaman Facebook-nya.

Baca Juga: Israel Playing Victim! Serang Iran Duluan, Begitu Dibalas Merasa Jadi Korban

"AS mengebom Teheran, membunuh kepala negaranya, politisi, diplomat, dan jenderal-jenderal tinggi. Mengapa Anda menyebutnya 'pre-emptive strike'? lanjut dia.

Dalam unggahan sebelumnya, Safa mengecam tindakan AS yang mengebom pembangkit listrik Iran. "Amerika Serikat baru saja mengebom pembangkit listrik Iran, menyebabkan rumah sakit dan rumah tangga tanpa listrik bagi jutaan orang. Bayangkan pasien dialisis, bayi di NICU, dan lainnya. Orang-orang akan mati. Anak-anak yang tidak bersalah akan mati. Ini adalah kejahatan terhadap kemanusiaan," paparnya.

Sementara itu, media Iran; Fars News Agency, melaporkan pada hari Selasa (24/3/2026), bahwa Israel dan AS kembali melakukan serangan yang menargetkan dua fasilitas gas Iran. Serangan terjadi hanya beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump menarik kembali ancamannya untuk menyerang infrastruktur energi negara Islam tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Ingin Ambil Alih...
AS Ingin Ambil Alih Selat Hormuz, Trump: Kita Akan Dapat Bayaran
Citra Satelit Ungkap...
Citra Satelit Ungkap Kerusakan Parah pada Pangkalan AS Akibat Serangan Iran
Pakar Militer Ungkap...
Pakar Militer Ungkap Pertarungan Sangat Sengit AS dan Iran untuk Berebut Selat Hormuz
Selat Hormuz Makin Tidak...
Selat Hormuz Makin Tidak Aman, Harga Minyak Terus Melonjak
Iran Ancam Negara-negara...
Iran Ancam Negara-negara Teluk untuk Tidak Jadi Arena bagi Serangan AS
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, AS Gunakan Drone Laut untuk Menyerang Iran
Iran, Teokrasi Islam...
Iran, Teokrasi Islam dan Pelajaran bagi Dunia Islam
Kebakaran Pabrik Sepatu...
Kebakaran Pabrik Sepatu di China Tewaskan Setidaknya 28 Orang
Ungkap Rencana Pembunuhan,...
Ungkap Rencana Pembunuhan, Trump: 1.000 Rudal Disiapkan Serang Iran
Rekomendasi
Membuka Pintu Investasi...
Membuka Pintu Investasi dan Kerja Sama Selangor-Jawa Barat lewat SIBS 2026
Kasus Febrie Adriansyah...
Kasus Febrie Adriansyah Dialihkan dari Polri ke Kejaksaan, Kapuspenkum: Bentuk Kolaborasi
Laga Terakhir di Stadion...
Laga Terakhir di Stadion Dallas: Prancis vs Spanyol Main di Lapangan Premium
Berita Terkini
AS Ingin Ambil Alih...
AS Ingin Ambil Alih Selat Hormuz, Trump: Kita Akan Dapat Bayaran
Citra Satelit Ungkap...
Citra Satelit Ungkap Kerusakan Parah pada Pangkalan AS Akibat Serangan Iran
Pakar Militer Ungkap...
Pakar Militer Ungkap Pertarungan Sangat Sengit AS dan Iran untuk Berebut Selat Hormuz
3 Fakta Kebakaran Bar...
3 Fakta Kebakaran Bar di Bangkok Tewaskan 27 Orang, Pintu Darurat Terhalang
Selat Hormuz Makin Tidak...
Selat Hormuz Makin Tidak Aman, Harga Minyak Terus Melonjak
Gagalkan Rencana Intelijen...
Gagalkan Rencana Intelijen Ukraina, Rusia Tangkap Dalang Serangan Drone Berbasis AI
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved