Kim Jong-un: Status Korut Negara Bersenjata Nuklir Tak Bisa Diubah, Korsel Negara Paling Bermusuhan!
Selasa, 24 Maret 2026 - 21:30 WIB
loading...
A
A
A
Kim Jong-un tidak berbasa-basi tentang tetangga selatannya, yang disebutnya sebagai “negara yang paling bermusuhan”.
“Kami akan menetapkan Korea Selatan sebagai negara yang paling bermusuhan dan akan menghadapinya dengan menolak dan mengabaikannya sepenuhnya,” katanya.
"Pyongyang akan membuatnya membayar tanpa ampun—tanpa pertimbangan atau keraguan sedikit pun—atas setiap tindakan yang melanggar Republik kami,” imbuh Kim Jong-un.
Pernyataan Kim Jong-un yang menargetkan Seoul muncul meskipun ada upaya berulang kali dari Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung, seorang pemimpin yang moderat yang menjabat pada bulan Juni, untuk berdialog tanpa prasyarat. Pyongyang telah mengabaikan isyarat-isyarat ini.
Kim Jong-un adalah penguasa generasi ketiga negara yang didirikan oleh kakeknya, Kim Il-Sung, pada tahun 1948, dan telah memerintah negara itu sejak kematian ayahnya pada tahun 2011.
Legislatif Korea Utara memilih kembali Kim Jong-un sebagai Presiden Komisi Urusan Negara, seperti yang dilaporkan KCNA sebelumnya, tanpa menyebutkan apakah keputusan itu bulat atau ada perbedaan pendapat.
Para kritikus berpendapat bahwa pemilu di Korea Utara telah ditentukan sebelumnya dan dirancang untuk memberikan kepemimpinan tersebut kesan legitimasi demokratis.
“Kami akan menetapkan Korea Selatan sebagai negara yang paling bermusuhan dan akan menghadapinya dengan menolak dan mengabaikannya sepenuhnya,” katanya.
"Pyongyang akan membuatnya membayar tanpa ampun—tanpa pertimbangan atau keraguan sedikit pun—atas setiap tindakan yang melanggar Republik kami,” imbuh Kim Jong-un.
Pernyataan Kim Jong-un yang menargetkan Seoul muncul meskipun ada upaya berulang kali dari Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung, seorang pemimpin yang moderat yang menjabat pada bulan Juni, untuk berdialog tanpa prasyarat. Pyongyang telah mengabaikan isyarat-isyarat ini.
Kim Jong-un adalah penguasa generasi ketiga negara yang didirikan oleh kakeknya, Kim Il-Sung, pada tahun 1948, dan telah memerintah negara itu sejak kematian ayahnya pada tahun 2011.
Legislatif Korea Utara memilih kembali Kim Jong-un sebagai Presiden Komisi Urusan Negara, seperti yang dilaporkan KCNA sebelumnya, tanpa menyebutkan apakah keputusan itu bulat atau ada perbedaan pendapat.
Para kritikus berpendapat bahwa pemilu di Korea Utara telah ditentukan sebelumnya dan dirancang untuk memberikan kepemimpinan tersebut kesan legitimasi demokratis.
Lihat Juga :