Trump Tunda Serangan Militer ke Iran selama 5 Hari, Sinyal Kekalahan AS?

Senin, 23 Maret 2026 - 19:07 WIB
loading...
Trump Tunda Serangan...
Presiden AS tunda serangan militer ke Iran selama lima hari. Foto/X/@CVN_72
A A A
WASHINGTON - Presiden Donald Trump mengatakan pada hari Senin bahwa ia telah memerintahkan militer Amerika Serikat untuk menunda serangan terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran selama lima hari setelah mengadakan "percakapan yang baik dan produktif" dengan Teheran.

“Saya dengan senang hati melaporkan bahwa Amerika Serikat, dan negara Iran, telah mengadakan percakapan yang sangat baik dan produktif selama dua hari terakhir mengenai penyelesaian lengkap dan total permusuhan kita di Timur Tengah,” tulis Trump dengan huruf kapital di platform Truth Social miliknya.

“Saya telah menginstruksikan Departemen Perang untuk menunda semua serangan militer terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran selama lima hari, dengan mempertimbangkan keberhasilan pertemuan dan diskusi yang sedang berlangsung.”

Presiden AS mengatakan pemerintahannya telah mengadakan "percakapan yang sangat baik dan produktif mengenai penyelesaian lengkap dan total permusuhan kita di Timur Tengah" dengan Iran selama dua hari terakhir.

"Berdasarkan nada dan isi percakapan mendalam, terperinci, dan konstruktif ini, yang akan berlanjut sepanjang minggu, saya telah menginstruksikan departemen perang untuk menunda semua serangan militer terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran selama lima hari, dengan syarat keberhasilan pertemuan dan diskusi yang sedang berlangsung," katanya dengan huruf kapital di halaman Truth Social-nya.

Pada hari Sabtu, Trump memberi Teheran waktu 48 jam untuk membuka kembali Selat Hormuz bagi semua kapal, memperingatkan bahwa jika tidak, AS akan "menghancurkan" pembangkit listrik Iran.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Trump Klaim AS Telah...
Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
Trump Mendadak Batal...
Trump Mendadak Batal Bombardir Iran Besar-besaran, Israel Terkejut
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Yusril Bicara Kedekatan...
Yusril Bicara Kedekatan Prabowo-Trump, Sebut Hubungan RI-AS Tak Sekadar Urusan Pemerintah
Belfast Membara! Kerusuhan...
Belfast Membara! Kerusuhan Pecah, Sejumlah Bangunan dan Kendaraan Dibakar
Sebelum Meninggal Dunia,...
Sebelum Meninggal Dunia, Putri Thailand Bajrakitiyabha Alami Gangguan Jantung Serius
Rekomendasi
Bukti Fundamental Solid,...
Bukti Fundamental Solid, BRI Alokasikan Rp500 Miliar Demi Buyback Saham
BOLT Berkurban: Satu...
BOLT Berkurban: Satu Momen, Seribu Kebaikan
Mahasiswa Aliansi UNJ...
Mahasiswa Aliansi UNJ Melawan Turun ke Jalan, Ini Tuntutannya
Berita Terkini
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved